x
Chess - Play & Learn

Chess.com

FREE - In Google Play

FREE - in Win Phone Store

VIEW
Surat untuk Lena Lugina Zahrani (3)

Surat untuk Lena Lugina Zahrani (3)

Pujakelana
Sep 3, 2011, 7:27 AM 0

"Suatu malam, beberapa temanku asyik bercanda sampai tak terkendali ketika salah seorang melempari kawannya dengan kain lap yang kotor dan basah. Airnya yang kotor itu menciprati pakaianku.
Aku pulang lalu mencopoti pakaianku. Kututupi bagian tubuh dari pusar hingga lutut dengan handuk. Aku berlari ke arah lemari pakaian tetapi lagi-lagi kudapati hal serupa. Tiga kanak-kanak perempuan sedang bermain di dekatnya. Mereka menggodaku dengan menjamah handuk sambil mengerubutiku, membuatku gelagapan.
Lemari belum lagi sempat kubuka, pakaian bersih belum terambil, ... mimpiku sudah berakhir."

Adakah makna mimpi itu bagiku, Lena?

Malam ini aku bersama dua ekor kucing yang merebah di teras, disapu sinar samar-samar. Kami termangu bersama, menatap malam, meresapi kesunyian.

Lena, di antara sesuatu yang tersembunyi adalah takdir. Kita meraba-rabanya, berusaha mendapatkan sesuatu yang didambakan. Tetapi, memang, realita tak selamanya sejalan dengan kehendak kita karena angin pun bertiup kadang tidak menurut kehendak perahu.

Sungguh tidaklah bijak mendamprat dengan rasa tak sudi terhadap setiap kesulitan yang datang. Tidaklah pula dengan berkhidmat-khidmat dalam keluh-kesah, walau aku merasa seperti menangkap angin.
Memang nyinyir juga bila mendapati keburukan sifat seseorang pada saat kita mengakui keburukan yang seperti itu ada pada diri kita.

Lena, mestinya aku seperti kamu yang sangat tabah dalam menekuni kesabaran, bahkan untuk sekali marah pun jarang mendapat kesempatan.
Wal akhir, adakah yang memilih hari bergayut mendung sepanjang waktu?
Esok atau lusa aku berharap langit cerah tiada berawan, siapa tahu?


                                                                               Sumbawa, 6 Januari 2003

Online Now