Upgrade to Chess.com Premium!

Kemuliaan / The Honor

  • emde
  • | Jul 19, 2010 at 10:39 AM
  • | Posted in: emde's Blog
  • | 1130 reads
  • | 1 comment

Dari semua spesies makhluk Tuhan yang ada di alam semesta ini, manusia adalah makhluk yang paling mulia. Pernyataan ini bukan "isapan jempol”. Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh yang menciptakan manusia dan juga yang menciptakan seluruh makhuk, yaitu Allah, Rabbul ‘alamin. Jadi, ga perlu diragukan bos! Untuk lebih yakin, silahkan baca Q.S. al-Isrâ/17: 70 (“Dan sungguh telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan  mereka atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”)

Sebagai bukti, banyak hal yang bisa kita ungkapkan untuk nunjukin bahwa manusia ini sejak awal memang sudah didesain oleh Tuhan untuk menjadi makhluk termulia. Kesatu, dalam catatan penciptaan alam semesta, manusia adalah makhluk terakhir yang diciptakan oleh Tuhan. Tapi hebatnya, begitu sosok manusia tercipta (Adam as), makhluk-makhluk “senior” yang lebih dulu menghuni “surga” justeru diperintahkan tunduk dan memberi hormat kepada Adam. Rekam jejak peristiwa ini terangkum dalam beberapa ayat di sekian surah dalam al-Qur’an (lih. Q.S. al-Baqarah/2: 34; al-Arâf/7: 11; al-Isrâ’/17: 61; al-Kahfi/18: 50; Thâha/20: 116). Tak ayal, perintah Tuhan ini menuai protes. Sampai-sampai Tuhan membuka “forum dialog” bagi yang keberatan atas perintah-Nya itu. Lewat rekaman peristiwa ini, Tuhan mendeklarasikan bahwa manusia memiliki sejumlah kelebihan sehingga ia menjadi makhluk yang “lebih baik” daripada para seniornya, maka ia patut dihormati.

Bukti laen. Seturut pernyataan Tuhan, Ia menciptakan alam semesta ini adalah untuk kemaslahatan hidup manusia. “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin...” Q.S. Luqmân/31:20  (lihat juga. Q.S. Ibrâhim/14:32-33; an-Nahl/16:12; al-Hajj/22:65; al-Jâtsiyah/45:12-13). Semua yang ada di langit dan di bumi “ditundukkan” oleh Tuhan demi kepentingan manusia. Hebat kan! Semuanya harus tunduk pada kepentingan dan kemaslahatan manusia, dan manusia bisa “memanfaatkan” mereka semuanya. Nah, justeru karena inilah, nantinya ada manusia yang kebablasan menerima hak kuasa ini. Ada yang merasa dia menjadi pemilik alam semesta dan bebas melakukan apa saja terhadap alam ini (ibarat kata : dikasi hati minta jantung). Lupa bahwa alam ini masih milik Tuhan; lupa kalo Pada saat yang sama Tuhan juga melarang kita melakukan kerusakan di atas bumi ini. Tapi gimana pun juga, dengan “ditundukkannya” alam ini oleh Tuhan untuk kepentingan manusia, memberi makna manusia memang tercipta “lebih baik” daripada makhluk lain di alam semesta ini.

Mau bukti lagi? OK. Kalo ada presiden, orang terbaik kedua setelah presiden adalah wakil presiden, betul? Orang terbaik setelah direktur adalah wakil direktur, right? Yang pasti, yang namanya “wakil” merupakan orang kedua setelah yang diwakili (kecuali antara rakyat dan wakil rakyat, sebab wakil rakyat selalu "merasa" lebih baik dari yang diwakilinya Cry). Nah ini dia. Manusia, sejak awal penciptaannya sudah dilantik oleh Tuhan sebagai wakil-Nya. Dalam bahasa agama, manusia adalah khalifah Tuhan di atas bumi ini (Lih. Q.S. al-Baqarah/2: 30: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat,Sesungguhnya aku menciptakan khalifah di atas bumi’. Para malaikat berkata, ‘Apakah Engkau akan menciptakan di atas bumi itu sosok yang akan membuat kerusakan di bumi itu dan akan menumpahkan darah? Padahal kami senantiasa menyucikan dan memuji-Mu’. Allah berfirman (kepada para malaikat itu), ‘Sungguh Saya mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”). Ayat ini sangat dahsyat kawan. Allah tidak hanya melantik manusia sebagai wakil-Nya (khalîfah fil ‘ardh), tetapi sekaligus memberi “garansi” bahwa manusia ini adalah sosok yang tepat. Ketika para malaikat yang hadir dalam “upacara pelantikan” itu meragukan kapabilitas sosok khalifah yang akan mewakili Tuhan di bumi, serta merta Tuhan berfirman: “innî a‘lamu mâ lâ ta‘lamûn” (Sungguh Saya mengetahui apa yang tidak kalian ketahui), atau dalam bahasa laennya, seakan-akan Tuhan berkata, “kalian ga usah ragu dan sangsi, Saya tahu apa yang saya lakukan! Saya tahu kemampuan manusia ini yang tidak kalian ketahui”. Dahsyat! Kita ini “wakil” Tuhan, Sang Penguasa Alam Semesta, dan digaransi langsung oleh-Nya.

Masih banyak coi yang bisa kita ungkapkan tentang kelebihan yang diberikan Tuhan atas anak manusa ini dibandingkan makhluk-makhluk Tuhan yang lain. Tapi sampai di sini, kita belum bisa begitu saja berbangga dengan segala atribut kelebihan dan kemuliaan yang diberikan Tuhan itu. Sebab, pada titik tertentu Tuhan juga mengingatkan bahwa segala kelebihan dan kemuliaan itu bisa berubah menjadi kehinaan. Bahkan bisa lebih hina daripada binatang (QS. al-A'raf/7: 179), jika kita salah langkah. Ahhh! So, watch your every singel step!. Wallâhu a‘lam.

english version

Of all the species of God's creatures in this universe, human beings are the noblest. This statement disclosed directly by God, Allah Rabbul 'Alamin, that creates humans and all of universe. So, no doubt of that! To be sure, please read Q.S. al-Isrâ/17: 70 ("And indeed We have honored the sons of Adam, We carried them on land and at sea, We give them sustenance of the good things, and We favored them above most of the creatures that have been created with a perfect advantages").

As evidence, many things that we can express to show that the human being had been designed by God to be the noblest creatures. First, human being is the last creature that created by God. But incredibly, as soon as human figure created (Adam as), the "senior" creatures who first inhabited the "paradise" is precisely ordered to submit to Adam and saluted. Track record of this event is summarized in a few verses in many chapters in the Koran (cf. Sura al-Baqarah / 2: 34; al-A'raf / 7: 11; al-Isra '/ 17: 61; al- Kahfi/18: 50; Thâha/20: 116),. No doubt, God's commands is drawn protests. Up-until God opened a "dialogue forum" for those who objected to his commandment. Through a recording of this event, God declares that humans have a number of advantages, so he became the creature that "better" than his senior, so he deserves respect.

Another proof. According to the statement of the Lord, He created this universe is for the benefit of human life. "Hast thou not that Allah has subjected all that is in the heavens and whatsoever is in the earth for (the interest) you and perfected his grace, inner and outer for you ..." QS Luqmân/31: 20 (see also. QS Ibrâhim/14 :32-33; an-Nahl/16: 12; al-Hajj/22: 65; al-Jâtsiyah/45 :12-13). All nature has been "subdued" by God for the sake of mankind. It is great, is not it! Everything must be subject to the interests and welfare of humans, and humans could "exploit" them all. Well, precisely because of this, there are people who will accept the right of this power too far. Some of them feel that he becomes the owner of the universe and free to do anything against nature. They forget that its still belongs to God; forget if at the same time God has also forbid us to do mischief on earth.

More proof. The second best after the president is the vice president, right? The best man was the deputy director after director, right? To be sure, what is called "representative" is the second person after that are represented. Well here it is. Human, since the beginning of its creation has been appointed by God as His representative. In the language of religion, man is the caliph of God on earth (See Sura al-Baqarah / 2: 30: "And remember when thy Lord said to the angels, 'Verily I am creating a caliphate on earth'. The angel said, 'Are You will create on the earth is the figure that will make mischief therein and shed blood? Though we always cleanse and praise you '. Allah said (to the angels),' Truly I know what you do not know. " ). This verse is very powerful. God does not just inaugurate man as his deputy (caliph), but also provide "guarantees" that this man is the right figure. When the angels who attended the "inauguration" was dubious the capabilities of the represent the figure of the caliph of God on earth, and immediately the Lord said: " innî a‘lamu mâ lâ ta‘lamûn" (Truly I know what you do not know), or as though God said, "you have not to hesitate and doubt, I know what I'm doing! I know this human ability that you do not know. " Awesome! We are a "representative" of God, The Ruler of the Universe, and are guaranteed directly by Him.

There is still much we can reveal about the God-given advantages to the human being over the others God's creatures. But up here, we can not just be proud with all the attributes and strengths that God-given glory. Because, at some point the Lord also reminded that all the excess and the glory can turn into humiliation. Even more contemptible than the beasts, if we misstep. Ahhh! So, watch your step Every single one!. And Allaah knows best.

Post your reply: