Suriah sebagai penyangga

tesasembiring
tesasembiring
Dec 10, 2014, 6:16 PM |
0

Suriah (Aram) menuding jet-jet tempur Israel mengebom area dekat Bandara Internasional Damaskus dan kota Dimas,tak jauh dari perbatasan Libanon,Minggu (7/12). Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam serangan itu,tetapi berdampak kerusakan parah di lokasi pengeboman.

Tidak ada tanggapan langsung dari Israel atas tuduhan itu. Sejak konflik Suriah muncul Maret 2011, Israel telah melancarkan beberapa serangan udara di Suriah. Mereka menarget sistem senjata canggih, termasuk rudal anti pesawat buatan Russia dan rudal buatan Iran yang mereka yakini bakal berpindah tangan ke Hezbollah (Lebanon),musuh besar Israel. Kembali kesejarah Bible Israel (Yakub) membuat perjanjian dengan Laban (Syria) agar tidak perang.

Israel tak pernah mengonfirmasi serangan2 itu. Kubu oposisi Israel menuduh serangan kali ini sebagai kampanye Perdana Mentri Benyamin Netanyahu yg telah terpilih tiga kali jelang pemilu dini.

Militer Suriah menyatakan,Israel tengah membantu oposisi mendongkel Presiden Bashar Al-Assad. " Ini agresi langsung oleh Israel yg dilancarkan untuk membantu para teroris di Suriah setelah pasukan bersenjata kami merebut kemenangan penting di Deir Azzor,Allepo dan tempat -tempat lain,"kata militer Suriah.

Harian Lebanon, Al-Akhbar, yang pro Hezbollah mengakui serangan Israel telah menghancurkan upaya terciptanya perimbangan kekuatan strategis antara Hezbollah dan Israel yang menghancurkan gudang senjata Hezbollah antara lain rudal anti pesawat S-300 buatan Russia di dalam gudang tersebut.

Kantor berita Suriah SANA melaporkan kementrian luar negri Suriah meminta Ban Kii Moon menjatuhkan sangsi kepada Israel yg telah melakukan kejahatan yg keji atas kedaulatan Suriah.

Dalam konflik di Suriah Israel berusaha tidak terlibat. Mei 2013 juga melancarkan serangan dekat Damaskus, pada waktu itu Israel menarget mencegah pengiriman rudal-rudal Fateh-110 Iran ke Hezbollah.

Terkait serangan itu Oposisi Israel menyatakan Netanyahu berusaha membakar timur tengah untuk menjamin kemenangannya yg di jadwal Maret 2015.

Televisi Israel Channel 2 melaporkan oposisi mengaitkan serangan di Damaskus itu dengan gagalnya Netanyahu membentuk pemerintahan pengganti dari pemerintahan yg bubar pekan lalu.

Anggota DPR Faritz Essawi menyatakan "Netanyahu selalu menutupi kegagalan dengan manuver di kebijakan politik luar negri. Dari Partai buruh Moshe Mazarahi menambahkan setiap menjelang pemilu selalu muncul permasalahan yg kompleks.

Abraham Tesa Sembiring di Jakarta