Open Chess Tournament Walikota CUP I Pekanbaru 2013 Has Started!

kamabarus
kamabarus
Nov 30, 2013, 7:19 AM |
8

Liputan Exclusive

Pagi ini tepat pukul 09.00 WIB bertempat di Gedung Arsip Perpustakaan Wilayah Riau, berlangsung Opening Ceremony Open Chess Tournament Walikota CUP I Pekanbaru 2013. Walikota Pekanbaru  H. Firdaus S.T., M.T berkenan hadir untuk membuka secara resmi dengan mengucapkan “Bismillahi Rahmani Rahim”.

“Dalam sambutannya Firdaus menyatakan banyak hal-hal positif dalam catur yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti pemahaman strategi, sportifitas dan semangat juang dalam meraih tujuan hidup”

“Sebagai informasi tambahan bagi para pecatur yang baru pertama sekali ke Pekanbaru, Firdaus menyatakan bahwa luas Kota Pekanbaru lebih kurang 636 km persegi sama luasnya seperti DKI Jakarta dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa pada pagi hari dan 1 juta jiwa pada malam hari dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,5% untuk kelahiran dan 2,7% untuk pendatang yang berasal dari belahan bumi nusantara”.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang melebihi rata-rata yakni sebesar 9% pertahun menjadikan Pekanbaru menjadi idola baru bagi pendatang” tambahnya lagi.  Hadir juga pada acara tersebut Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru, Ketua Umum Pengprov Percasi Riau dan para undangan.

Sebelumnya dalam kata sambutan Ketua Umum Percasi Kota Pekanbaru Rudi Antonius Sinaga menyatakan bahwa Even ini diikuti oleh 186 peserta termasuk dari Papua serta diikuti oleh Master International dari Uzbekistan yang baru-baru ini memenangi Open Turnamen Catur Maranatha di Bali.

Terdiri dari 60 peserta bergelar MN, FM, MI dan Grandmaster, 83 peserta Non Gelar dan 43 pecatur Junior yang terdiri dari 25 pecatur pria dan 20 pecatur wanita! Jadi diharapkan para generasi muda nanti dapat berkiprah ditingkat nasional maupun internasional harapannya lagi. 3 Grandmaster yang ikut ambil bagian dalam Turnamen ini : Susanto Megaranto, GM, Cerdas Barus (saudara saya J) dan H. Ardiansyah, GM. Tirta Chandra P, MI yang memiliki Rating tertinggi kedua dalam Turnamen ini juga ikut berpartisipasi. Tirta CP, MI memiliki rating 2540.

Kehadiran MI Jdurabek tidak terlepas dari andil rekan kita Hardian Anwar, MN yang juga mengikuti Open Turnamen Catur di Bali. Hardian menawarkan Djurabek untuk mengikuti turnamen di Pekanbaru apalagi jarak singapura dan Indonesia tidak terlalu jauh. Djurabek memilih untuk tinggal di Singapura dalam menekuni debut catur internasionalnya. Sebagai informasi tambahan, Hardian Anwar menduduki tempat ke-7 artinya masuk dalam sepuluh besar Even International.

Opening Ceremony ditutup dengan pertandingan eksebisi antara,  Djurabek Khamrakulov, MI  vs Susanto Megaranto, GM. Untuk kali pertama saya menyaksikan secara langsung favorit juara dalam Turnamen Catur International dalam catur kilat 5 menit. Wow sungguh mendebarkan, begitu dekat begitu nyata (seperti iklan Telkomsel saja nih).

Pertandingan berakhir remis, Djurabek menyisakan waktu 8 detik lagi sementara Susanto menyisakan 28 detik lagi. Permainan menyisakan Menteri, Gajah (Djurabek)  vs Menteri Kuda (Susanto) dengan pengulangan langkah 3 kali. Susanto secara sportif menawarkan remis lawan tidak memanfaatkan kemenangan waktu yang cukup signifikan. Sportif!

Technical Meeting

Pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan Technical Meeting yang dipimpin langsung oleh Instruktur Pertandingan dari Jakarta Irwansyah Sinuraya.  Dalam penyampaiannya Irwansyah menyatakan bahwa Open Turnamen Catur Walikota CUP I Pekanbaru termasuk Turnamen Catur Kategori 3 Nasional.  Hal utama yang menjadi syarat adalah jumlah peserta sudah mencapai 180 lebih dan juga harus dipimpin  oleh Instruktur Pertandingan yang berasal dari PB Percasi.

Hal yang membanggakan lagi adalah Turnamen ini juga termasuk Kelas Turnamen Bintang 5 dimana hadiah yang disediakan lebih dari 100 juta rupiah! Wow sekali lagi! Percasi Pekanbaru emang bikin bangga! Dalam Agenda PB Percasi bahwa Provinsi yang bisa menyelenggarakan Turnamen dengan jumlah hadiah lebih dari 100 juta rupiah secara otomatis akan diikut sertakan dalam Liga Catur Tingkat Nasional yang akan diikuti oleh 12 Provinsi terpilih.  Setau saya Palembang juga pernah mengadakan Turnamen yang sama dengan jumlah hadiah lebih dari 100 juta rupiah.

Hal-hal yang menjadi pertanyaan adalah yang menyangkut non teknis pertandingan diantaranya adalah fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Panitia.  Untuk pemain bergelar MF, MI dan GM mendapat fasilitas pengingapan, konsumsi dan transport.  Hanya inilah kesanggupan panitia dalam menjamu para tamu khusus yang hadir.

Satu hal lagi adalah, pemain Non-Master yang berprestasi dalam Turnamen ini akan memperoleh gelar Norma Master. Pemberian gelar norma ini bukan berdasarkan point yang dicapai oleh peserta tetapi adalah berdasarkan kemenangan atas lawan-lawan yang bergelar Master Nasional atau yang lebih tinggi, sesuai dengan aturan FIDE. Artinya Peraturan Pertandingan Open Turnamen Catur Walikota CUP I Pekanbaru 2013 sepenuhnya mengikuti Peraturan FIDE!

Sebagai penutup kata : “Bagaimana dengan presetasi Pecatur Pekanbaru sendiri?” Bagi rekan-rekan yang punya waktu silahkan kunjungi http://www.percasipekanbaru.com. Saya teringat dengan pernyataan Hardian, Hardian lebih mengagumi bakat jurnalistik saya dibandingkan kemampuan saya dalam bermain catur :( Gens Una Sumus