From Yogyakarta with Love

Iskandar
Iskandar
May 28, 2014, 10:37 PM |
8

kepada: Wati Sri Sumarwati,
pada siapa aku menaruh harapan

for Wati Sri Sumarwati,
to whom I looked forward

I.

you say: love is fire
burning
burning soul
you say: love is snow
frozen
after miss
you say: love is patient
which decorate
crossing the chasm

iskandar
yogyakarta, november 1975


Translate

I.

katamu: cinta adalah api
yang membara
membakar sukma
katamu : cinta adalah salju
yang membeku
sehabis rindu
katamu : cinta adalah sabar
yang menghias
menyeberangi jurang

iskandar
yogyakarta, november 1975



II.
the twilight sky violet
in the town of beautiful solid
a fresh sunny day
the cool november 1975
human children
laughing with nature
pigeons fluttering
infiltrate the cloud
something like a soaring,
this also I delivered
perhaps never experienced
the same
there are on the verge of blowing cool evening
shoes beats along the way
of episodes of dreams and reality
in front of the square,
I picked flowers in her hair fall
ah!
the twilight sky violet
I imagine such
Indonesia peaceful survivors
of World War III

iskandar
yogyakarta, november 1975


Translate

II.
senja itu langit lembayung
disebuah kota yang indah padat
suatu hari yang cerah segar
di sejuk bulan november 1975
anak-anak manusia yang
tertawa dengan alam
merpati-merpati beterbangan
menyusup gemawan
sesuatu seperti melonjak,
ini kuteruskan
barangkali pernah mengalami
itu sama saja
ada hembusan sejuk diambang petang
sepatu berdetak sepanjang jalan
dari episode impian dan kenyataan
didepan alun-alun,
kuambil bunga jatuh di rambutnya
ah!
senja itu langit lembayung
kubayangkan seperti
indonesia damai yang selamat
dari perang dunia ke III

iskandar
yogyakarta, november 1975



III.
the wind rises in the evening
is the pain at my side
in evening tide
in the sand
i have seen
the weather
and the clouds
obedient to the the wind
nothing to say,
then I did not say anything
o come, like the night wind
for God's sake let’s on honest ground
we are honest in the water
and in the air
you are the one
kita adalah satu

iskandar
yogyakarta, november 1975

Translate

III.
angin naik di malam hari
adalah rasa sakit di sisiku
di malam pasang
di pasir
aku telah melihat
cuaca
dan awan
patuh pada angin
tak ada harus dikatakan, 
maka ku tidak mengatakan apa-apa
o datang, seperti angin malam
demi Tuhan mari kita jujur di tanah
kita tak berdusta di dalam air
dan di udara
kau adalah satu

kita adalah satu

iskandar
yogyakarta, november 1975


IV.

I understand what you feel
of course you doubt my presence
a cool breeze caresses august
birds fly and sing
who came to spread and then ..
go vanished without a trace
a fact which
you worry about Dreams
due to the fact not a dream
and dreams not reality
because both are different
because both are apart
if you are
Air worry so
if you are
worrying about all these dreams?

iskandar
Yogyakarta, november 1975

Translate

IV.
aku mengerti apa yang kau rasakan
tentunya kau meragukan kehadiranku
suatu belaian angin sejuk bulan agustus
burung-burung terbang dan menyanyi
yang datang menebar dan kemudian..
pergi lenyap tak berbekas
suatu kenyataan yang
kau khawatirkan Impian
karena kenyataan bukan impian
dan impian bukan kenyataan
karena keduanya berbeda
karena keduanya berpisahan
apakah kau saja yang
ber khawatir demikian
apakah kau saja yang
mencemaskan semua ini impian?

iskandar
yogyakarta, november 1975


VII.
every step of looking for
every breath call
No singing in the beach
there are calls in the beach
I will take you from Ngadisuryan
gone somewhere
across seven continents
across the seven seas
I walked with
love the bright light ...

iskandar
Yogyakarta, november 1975

Translate

VII.
setiap langkahku mencarimu
setiap nafasku memanggilmu
didalam pantai ada nyanyian
didalam pantai ada panggilan
akan kubawa kau dari ngadisuryan
pergi kesuatu tempat
menyeberangi tujuh benua
melintasi tujuh samudra
aku berjalan dengan
sinar terang cintaku...

iskandar
yogyakarta, november 1975