x
Chess - Play & Learn

Chess.com

FREE - In Google Play

FREE - in Win Phone Store

VIEW
Nasehat Guru: Percaya Diri

Nasehat Guru: Percaya Diri

Pujakelana
Feb 8, 2012, 7:33 AM 3
Mana bisa kamu lakukan itu!


Hanya si anu yang bisa melakukannya!

Bagaimana perasaanmu ketika mendengar ucapan itu?

Bila kamu sedang tidak berselera untuk beradu pendapat sekaligus merangkap sebagai orang yang mudah ditaklukkan, aku taksir kalimat itu serta-merta akan membekap hasrat dan mencopoti seluruh persendian tubuhmu. Luntur semangatmu untuk berhadapan dengan masalah tersebut dan tampaklah sosok orang yang kalah sebelum bertarung.

Lihatlah dirimu, benarkah tak ada sama sekali kamu miliki kekuatan fisik atau pengetahuan atau keterampilan?

Tak dapat ditampik, memang ada kalanya kamu menemukan beberapa orang yang terbiasa mencemooh alias meremehkan orang lain. Misalnya tentang hal berbicara, berpakaian, bergaul, mengerjakan sesuatu, bahkan dalam hal menjawab suatu masalah. Jangan terlalu percaya padanya, orang semacam itu belum tentu dapat melakukan sesuatu yang dicemoohkannya itu sebaik apabila kamu yang melakukannya. Oleh karena itu jalan terbaik buat kamu adalah mempelajari hal itu dengan teliti kemudian mencoba untuk menerapkannya. Tak perlu kecewa dengan hasil yang kurang begitu baik pada tahap mula, karena bila dikerjakan dengan tekun dan terus berlatih berulang-ulang hasilnya akan semakin membaik.

Orang lain boleh menilai apapun tentang hasil kerja kamu, tetapi munasabah bila kamu bangga atas sesuatu yang dapat kamu wujudkan berkat usahamu. Rasa bangga atas sesuatu yang bukan milikmu, bukan hasil usahamu, atau membangga-banggakan keberhasilan seseorang yang bukan dirimu sendiri, semua itu merupakan kepalsuan yang sempurna.

Sesungguhnya apa yang terjadi bila perihal itu kamu lepaskan begitu saja dengan menyerahkannya pada orang lain?

Mungkin dengan demikian kamu merasa terbebas dari kerumitan persoalan, tetapi kamu telah kehilangan pengalaman dalam menangani seluk-beluk persoalan tersebut. Dapat dibayangkan ketika hal serupa itu datang kembali, tidak tahu apa yang harus kamu lakukan selain menjerit: help me!

Percayalah, masyarakat manusia memiliki warna darah yang sama: merah! Darah berwarna biru memang pernah kutemukan, tetapi pada sejenis ulat berbulu. Sedangkan warna hijau adalah darah para aliens, itu pun masih dalam bentuk rekacipta ilmuwan.

Coba kamu resapi adanya kesamaan yang mendasar lainnya di antara kita. Bila kamu tetap menunda waktu untuk berbuat sesuatu, maka selama itu pula kamu akan berada di belakang. Relakah?

Sekarang juga angkat kepalamu, berhentilah menunduk dan melemah-lemahkan diri. Kuatkan hatimu, yakinkan bahwa bakat dan kemampuan ada pada setiap diri seseorang walaupun mungkin berbeda dalam tingkat atau jenisnya. Temukan, latih, dan kembangkan apa yang ada padamu.

Dalam kehidupan setiap orang tentu tidak dapat melepaskan diri dari bantuan orang lain, tetapi bila kamu selalu menitipkan diri untuk bergantung pada orang lain berarti kamu telah menjelmakan diri sebagai mayat hidup!

Percayalah pada apa yang kamu pikirkan seperti kamu percaya pada hatimu. Mulailah menunjukkan kemauan untuk berbuat sesuatu dengan percaya diri, untuk menyiapkan tatanan yang lebih baik dalam pribadi dan bangsa ini di masa mendatang.

Ora et labora!  Say 'no way' for NATO (Not Action Talk Only)!

 

Sumbawa (tanpa tanggal)

Online Now