2 John (Pidato Konggres)

tesasembiring
tesasembiring
Mar 3, 2015, 5:30 PM |
2

Mentri sekertaris negara Amerika Serikat John Kerry pada minggu mencoba menenangkan tensi dengan Israel sebelum Perdana mentri Israel Benyamin Netanyahu berpidato di depan konggres Amerika atas undangan yang bernama John juga tapi nama lengkapnya John Boehnen ketua DPR dari partai republik untuk mempertanyakan keuntungan dari pemerintahan Presiden Barack Obama yg mengadakan kerjasama dengan Iran.

John Kerry adalah seorang penantang mantan presiden George W Bush pada era pemerintahan Bush ke dua dan ia juga pentolan Demokrat dan juga ahli atau dekat dengan Iran. Sementara John Boehnen adalah pentolan Republik yang anti Iran terlebih dengan senjata Nuklirnya. Mereka berbeda walaupun mungkin orang tuanya dulu menginginkan mereka dengan tujuan yang sama dengan memberi nama John diawal depan namanya supaya menjadi sama seperti "John the Baptiste" yaitu sebagai pembuka jalan di dalam Bible.

Dalam rangka misi akan berbahayanya senjata Nuklir bersenjata Iran, Netanyahu telah tiba di Washington (ibukota Amerika) untuk membuat pidato di depan konggress Amerika yang di tolak oleh gedung putih.

John Kerry bilang dalam suatu wawancara sebelum ia tiba di Swiss silahkan saja Netanyahu membuat pidato di depan konggress  asal pidatonya tidak akan menjadi bola liar di depan gawang.

Ia juga menambahkan Israel aman atas perjanjian nuklir Iran yang saya buat pada tahun 2013, seperti ia gambarkan "suatu perjanjian standar yang akan dibuat untuk Nuklir bersama Iran".

"Kami mencoba apakah diplomasi ini bisa mencegah senjata Nuklir yang akan dibuat,jadi tidak perlu akan adanya perang frontal dengan Iran". "Harapan kami supaya diplomasi bisa berhasil. Dan saya percaya meberikan suatu usaha diplomasi akan lebih baik untuk masa depan nantinya".

Netanyahu akan memberikan alasannya atas ketidak setujuan diplomasi atas Iran yang di lakukan oleh pemerintahan Presiden Barack Obama pada hari Selasa di depan Konggress Amerika.

"Kami di kesini bukan untuk menyerang pemerintahan Brack Obama yang sangat kami hormati" kata penasehat Netanyahu yang tidak mau menyebut namanya. " Perdana mentri Netanyahu ke sini hanya untuk memperingatkan USA ke depan akan bahaya yang mengancam dunia atas nuklir Iran bila kesepakatan dengan Iran tercapai".

Pidato Perdana mentri Israel Benyamin Netanyahu juga menghebohkan di Israel sendiri dimana Netanyahu akan mencoba terpilih kembali pada pemilu 17 Maret 2015 nanti.

Abraham Tesa Sembiring di Jakarta. Rabu, 1 Maret 2015