x
Chess - Play & Learn

Chess.com

FREE - In Google Play

FREE - in Win Phone Store

VIEW

Voting Perancis untuk negara Palestina

tesasembiring
Nov 29, 2014, 2:19 AM 0

Anggota DPR (lawmakers) akan membuat voting (pemungutan suara) secara simbolis pada tanggal 2 Desember 2014 untuk status negara Palestina untuk mengetahui sikap dari negara Perancis. Hal ini sangat penting dimana keturunan Abraham adalah yg di Israel (Eretz Israel),bermata biru seperti Italia Utara (mostly Abraham ancent) dan seluruh Perancis adalah keturunan Abraham. Setelah Swedia mengakui (bermata biru) atas status negara Palestina ini juga keturunan Abraham yg sangat mengejutkan dunia Perancis mencoba mengadakan Voting yg sama dan sangat penting untuk Israel sendiri dan dunia mengenai keturunan Abraham. Kalau Swedia tdk mengejutkan karena Osama Bin Laden pernah belajar di Swedia tapi Perancis adalah tempat dirawatnya Yasser Arafat. Hal ini sangat menarik mengenai hasilnya nanti.

"Kami siap atas semua hasil" kata Laurent Fabius (mentri luar negri Perancis) kepada parlemen.

Sekarang ini parlement Perancis didorong uleh banyak politikus mengenai masalah ini.

Pada suatu survey bernama IFOP menunjukkan hasil 63 prosen dukungan warga perancis terhadap negara Palestina.

Fabius melalui asistennya bilang hasil itu tak akan mengubah kebijakan politik luar negri Perancis tapi dia bilang setelah Swedia,Inggris,Irlandia,dan Spanyol melakukan voting ia tidak akan meremehkan atas konflik Israel-Palestina yg sekarang Palestina di perintah oleh Hamas yaitu garis keras.

" Perlunya dukungan atau juga tekanan dari komunitas Internasional untuk membantu kedua belah pihak membuat kesepakatan final untuk perdamaian"kata Fabius.

Orang-orang Palestina tidak punya negara atas di dudukinya West Bank oleh Israel dan juga di bloknya jalur Gaza dengan Jerusalem timur sebagai ibukota Palestina pada perang 1967.

Usaha terakhir adalah solusi dua negara yg hancur pada April lalu yg mana adanya kerjasama Fatah dengan Hamas.Orang2 Palestina tidak mempunyai banyak pilihan dikarenakan belum adanya pengakuan status negara oleh Eropa.

Fabius bilang kami akan mencari solusi paling lama dua tahun bersama dengan PBB. Dan yg penting kita harus membuat rencana dan tanggal yg pasti dalam memecahkan conflik ini.

Perancis tidak mengategorikan Palestina sebagai negara tapi telah mendukung keanggotaan Palestina dalam UNICEF (BADAN PBB).

   Tesa Sembiring di Jakarta

Online Now