3rd Indonesia Open Chess Championship 2013 (Ulasan Bagian II)

3rd Indonesia Open Chess Championship 2013 (Ulasan Bagian II)

Nawa607
Nawa607
Oct 18, 2013, 10:54 PM |
4
GM Surya Shekhar Ganguly: Sekondan Juara Dunia GM Viswanathan Anand, Langganan IOCC Sejak 2011 (Foto: chessdom.com)

Babak Kedelapan IOCC 2013 tidak banyak melahirkan perubahan posisi di papan atas klasmen sementara. GM Dreev masih terus melanjutkan dominasinya sebagai pemuncak klasmen dengan poin 6.5/8 setelah ditahan remis oleh GM Mareco. Sementara GM Mareco berbagi posisi dua dengan GM Moiseenko dan GM Ganguly dengan raihan poin masing-masing 6/8. Sementara itu GM Nigel Short dan GM Ivanisevic berbagi posisi tiga dengan lima pemain lainnya setelah sama-sama mencatatkan poin 5.5/8.

 

Empat pecatur Indonesia meraih hasil cukup baik hingga babak delapan usai setelah IM Dede Lioe, GM Megaranto, Ervan Mohamad, dan Rahman Masruri sama-sama mengoleksi poin 5/8. Babak ini merupakan momen yang istimewa untuk Ervan dan Rahman karena dengan torehan poin ini keduanya berhasil meraih norma Master Internasional. Di bagian putri, hingga babak ini WGM Sukandar Irine Kharisma memperbaiki posisinya dengan raihan poin 4.5/8 disusul WGM Warda Aulia Medina dengan koleksi poin 4/8.


Rahman Masruri (kanan): Meraih Norma Master Internasional di IOCC 2013 (Foto: blogspot.com)

Babak Kesembilan IOCC 2013 menyuguhkan permainan yang sangat menarik. Di papan satu GM Dreev (6.5/8) kembali bertemu GM Moiseenko (6/8) yang memberinya hadiah poin penuh di babak keenam. Di papan dua GM Ganguly (6/8) ditantang GM Igarza Renier Vazquez (5.5/8). Sementara GM Ganguly berhasil menaklukkan perlawanan GM Vazquez, GM Dreev ditahan remis oleh GM Moiseenko, dan dia harus rela berbagi posisi pertama klasmen dengan GM Ganguly dengan sama-sama meraih poin 7/9.


Beberapa pecatur Indonesia berhasil menorehkan hasil positif hingga babak ini. FM Anjas Novita yang hanya membutuhkan remis untuk meraih norma Master Internasional berhasil meraih kemenangan meyakinkan dan memberinya poin 5/9. GM Megaranto juga membukukan kemenangan dan kembali memimpin rekan-rekannya dengan raihan poin 6/9. GM H Ardiansyah yang sempat tercecer di babak-babak awal mulai merangkak naik dengan membukukan kemenangan dan memberinya raihan poin 5/9.


FM Anjas Novita: Merah Norma Master Internasional di IOCC 2013 (Foto: olimpbase.org)


Di Babak Kesepuluh, pemuncak klasmen GM Dreev (7/9) berhasil mengatasi tantangan IM Nguyen Duc Hoa (6.5/9) yang bermain sangat baik selama kejuaraan, dan membuatnya kembali memimpin klasmen sendirian dengan poin 8/10. Pada saat yang sama GM Ganguly (7/9) takluk di tangan GM Moiseenko (6.5/9) dan memaksanya harus bertukar tempat di posisi kedua dan ketiga di klasmen. Sementara itu GM Nigel Short masih belum bisa menembus posisi tiga besar dan harus rela berbagi posisi empat dengan GM Megaranto dan 11 peserta lainnya dengan sama-sama mengantongi poin 6.5/10.

 

Pemain Indonesia lain yang menorehkan hasil positif hingga babak ini adalah Ervan Mohamad dan Tumpak Sinurat setelah sama-sama membukukan poin 6/10. GM H Ardiansyah juga kembali mencatatkan kemenangan yang ketiga berturut-turut setelah mengandaskan WGM Warda Aulia Medina (5/9) dan berhasil memperbaiki catatan poinnya menjadi 6/10.


WGM Warda Aulia Medina: Harapan Baru Indonesia (Foto: chessdom.com)


Memasuki babak terakhir aroma rivalitas untuk berebut posisi tiga besar semakin menggelora, khususnya di antara para pemuncak klasmen sementara: GM Dreev (8/10), GM Moiseenko (7.5/10), dan GM Ganguly (7/10). Sementara itu, GM Nigel Short (6.5/10) juga tidak bisa dipandang sebelah mata karena bisa saja ia memberi kejutan dengan menembus posisi tiga besar di klasmen akhir. Di papan satu GM Dreev ditantang GM Gopal (7/10); di papan dua GM Moiseenko dihadang GM Nigel Short; dan di papan tiga GM Ganguly dites GM Batchuluun (6.5/10). Sementara itu, di papan tujuh, GM Megaranto (6.5/10) mencoba peruntungannya menembus tiga besar dengan meladeni IM Nguyen Duc Hoa (6.5/10).


Babak pamungkus pun akhirnya usai. GM Dreev ditahan remis GM Gopal, sehingga keduanya secara berturut-turut membukukan poin akhir 8.5/11 dan 7.5/11. GM Nigel Short memberikan kejutan dengan mengandaskan GM Moiseenko, sedangkan GM Ganguly ditahan imbang GM Batchuluun. Dengan hasil ini, juga hasil di beberapa papan lainnya, GM Dreev (8.5/11) memantapkan dominasinya di puncak klasmen akhir sekaligus mengukuhkannya sebagai Juara IOCC Edisi III 2013. Sementara itu sembilan orang Grandmaster dengan poin akhir sama 7.5/11 berebut posisi dua dan tiga. Berdasarkan perhitungan skor tie-break akhirnya GM Moiseenko (7.5/11) dan GM Nigel Short (7.5/11) secara berturut-turut dikukuhkan sebagai juara kedua dan ketiga IOCC 2013, sedangkan GM Ganguly (7.5/11) yang dalam dua edisi IOCC sebelumnya selalu berada di tiga besar, kali ini harus rela terhempas di posisi empat klasmen akhir.


 

GM Alexey Dreev (kiri): Juara IOCC Edisi Ketiga Tahun 2013 (Foto: chessdom.com)


Di antara para pecatur Indonesia, GM Megaranto meraih hasil positif setelah ditahan imbang di babak terakhir dan membukukan skor akhir 7/11 bersama dengan 10 pecatur lainnya. Sementara itu, GM H Ardiansyah kembali memberikan kejutan dengan meraih kemenangan keempat secara berturut-turut setelah menghempaskan GM Vazquez Igarza Renier (2602) dari Spanyol dan membuatnya mengoleksi poin akhir 7/11. Ini tentu saja merupakan performa yang sangat mengesankan bagi seorang Grandmaster gaek yang di babak-babak awal sempat tercecer di papan bawah klasmen. Di samping itu, IM Dede Lioe, IM Firman Syah Farid, WGM Irine Kharisma Sukanda, dan FM Deni Sonjaya juga berhasil memperbaiki torehan poinnya di klasmen akhir setelah membukukan poin 6/11.


GM H Ardiansyah (kanan): GM Gaek Yang Masih Bertaji (Foto: chessdom.com)


Berikut klasmen akhir IOCC 2013 (pecatur Indonesia dalam sorotan warna biru):

 


Secara keseluruhan IOCC 2013 berjalan cukup sukses. Kualitas turnamen pun tampaknya semakin meningkat. Hal itu bisa terlihat dari ketatnya raihan poin para peserta di klasmen akhir maupun di sepanjang kejuaraan. Salah satu hal yang menjadi sorotan para peserta, antara lain GM Nigel Short, adalah adanya babak dobel di mana peserta harus memainkan dua babak dalam sehari, dan hal itu dinilainya sebagai hal yang kurang baik untuk kebugaran peserta.


Dari penyelenggaraan IOCC 2013 ini juga tampak jelas bahwa regenerasi dan pembinaan catur nasional masih sangat jauh dari harapan. Di antara Grandmaster aktif saat ini kita hanya memiliki GM Susanto Megaranto sebagai tumpuan utama, sementara para pecatur yang bergelar Master Internasional kurang mendapat dukungan finansial untuk mengasah kemampuannya di kejuaraan internasional berkualitas. Alih-alih meraih norma Grandmaster, rating mereka pun terus tergerus karena jarang bertanding di turnamen berkategori FIDE. Bangsa kita rasanya tidak pernah kekurangan bakat-bakat catur terbaik namun kebanyakan bakat-bakat itu kemudian menguap karena jarang terasah di kompetisi yang ketat. Semoga ke depan akan ada lebih banyak turnamen internasional yang diselenggarakan di Jakarta atau di kota lainnya di Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada bakat-bakat catur terbaik yang kita miliki untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pecatur tangguh, sehingga mampu melanjutkan estafet emas percaturan nasional dari era GM Utut Adianto ke era-era emas yang lain di masa yang akan datang.


Game pilihan bisa dilihat di sini.


Ulasan Bagian I bisa dibaca di sini.


(Sumber: chessdom.com, inachess.com)