LUKSEMBURG UNTUK HAMAS

tesasembiring
tesasembiring
Dec 29, 2014, 6:16 PM |
0

 Luxemburg menjadi negara pergunjingan di Eropa atas adanya banyak rekening-rekening hitam dan sekarang mereka mendukung Hamas (Palestina)

 Pengadilan Uni Eropa memutuskan Hamas harus dikeluarkan dari daftar organisasi teroris karena alasan teknis.

Perdana mentri Israel Benyamin Netanyahu kesal karena pengadilan umum uni eropa di Luxemburg menyatakan hamas harus dikeluarkan dari daftar organisasi teroris. Sedangkan di Jenewa, Uni Eropa minta Israel di investigasi dalam hal kejahatan perang. " Hari ini kita menyaksikan contoh kemunafikan Eropa yang mencemaskan," kata Bibi-panggilan Benyamin Netanyahu- seperti dilaporkan LA Times,17 Desember 2014.

Pengadilan menganggap perlu bukti lebih kuat tentang kebenaran Hamas sebagai organisasi teroris hanya dilapori laporan dari media massa,bukan bukti yang dikumpulkan otoritas berkompoten.

Bagi Palestina kabar itu merupakan kambar gembira diakhir tahun. Wakil pemimpin Hamas,Moussa Abu Marzouk,menyambut baik putusan pengadilan tersebut. "ini kemenengan untuk semua pendukung kebebasan melawan penjajah,"ujarnya.

Israel meng Klaim Hamas kerap menincar warga mereka dengan roket. Mereka juga menuduh kelompok itu menggunakan "perisai manusia" karena menyerang balik Israel dengan roket dari sekolah-sekolah dan area berpenduduk padat. Pengkategorikan Hamas senagai organisasi teroris dilakukan Uni Eropa bersama Amerika Serikat dan Israel setelah serangan teroris pada 11 September 2001 di Amerika.

Uni Eropa belum menentukan langkah lanjutan pasca putusan pengadilan Luxemburg. " Ini putusan hukum pengadilan berdasarkan ranah prosedural. Kami akan mempelajari ini dan memutuskan respon yg tepat," kata jutu bicara Uni Eropa Maja Kocijancic. Pengadilan memberi waktu dua minggu bagi Uni Eropa untuk mengajukan permohonan banding atas putusan ini. Selama belum naik banding pejabat Uni Eropa dilarang berurusan dengan Hamas,begitu pula sebaliknya. Ini berarti pendanaan Hamas yg berada di Uni Eropa sementara tetap dibekukan.

Amerika juga tak berpengaruh atas putusan tersebut. Juru bicara kementrian Luar negri Amerika Jen Psaki mengatakan tak peduli Uni ERopa naik banding atau tidak negaranya akan tetap mengkategorikan Hamas sebagai kelompok teroris. " Kami yakin Uni Eropa harus tetap menyebut Hamsa organisasi teroris."

Matthew Levitt, Direktur program stein untuk organisasi terorisme dan intelijen washington Institute,menyebutkan kasus kriminal yg dibesar-besarkan atas nama hamas telah terbuka dikalangan anggota Uni Eropa dalam beberapa tahun belakang ini. Namun menurut dia Uni Eropa mungkin akan kembali memasukkan Hamas ke daftar teroris untuk menjaga prospek perdamaian dan stabilitas timur tengah.

Hamas memenangi pemilu di jalur Gaza Palestina pada 2006.