Israel Sebut pelajar Hamas di latih di Malaysia

tesasembiring
tesasembiring
Apr 30, 2015, 6:09 PM |
0

TELAVIV, - Badan intelijen Domistik Israel, Shin Bet, menyebut Hamas melatih pelajar Palestina di Malaysia sebagai bagian dari sayap militer organisasi itu. Shin Bet mengatakan para pelajar itu nantinya akan beroperasi secara terselubung setelah kembali ke Tepi Barat. Tahun lalu Israel menyatakan bahwa Hamas memberikan pelatihan paralayang kepada anggotanya di Malaysia-klaim yang dibantah Malaysia.

Tudingan itu muncul dalam surat dakwaan yang diajukan pada 18 Maret lalu di pengadilan militer Yudea terhadap warga Hebron, Wassem Qawasmeh, 24 tahun, yang di tuduh aktif dalam Hamas serta melakukan kontak dan menerima uang dari pihak musuh. Qawasmeh ditangkap pada 13 Februari lalu di jembatan Allenby setelah kembali dari Malaysia melalui Yordania.

Menurut Shin Bet, orang Hamas di Malaysia secara aktif merekrut pelajar Palestina yang sedang belajar di sana untuk latihan militer. Setelah pelatihan, mereka di kirim untuk mendirikan jaringan militer di tepi barat, bertindak sebagai utusan antara daerah itu dan negara-negara asing, serta melaksanakan transfer rahasia dana untuk memenuhi kebutuhan Hamas.

Menurut Shin Bet, Qawasmeh menjalin hubungan dengan Hamas melalui asosiasi mahasiswa di Universitas Islam di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Selama dua tahun ia bekerja untuk asosiasi amal Hamas dan pada Desember 2013 direkrut oleh Mustafa Najam, aktivis senior Hamas di negara itu, untuk bergabung dengan Al Ikwan Muslimin.

Qawasmeh diambil sumpahnya oleh Ma'an Hatib dan Radwan al-Atrash, pejabat senior Hamas di Malaysia. Shin Bet menyebut Hatib sebagai orang yang "bertanggung jawab di Malaysia untuk bagian luar negri Hamas".

Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan sering menyatakan mendukung Hamas. Perdana mentri Malaysi Najib Razak mengunjungi Gaza pada Januari 2013. Mentri dalam negri Malaysia, Datuk Seri Ahmad mengatakan Malaysia tidak pernah memiliki kerja sama dengan Hamas atau kelompok-kelompok lainnya selain dalam soal diplomasi,perdagangan dan budaya". Malaysia juga mendukung kuat rakyat Palestina baik secara moral maupun melalui bantuan kemanusiaan. Ini mungkin menyebabkan ketidak puasa sebagian Israel".-kata Zahid. Note : baru-baru ini ada konferensi Asia-Afrika Bandung-Jakarta 60 tahun KAA perdana mentri malaysia Najib juga hadir, hasilnya mendukung langkah kongkrit untuk Palestina ( headline koran tempo).

Abraham Tesa Sembiring di Jakarta (1 maret 2015)