Aku Mencintai sekaligus Membencimu "Maya"

airhami
airhami
Dec 22, 2011, 11:16 AM |
4

Teknologi kian merambah kesuksesan bahkan sudah dapat merasuk sendi-sendi urat nadi kita. Sebagian dari kita mungkin juga tidak dapat lepas kesehariannya dari kecanggihan teknologi khususnya media komunikasi dalam hal ini lebih mengkrucut lagi adalah Internet atau Dunia Maya.

Bagi saya pribadi Internet sangat membantu dalam banyak hal, seperti mengirim / menerima Surat Elektronik, mencari informasi (browsing), chating, video conference, main game dan tentu banyak lagi hal lainnya yang bisa dilakukan melalui mahluk yang bernama Internet.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti persiapan rencana presentasi sebuah perusahaan media komunikasi ke salah satu instansi. Perusahaan tersebut ingin mengembangkan media komunikasi yang lebih efesien & murah. Alat atau media komunikasi tersebut menurut saya sangat canggih karena semua hal dapat terintegrasi hanya dalam satu alat tersebut seperti untuk dapat berselancar di dunia maya, menonton TV, nonton film-film dari zaman baheula sampai terkini, membaca buku, mendengar musik dan banyak hal menarik lainnya.

Selain canggih, futuristik yang lebih menggiurkan alat itu sederhana karena dapat dibawa kemana saja (hanya perlu bawa alat pendukung seperti komputer jinjing saja sudah bisa aksi) dan sistem yang terdapat didalamnya juga mumpuni. Alat tersebut saat ini sedang dalam percontohan di sebuah apartemen yang rata-rata para penghuninya sudah menggunakan. Para penghuninya juga tidak perlu repot-repot jika ingin belanja ke toko yang berada dibawah apartemen karena melalui alat tersebut tinggal 'klik' maka dapat memilih apa yang mau dibeli & tidak lama kemudian barang pesanannya pun diantar (hebat ya).

Saat ini rencana pengembangan sayap alat tersebut adalah menjadi media komunikasi yang membantu daerah-daerah dipelosok seperti agar masyarakatnya dapat melek internet, dunia pendidikan (mengajar & belajar jarak jauh), dunia kesehatan (konsultasi penyakit dengan petugas medis / dokter - early detection) dan lain-lain.

Canggih, hebat, congratulation, mabruk.. semua hal bisa sangat mudah dengan kemajuan teknologi & jika semua hal dapat 'disederhanakan' sedemikian rupa maka tidak perlu kita 'cape-cape' lagi untuk menggapainya kan, hanya dengan klik-klik lalu selesai semua.

Namun ada sisi lain yang mengganggu saya yakni jika hampir semua hal dapat dilakukan hanya melalui media dunia maya, maka kemungkinan besar rasa keterbergantungan kita akan tinggi, menjadi merasa nyaman, sehingga hal-hal yang semestinya dilakukan secara dunia fisik jadi terlupakan. Ya hal tersebut mungkin ini hanya terjadi kepada saya seperti hanya menyapa teman hanya melalui chating & sms namun sudah sangat jarang untuk berkunjung kerumahnya.

Saya jadi teringat permasalahan globalisasi, dulu pernah saya mendengar para pengamat disini bilang bahwa kita belum siap untuk menghadapai era globalisasi karena ini itu ini itu. Namun tanpa disadari sebenarnya dunia maya adalah globalisasi yang juga tanpa batas, tiada sekat bahkan sudah menjadi kebutuhan primer. Entah hal itu bisa disebut terglobalisasi atau mengglobalisasikan?

Moderen, kata itu yang sering disebut kita jika ada hal yang canggih dan menggunakannya. Tapi saya tetap ingin melakukan cara yang tradisional. Biarlah dianggap kampungan, karena saya merindukan hal seperti ketika dulu Ibu saya mengajak berbelanja ke pasar yang becek, penuh orang-orang dengan peluh yang deras, anak-anak yang menjajakan kantong plastik dan lain-lainnya. Rindu saya akan berkunjung ke rumah saudara atau teman sambil saling membawa makanan dari rumah untuk disantap bersama, rindu untuk mengunjungi guru-guru untuk mendapatkan pelajaran tambahan atau sekadar mendengarkan cerita penuh hikmah.

Bu, aku rindu engkau untuk memelukku sambil menceritakan dongeng pengantar tidur kembali. Bu, maafkan anakmu ini yang sekarang hanya dapat menyapamu lewat jarak jauh. Bu, doakan aku agar bisa membahagiakanmu walau aku tahu tanpa aku minta Ibu selalu mendoakan, karena ketika aku menulis ini aku merasakan getaran yang tidak dapat diungkapkan dalam kata ataupun laku.