Forum

Pelanggaran pada permainan catur

serdadubaddal

Untuk pelanggaran pada permainan catur, biasanya ditimbulkan karena posisi atau langkah yang dilakukan tidak sah. Sehingga kesalahan ini pada umumnya disebut dengan illegal move atau langkah illegal. Untuk itu, para pemain sebaiknya memahami apa saja yang termasuk ketidaksahan dalam permainan catur tersebut sehingga tidak mendapat konsekuensi hukuman dari wasit karena terjadinya pelanggaran pada permainan.

Berikut ini adalah beberapa pelanggaran yang dikarenakan posisi buah catur yang tidak sah, antara lain adalah :

  1. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui bahwa letak awal buah catur keliru, maka permainan itu dibatalkan dan diadakan permainan baru.
  2. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui bahwa kekeliruan satu-satunya ialah letak papan catur, maka permainan tetap dilanjutkan tetapi bentuk posisi yang sudah dipindahkan ke papan catur yang letaknya benar.
    Bila letak papan catur keliru dan letak buah catur juga keliru, maka permainan harus diulang.
    Untuk menghindari permasalahan yang disebabkan oleh letak papan atau buah catur yang keliru, maka wasit seharusnya mengingatkan kedua pemain untuk memeriksa kembali letak papan dan buah catur dengan benar sebelum memulai pertandingan, dan jika memungkinkan ada baiknya wasit untuk memeriksa seluruh papan sebelum pertandingan.
  3. Jika pertandingan dimulai dengan penggunaan wama yang terbalik, maka permainan tetap diteruskan, kecuali wasit menentukan keputusan lain.
  4. Jika ada pemain yang mengklaim salah warna (seharusnya pada pairing memegang buah catur putih tetapi keliru memegang buah hitam) maka permainan harus terus dilanjutkan.
  5. Jika pemain merobohkan satu atau beberapa buah catur, dia memiliki kewajiban untuk menata ulang posisi buah catur tersebut sementara jam caturnya tetap jalan. Jika memang diperlukan, pemain atau lawannya boleh menghentikan jalannya jam catur untuk meminta bantuan wasit. Wasit boleh mengeluarkan hukuman bagi pemain yang telah merobohkan buah catur itu.
  6. Jika seorang pemain menjatuhkan atau merobohkan buah catur dari atas papan, maka pemain tersebut harus mengambilnya dan menatanya kembali diatas papan sebelum ia menekan jam catur. Bila pemain tersebut belum menatanya tetapi telah menekan jam catur, maka lawannya bisa melakukan klaim dan wasit memberikan waktu ekstra untuk lawannya.
  7. Jika selama permainan masih berlangsung, diketahui telah terjadi langkah tidak sah, termasuk langkah promosi bidak atau pemukul terhadap Raja lawan, maka posisi sebelum terjadinya kasus itu harus ditata kembali. Kalau posisi sebelum kasus itu tidak bisa diidentifikasi, maka permainan dilanjutkan dari posisi yang bisa diidentifikasi sebelum langkah tidak sah itu. Jam catur harus disetel kembali dan kemudian permainan dilanjutkan dari posisi yang diperbaiki.
    Untuk dua langkah tidak sah yang dilakukan seorang pemain, wasit memberikan waktu ekstra dua menit kepada lawannya untuk setiap pelanggaran; untuk Langkah tidak sah ketiga kalinya oleh pemain yang sama. Akan tetapi permainan dapat berakhir remis jika posisi Iawannya tidak dapat me-mat-kan dengan rangkaian langkah yang sah dan wasit harus segera turun tangan untuk mengurangi ketegangan antar kedua pemain.
  8. Jika langkah illegal disebabkan oleh “skak” yang tidak dapat dihindari, maka wasit perlu memastikan apakah buah catur yang pertama kali dipegang, bisa digunakan untuk melindungi raja atau dapat memakan buah catur lawan yang melakukan “skak”. Bila kedua kemungkinan tersebut bisa, maka buah catur yang dipegang tersebut harus digunakan untuk melindungi raja atau memakan buah catur lawan yang melakukan “skak”. Bila tidak bisa lagi, maka pemain memiliki kebebasan untuk memilih langkah lain yang sah dengan tujuan menghindari “skak” lawan.
  9. Jika saat permainan berlangsung diketahui adanya pergesaran petak dari buah catur, maka posisi sebelum terjadi keadaan perubahan petak tersebut harus diatur kembali. Jika posisi sebelum terjadinya keadaan itu tidak bisa dipastikan, maka permainan dilanjutkan berdasarkan posisi terakhir sebelum terjadinya keadaan yang tidak diketahui tersebut. Waktu yang tertera pada jam catur harus disesuaikan, kemudian permainan dilanjutkan dari posisi yang diperbaiki ini.