x
Chess - Play & Learn

Chess.com

FREE - In Google Play

FREE - in Win Phone Store

VIEW

Negara Kuburan

tesasembiring
Dec 3, 2014, 5:35 PM 0

Anggota parlemen Perancis dijadwalkan mengadakan voting untuk status negara Palestina untuk menjadi negara pada hari selasa, sebagai suatu simbol gerakan yg tidak akan mempengaruhi secara cepat dalam politik luar negri Perancis tetapi para pendemo sudah tidak sabar lagi mengenai proses perdamaian antara Israel dan Palestina yang sedang macet.

Ketika banyak negara berkembang sudah mengakui atas negara Palestina,negara-negara eropa barat justru sebaliknya, mereka mendukung atas Israel dan Amerika Serikat yg mengatakan status negara Palestina harus melibatkan Israel sendiri.

Negara-negara eropa telah frustasi dengan Israel, dimana sejak hancurnya proses perdamaian dengan melibatkan Amerika serikat pada bulan april lalu yg merencanakan membangun kesepakatan wilayah dan bukan status negara.

Pemerintah Palestina menyatakan negosiasi telah gagal dan tidak ada jalan lain kecuali untuk membentuk negara.

Pada bulan Oktober, Swedia menjadi negara besar eropa barat pertama yg mengakui Palestina sebagai negara tetapi Spanyol,Inggris dan repuplik Irlandia belum.

Pada suatu wawancara di harian "Les Echos" pada hari selasa, perdana mentri Swedia Stefan Loften menyatakan pembelaanya.

"apa lagi yg bisa dikatakan berhasil dalam rencana sekarang ini?" Lofven bertanya sendiri. "sekarang waktunya melakukan sesuatu yg lain. Kami mengingini sedikit keseimbangan antara dua partai ini (Israel-Palestina).

Israel benar-benar marah atas gerakan ini dan Perdana mentri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan ats setujunya Perancis atas status Palestina sebuah "kesalahan kuburan".

Gerakan ini dibuat atas gerakan kiri yg sedang berkuasa di Perancis dan juga beberapa partai konservativ di Perancis untuk mengalihkan masalah dalam negri Perancis.

Sehari sesudah Voting, mentri luar negri Perancis menyakan pemerintah tidak akan terikat dengan voting ini (ini bisa berubah). Tetapi Fabius juga bilang "status quo" juga tidak bisa diterima dan Perancis akan mengakui negara Pelestina bila proses perdamaian tidak gagal.

Dia menambahkan 2 tahun paling lama membangun lagi proses perdamaian antara Israel-Palestina. Paris bekerjasama dengan Jerman, Inggris bilamana ada teks yg bisa di percaya atas pemisahan atas orang Palestina di kedepankan oleh pemerintah Palestina.

Voting di Paris dilakukan pada jam 16:00 GMT telah mendorong pemerintah untuk memperhatikan masalah ini lebih utama dati yg lain.

Perancis adalah negara terbesar Yahudi dan Muslim di eropa, dan bisa membuat tinggi rendahnya tensi di timur tengah.

Anggota DPR Perancis dari sayap kanan mengkritik sosialis atas pengakuan ini untuk merebut suara muslim yg kecewa atas berdirinya undang-undang perkawinan sesama jenis pada tahun kemarin. Dan Presiden Hollande jelas sekali mendukung keterlibatan Israel atas Gaza.

Tesa Sembiring 4 Desember 2014.

Online Now