x
Chess - Play & Learn

Chess.com

FREE - In Google Play

FREE - in Win Phone Store

VIEW
Berhati-hatilah dalam Bertransaksi Hutang-Piutang dengan Teman Online

Berhati-hatilah dalam Bertransaksi Hutang-Piutang dengan Teman Online

Nawa607
May 20, 2014, 10:50 AM 63

Apa yang akan saya sampaikan ini adalah kejadian tidak menyenangkan yang benar-benar saya alami. Intinya, hingga saat ini saya merasa telah dibohongi dalam hal hutang-piutang oleh seorang teman online di Chess.com yang sebelumnya saya anggap sebagai teman yang sangat dekat. Setelah saya melakukan sedikit penelusuran, ternyata setidaknya ada 6 pengakuan yang menyatakan uang mereka telah dipinjam oleh teman Chess.com saya ini dengan nilai variatif mulai dari Rp200.000,-, Rp250.000,-, dan Rp500.000,-, dan hingga kini tidak ada kejelasan kapan uang-uang yang dipinjam itu akan dikembalikan. Teman Chess.com saya ini adalah orang yang sudah cukup lama di Chess.com, berusia dan berpembawaan dewasa, dengan username: K***b***s.

Saya sengaja menulis dan berbagi pengalaman saya ini dengan harapan bisa menjadi pelajaran berharga buat teman-teman lain untuk senantiasa berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya, khususnya yang melibatkan uang, sehingga kejadian yang dialami oleh saya dan beberapa orang itu tidak terulang kembali. Selain itu, blog ini juga ditulis untuk mengingatkan teman Chess.com saya itu untuk segera menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab kepada orang-orang yang telah membantunya selama ini, yaitu dengan segera melunasi hutang-hutangnya.

Anda boleh percaya dan menaruh respek pada seorang teman yang selalu santun dalam bertutur, selalu dewasa dalam berkata-kata, selalu menunjukkan kematangan dan kedewasaan dalam mengungkapkan pikiran. Namun, sebaik dan seindah apapun kemasan yang dia tunjukkan jika yang bersangkutan sudah mulai berbicara tentang topik "uang" (misalnya, meminjam uang, atau modus lainnya) sebaiknya anda berhati-hati dalam mengambil sikap. Jika anda seperti saya, bukan seorang dermawan yang banyak uang, sebaiknya anda segera mengambil jarak dan katakan "tidak", atau anda berpotensi kehilangan uang yang anda dapatkan dengan memeras keringat anda sendiri.

Sekitar awal September 2013, teman Chess.com saya yang selalu saya posisikan lebih dewasa dari saya dan selalu saya hormati itu mengemukakan niatnya untuk meminjam uang tunai (Rp. 250.000,-), dengan alasan untuk kebutuhan keluarga yang sangat mendesak. Dia berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam tempo kurang lebih satu bulan karena katanya dia sedang mengerjakan sebuah proyek yang menjanjikan honor yang lumayan. Karena saya merasa sebagai teman dekatnya dan selama ini saya merasa tidak melihat hal-hal aneh dari yang bersangkutan, saya pun memutuskan untuk membantu. Namun demikian, karena pada saat itu saya sedang tidak memiliki uang lebih, saya usahakan meminjam ke teman/saudara dan berjanji untuk mengambalikan sesuai dengan janji teman saya ini.

Waktu terus berjalan dan saat yang dijanjikan untuk pengembalian hutang saya pun berlalu. Namun teman Chess.com saya ini tidak bilang apapun tentang uang yang sudah dipinjamnya, dia juga tidak menyampaikan maaf karena belum bisa mengembalikan uang pinjamannya. Di sisi lain, saya mulai ditagih oleh teman/saudara yang uangnya saya pinjam untuk teman saya itu. Karena saya sudah terlanjur janji, akhirnya terpaksa saya lunasi sendiri pinjaman kepada teman/saudara saya itu. Beberapa bulan kemudian teman Chess.com saya ini memang akhirnya menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa melunasi hutangnya, namun yang membuat saya heran dan tidak habis pikir adalah permintaan dia untuk meminjam uang lagi, bahkan sebelum pinjaman sebelumnya dikembalikan sepeserpun. Tentu saja dengan tegas saya katakan tidak. Sejak saat itu pula persepsi saya tentang dia mulai berubah.

Selama saya menunggu teman Chess.com saya ini melunasi hutangnya, saya pernah mendapat informasi yang beredar di kalangan komunitas Chess.com yang biasa bertemu di darat yang menyebutkan bahwa ada orang lain selain saya yang diperlakukan persis sama oleh teman Chess.com saya ini. Sepertinya, dia melakukan semacam modus operandi yang hampir sama, yaitu pinjam uang, jangan bayar, lalu pinjam lagi, dan lupakan! Sejauh ini saya telah mencatat 6 pengakuan "korban" teman Chess.com saya ini dengan nilai pinjaman bervariasi mulai dari Rp200.000,-, Rp250.000,-, hingga Rp500.000,-, dan hingga kini tidak ada kejelasan kapan uang-uang tersebut akan dikembalikan. Selain itu, saya juga mencatat setidaknya 3 pengakuan "calon korban", yaitu mereka yang pernah dimintai pinjaman tapi tidak memberikannya karena alasan tertentu.

Jadi, masalah yang sebenarnya terjadi sepertinya bukan semata-mata urusan perdata tentang utang-piutang yang telah berulang kali jatuh tempo dan gagal bayar, tapi "patut diduga" ada "motif penipuan" karena dilakukan kepada banyak orang dengan modus yang hampir sama, dan uang pinjamannya sama-sama tidak pernah dikembalikan, dan hal ini "berpotensi" melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Saya berbagi pengalaman ini karena saya tidak melihat ada harapan lagi uang saya akan dikembalikan, dan saya tidak menginginkan hal sama akan menimpa orang lain. Oleh karena itu, sekali lagi saya berharap teman-teman yang berkenan membaca blog ini bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian dalam berinteraksi dan bertransaksi dengan orang-orang yang hanya kita kenal secara online, terutama ketika sudah melibatkan "uang", sekalipun anda merasa mereka telah menjadi teman yang sangat dekat dengan anda di dunia maya. Meskipun demikian, perlu saya tegaskan bahwa saya tidak bermaksud mengeneralisir bahwa semua teman online itu memiliki potensi "cacat moral" dan "cacat sosial" seperti itu. Harus saya katakan bahwa pengalaman yang menimpa saya ini semata-mata bersifat kasuistik.

Saya juga perlu tegaskan bahwa saya berbagi pengalaman ini berdasarkan fakta dan bukti yang bisa saya pertanggungjawabkan secara hukum.

Jika ada di antara teman-teman yang ingin mengajukan pertanyaan atau berbagi pengalaman yang sifatnya privat silahkan kontak saya via pesan Inbox.

Online Now