Gelar Perdana!

kamabarus
kamabarus
May 22, 2014, 10:46 AM |
11

Mendapatkan gelar merupakan cita-cita yang sangat diharapkan dalam kehidupan ini. Baik gelar dalam bidang pendidikan formal maupun non-formal.

Empat tahun yang lalu, untuk dapat menyekolahkan anak hingga kejenjang tertinggi merupakan teka-teki bagi diriku. Mampukah aku untuk menyekolahkannya? Sementara perekonomian aku sendiri compang-camping. Aku Cuma berpesan padanya, jika Ratih bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri, papa akan berusaha semampu papa untuk membiayai kuliahmu hingga sarjana.

Takdir membawa Ratih diterima di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Putriku mengikuti jejakku kuliah di USU hanya bedanya aku kuliah di Fakultas Pertanian.

Aku percaya kepada kemampuan putriku, aku menyarankan agar Ratih mencari info mengenai beasiswa. Alhamdulillah di tahun kedua, putriku menerima beasiswa sebesar 4 jt rupiah per tahun, sementara uang kuliahnya 1,5 jt rupiah/tahun. Artinya putriku mempunyai saving 2,5 jt rupiah pertahun. Ditahun ketiga, aku tidak mampu lagi menanggung biaya hidupnya, untung keluarga di kampung berkenan untuk menanggung kekuarangan untuk biaya hidupnya.

Tahun-tahun dilaluinya dengan baik, kuliah lancar dan hasil ujian pun sangat memuaskan, malah pernah dia mencapai IP 4! Hasil-hasil inilah yang membuat harapan besar kami untuk melihat dia berhasil dan….. ujianpun datang!

Diakhir kuliahnya, perekonomian aku betul-betul hancur, tidak ada lagi supply dana ke putriku bantuan dari kampung juga sudah terbatas. Bulan Februari 2014, Ratih akan membayar SPP nya yang terakhir sebesar 750 rb. Dana beasiswa sudah diterima di bulan Desember 2013 sebesar 2 jt rupiah. Tetapi karena supply tidak ada dan aku menyarankan untuk menggunakan dana beasiswa dulu menjelang aku ada dana untuk membayar SPPnya. Namun meleset, dana yang aku janjikan tidak kunjung terkumpul. Jika bulan ini tidak membayar SPP maka Ratih akan memasuki masa vakum artinya akan ada penambahan waktu selesainya 6 bulan lagi!

Galau! Aku pernah membaca threadnya bung am_fadli yang membuat aku sangat terkesan. Berikut cuplikannya :

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.

Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya, kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. more detail

Kisah ini berkesan mendalam dihatiku. Aku coba meminjam dari  tetangga satu ke tetangga yang lain. Kadang aku menerima jawaban keuangan kita juga sama-sama tidak ada, kadang malah tidak dibukakan pintu malah. Yang mengharukan adalah tetangga persis di sebelah rumah menyatakan, dana 200 rb ini adalah hadiah, dan tidak usah dipikirkan untuk mengembalikannya. Saya ikhlas memberikannya dan mengharapkan Ridho dari Allah semata. Subhanallah…

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Dari 2 orang tetangga lagi, aku dapat pinjaman 300 rb dan 200 rb dan berjanji akan mengembalikan dalam waktu 1 bulan. Dengan menambah 50 rb lagi, akhirnya SPP terkahir bisa kulunasi pada hari terakhir tanggal 13 Februari 2014 pukul 12.00 WIB!

Bulan depannya tidak ada perbaikan signifikan perekonomian aku, malah dihadapkan pada kebutuhan putriku untuk menghadapi ujian skripsi dan butuh biaya 1 jt rupiah lagi jika tidak maka wisuda akan terlambat 3 bulan kedepan artinya biaya akan terus keluar. Sementara bila putriku bisa menyelesaikan tentu sudah bisa kerja untuk memenuhi kebutuhannya.

Kembali aku pinjam ke tetangga dan Alhamdulillah saya memperoleh kumudahan, 2 orang tetangga lagi memberikan pinjaman masih-masing 200 rb dan syukur aku dapat job diluaran sehingga dana untuk ujian skripsipun terkumpul! Sama juga aku berjanji untuk mengembalikannya dalam sebulan.

Berhubung, aku tidak bisa mengembalikan tepat waktu, aku juga memberikan konfirmasi bahwa aku belum bisa mengembalikan dan syukur tetangga mau memberikan kelonggaran. Terima kasih atas kesabarannya. Semoga Allah memberikan banyak kemudahan kepada bapak-bapak.

Allah memberikan ujian kepada hamba-hambanya dengan berbagai macam ujian. Akhir  tahun yang lalu aku meminjam 250 rb kepada sahabat baik namun,sahabatku hanya punya dana 200 rb dan syukur sangat bermanfaat sekali menjelang aku dapat dana dari usaha lain. Aku juga mengkonfirmasi untuk belum bisa membayar bulan depannya. Aku coba meminjam lagi untuk kebutuhan dana sekolah putriku namun, beliau tidak bisa memberikannya karena perlu dana untuk rumah kontrakannya.

Aku selalu berharap kepada Allah, semoga ujian-ujian yang aku terima dapat mengurangi dosa-dosaku dimasa lalu, semoga…..

Selamat nak, kau telah membuat papa bangga dengan meraih hasil Cumlaude dengan IPK 3.79! Kembalikan marwah papa! Papa sandarkan harapan padamu nak untuk bisa membantu adik-adikmu meraih cita-citanya! Papa juga tidak tahu apakah papa bisa menghadiri hari bahagia Wisudamu nanti tanggal 2 Juni 2014. Doa kami selalu menyertaimu nak….. aamiin…….

Ratih Damara Barus, SH