Cinta oh ... Cinta!

Cinta oh ... Cinta!

Pujakelana
Pujakelana
Dec 27, 2011, 9:45 AM |
3

Keunggulan dalam berkata-kata menciptakan kepercayaan diri, keunggulan dalam berpikir menciptakan sesuatu yang besar (nilainya), keunggulan dalam memberi menciptakan cinta --- Laotze 


Dalam cinta ada kepercayaan”, berucap Little Missy kepada Raffael.

Ada tujuh kata cinta: setia, kasih, sayang, rindu, percaya, jujur, dan sehati”, bersenandunglah Ashraff.Wink

Yah, begitulah, cinta mengungkap perasaan, hasrat, kerinduan, pengalaman atau konsep dalam kehidupan insani. Sangat biasa tetapi sekaligus luar biasa, nyata terasa dalam keseharian namun penuh misteri. Semua orang, mulai balita sampai manula, mengalami dan tahu (merasakan dalam batin) makna cinta.

Kadang kata cinta diucapkan dengan penuh perasaan yang mendalam, tetapi tak jarang pula diucapkan sekenanya tanpa dibarengi getaran sukma yang tulus.

Waktulah yang membawa popularitas kata cinta kepada penafsiran yang bias. Betapa kata cinta mengalir deras dalam lagu, sinetron, telenovela, bahkan iklan komersial, semisal: “Aku cinta Procol”, “Aku cinta buatan Indonesia”, “Hemaviton: untuk yang hidup dalam cinta”.

Begitu ruwet penggunaan kata cinta itu sehingga kadang menimbulkan pertanyaan: “Cinta itu baik, apa buruk? Harus, apa dilarang?

Anak-anak ditegur,”Jangan menonton film cinta-cintaan, kamu masih kecil!” tetapi juga ada suruhan,”Cintailah sesamamu!”. Walaupun kita disuruh mencintai sesama, alangkah celaka seorang lelaki yang kedapatan mencintai isteri orang lain. Padahal isteri orang lain juga termasuk sesama yang harus dicintai.Wink

Oleh karena itu ada baiknya kita memurnikan pemahaman tentang makna kata cinta berdasarkan silsilahnya agar tidak terjadi penyelewengan dalam menggunakannya.

Sesungguhnya kata cinta yang kita pelihara itu dipinjam dari bahasa Sanskerta. Kata cinta adalah turunan kata citta dan cipta yang secara harfiah berarti pikiran, maksud, hati atau budi. Sedangkan menurut filsafat berarti tempat kedudukan pikiran, kehendak, dan perasaan.

Secara praktis, dalam bermeditasi (yoga), seseorang menghadirkan nama atau rupa dewa-dewi pujaannya dalam cinta-citta-cipta-nya secara spiritual sehingga dia menuju pada kehilangan diri atau terlepas dari belenggu egonya.

Jadi bila kita menganut makna kata cinta yang sebenarnya, kalimat “I love you” berarti “aku menghadirkan nama atau rupa atau pribadi kamu dalam pikiran, kehendak, dan perasaanku sehingga kulepaskan diriku dari belenggu egoku”.

Cinta yang demikianlah yang membuahkan asih (Sanskerta) yang berarti berkah, dalam wujud kasih sayang, kebaikan, simpati, kebajikan atau kemurahan hati, yang diberikan kepada cintya (Sanskerta), yaitu dia yang dihadirkan dalam cinta.

Ternyata ... kata cinta itu begitu luhur. Lalu mengapa ada cinta yang dapat berubah menjadi benci?

Blogs