Carlsen Juara Grup, Kini Melaju ke Semifinal Bersama Caruana, Keymer, dan Abdusattorov
Magnus Carlsen dengan penampilan barunya tetap menunjukkan kelasnya dengan finish di puncak fase grup. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Carlsen Juara Grup, Kini Melaju ke Semifinal Bersama Caruana, Keymer, dan Abdusattorov

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Magnus Carlsen mencetak 4.5/7 untuk finish di puncak Fase Grup Kejuaraan Dunia Catur Freestyle FIDE 2026 di Weissenhaus, Jerman. Ia berhak memilih lawannya di Semifinal hari Sabtu dan menjatuhkan pilihan pada GM Nodirbek Abdusattorov, sementara GM Vincent Keymer akan menghadapi GM Fabiano Caruana, setelah tiga pesaing Carlsen dalam perebutan gelar finish setengah poin di belakangnya. Sementara itu, GM Hans Niemann, Arjun Erigaisi, Javokhir Sindarov, dan Levon Aronian kini akan bertarung memperebutkan peringkat kelima hingga kedelapan.

Hari kedua yang menampilkan babak Semifinal akan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari mulai pukul 21.00 WIB.


Sebelum babak terakhir, sempat terbuka peluang terjadinya playoff empat pemain untuk menentukan tiket Semifinal. Namun akhirnya klasemen terbelah dengan jelas—empat dari lima pemain teratas dalam daftar rating klasik berhasil melangkah ke empat besar.

Hasil Round-Robin

Carlsen mungkin telah melepas gelar juara dunia klasik, tetapi ia masih memegang gelar catur cepat dan kilat FIDE, dan tentu ingin melengkapi koleksinya dengan satu gelar lagi. Keseriusannya menghadapi Kejuaraan Dunia Catur Freestyle FIDE terlihat jelas dari kekesalannya terhadap konferensi pers yang digelar hanya satu jam sebelum pertandingan dimulai.

Salah satu penyebabnya adalah format turnamen. Berbeda dengan ajang di Afrika Selatan dua bulan lalu—di mana tidak ada pemain yang langsung tersingkir setelah fase grup hari pertama—kali ini finish di paruh bawah berarti peluang merebut hadiah $100.000 sekaligus gelar Juara Dunia langsung tertutup. “Saya suka format yang kejam seperti ini, tidak akan mudah bagi siapa pun untuk lolos!” kata Carlsen.

Saya suka format yang kejam seperti ini, tidak akan mudah bagi siapa pun untuk lolos!

—Magnus Carlsen tentang Fase Grup

Aronian dan Arjun termasuk di antara unggulan yang gagal melangkah ke perebutan gelar. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Dan memang terbukti—hanya satu poin yang memisahkan peringkat pertama hingga kelima, dan tak seorang pun bisa memastikan tempat di Semifinal sebelum babak terakhir. Pada akhirnya, Carlsen melaju dengan satu-satunya skor +3.

Hari Carlsen berlangsung dramatis. Di game pertama melawan Niemann, ia sempat menyia-nyiakan posisi yang sepenuhnya menang di middlegame. Dengan waktu yang terus menipis, Carlsen akhirnya memilih remis di akhir meski masih ada peluang untuk bermain lebih agresif.

Jabat tangan erat antara Niemann dan Carlsen. Foto: Stev Bonhage/Freestyle Chess.

Game kedua seolah merangkum performa Carlsen hari itu. Ia berulang kali memasang jebakan cerdik yang gagal diantisipasi lawan. Sindarov sempat keluar dari posisi sulit, tetapi langkah 49.b3! menjadi taktik berbahaya—membangun jaring skakmat sehingga benteng yang masuk ke b7 akan langsung mengakhiri permainan. Sindarov melewatkan ide tersebut.

Pecatur Uzbekistan itu hanya butuh beberapa detik untuk menilai posisinya sebelum akhirnya menyerah.

Kekalahan itu berdampak besar bagi Sindarov. Ia kalah lagi dalam dua dari tiga game berikutnya dan gagal melaju ke Semifinal.

Levon Aronian sebenarnya sempat berada di posisi menang melawan Magnus Carlsen, tetapi kehilangan arah saat waktu semakin menipis. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Sementara itu, Carlsen terus tampil tajam. Ia membalikkan posisi kalah melawan Aronian lewat serangan ganda kuda yang mengejutkan, menahan Keymer dalam remis sengit sepanjang 87 langkah, lalu hampir memastikan tiket Semifinal berkat kemenangan impresif atas rival beratnya, Caruana. Bintang AS tersebut sempat bertahan dari tekanan bertubi-tubi, namun akhirnya terperangkap dalam jaring skakmat. GM Judit Polgar menyebutnya sebagai “sihir endgame.”

Partai ini terpilih sebagai Game of the Day kami, dan telah dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah ini.


Dengan raihan empat poin dan dua babak tersisa, peluang Carlsen ke Semifinal sebenarnya sudah sangat dekat. Namun, situasi itu mungkin membuatnya sedikit lengah. Arjun membuka permainan dengan sembilan langkah pion (!) berturut-turut sebelum akhirnya menggerakkan perwira di langkah ke-10, langsung merebut pion Carlsen dan mendapatkan posisi menang. Kali ini, pecatur nomor satu dunia itu tidak mampu membalikkan keadaan.

Arjun mengawali turnamen dengan kemenangan atas Keymer, tetapi setelah itu jalannya tidak mudah. Foto: Stev Bonhage/Freestyle Chess.

Kekalahan Carlsen sempat membuka peluang terjadinya playoff empat pemain untuk memperebutkan posisi di paruh atas klasemen. Namun pada babak terakhir, ia tampil percaya diri. Setelah mendapatkan posisi lebih baik melawan Abdusattorov, Carlsen dengan tenang mengarahkan permainan menuju remis—hasil yang cukup untuk memastikan lolos ke Semifinal sekaligus mengamankan posisi pertama.

Tiga pemain lain yang melaju ke Semifinal sama-sama mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan. Keymer sebenarnya hampir finish di puncak. Usai kalah dari Arjun di babak pertama, ia bangkit dengan kemenangan telak atas Aronian, lalu menundukkan Niemann dan Caruana. Remis di babak terakhir sudah cukup untuk menyamai poin Carlsen, bahkan kemenangan akan membuatnya menjadi juara grup. Namun, Sindarov berhasil memenangkan endgame dan menggagalkan skenario tersebut.

Meski kalah di game terakhir, posisi Keymer tetap aman. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Caruana mengakhiri fase grup di peringkat ketiga dan menjadi satu-satunya pemain yang harus menang di babak terakhir untuk lolos. Start kuat dengan kemenangan atas Abdusattorov dan Niemann sempat menempatkannya di jalur yang tepat, tetapi kekalahan beruntun dari Carlsen dan Keymer membuat laga terakhir jadi penentu. Ia pun menjawab tantangan itu dengan kemenangan meyakinkan atas Arjun—tekanan di diagonal a1–h8 menjadi masalah besar bagi lawannya.

Hasil tersebut menjadi kemenangan penting bagi Caruana, namun kabar buruk bagi Arjun, yang sebenarnya bisa merebut tiket Semifinal jika menang. Pecatur India itu menutup turnamen dengan tiga kemenangan, empat kekalahan, dan tanpa hasil remis.

Fabiano Caruana akan bertemu Vincent Keymer di Semifinal. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Satu tempat terakhir di Semifinal diraih Abdusattorov, yang datang dengan momentum setelah menjuarai Tata Steel Chess Masters. Pecatur Uzbekistan itu menunjukkan mental kuat dengan selalu bangkit setelah kalah, termasuk saat mengalahkan rekan senegaranya, Sindarov, dalam partai yang spektakuler. Bisa jadi keberhasilan Sindarov menjuarai Piala Dunia dan lolos ke Turnamen Kandidat menjadi motivasi tambahan bagi Abdusattorov.

Nodirbek Abdusattorov kembali menegaskan dirinya sebagai pecatur nomor satu Uzbekistan. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Arjun harus melupakan peluang playoff setelah gagal meraih kemenangan di babak terakhir. Nasib serupa dialami Niemann. Ia tidak mendapatkan kesempatan menang saat bermain remis melawan Aronian, dan kemungkinan lebih menyesali babak sebelumnya, ketika ia melewatkan peluang menang di akhir pertandingan yang sebelumnya sempat berada di posisi kalah melawan Sindarov.

Hasil tersebut membuat keduanya gagal melangkah lebih jauh. Sementara itu, Aronian—juara Freestyle Chess Grand Slam Finals di Afrika Selatan—justru menutup fase grup di posisi terakhir dengan skor 2/7 setelah menelan empat kekalahan. Ia menggambarkan harinya sebagai “penuh blunder,” dan mengakui, “Saya kurang berlatih akhir-akhir ini, sudah dua bulan tidak bertanding, jadi inilah hasilnya.”

Itu bukan hari terbaik bagi Levon Aronian, tetapi ia masih memiliki dua pertandingan tersisa. Foto: Lennart Ootes/Freestyle Chess.

Kini Aronian menjadi salah satu dari empat pemain yang berjuang untuk finish setinggi mungkin di peringkat kelima, dengan hadiah utama $25.000. Namun, hal itu tidak terlalu ia pikirkan. “Saya mencintai catur dan senang bermain. Entah untuk gelar juara atau hanya perebutan posisi kelima, bagi saya tidak masalah,” ujarnya.

Saya mencintai catur dan senang bermain. Entah untuk gelar juara atau hanya perebutan posisi kelima, bagi saya tidak masalah!

—Levon Aronian

Untuk dua hari tersisa, format turnamen cukup sederhana: pertandingan knockout yang terdiri dari empat game dengan kontrol waktu 25+10. Jika skor masih imbang, pemenang akan ditentukan lewat armageddon dengan sistem penawaran waktu 10 menit. Duel semifinal yang sangat krusial mempertemukan Carlsen vs. Abdusattorov serta Keymer vs. Caruana.

Cara Menonton
Anda dapat menyaksikan Kejuaraan Dunia Catur Freestyle FIDE 2026 melalui channel YouTube dan Twitch Chess24, serta memantau hasil pertandingan di halaman acara kami.

Siaran langsung dipandu oleh GM David Howell, Peter Leko, dan Judit Polgar, bersama IM Tania Sachdev, serta James “Dash” Patterson.

Kejuaraan Dunia Catur Freestyle FIDE 2026 berlangsung pada 13–15 Februari di Weissenhaus Private Nature Luxury Resort, Jerman. Total hadiah turnamen ini mencapai $300.000, dengan $100.000 untuk juara pertama. Turnamen diawali dengan babak round-robin delapan pemain menggunakan kontrol waktu 10+5, di mana hanya empat pemain teratas yang melaju untuk memperebutkan gelar melalui babak knockout, sementara pemain lainnya bertanding untuk peringkat kelima hingga kedelapan. Semua pertandingan knockout dimainkan dalam empat game dengan kontrol waktu 25+10, dan jika skor imbang, pemenang ditentukan lewat satu game armageddon. Seluruh pertandingan menggunakan varian catur freestyle.


Liputan Sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Anish Giri Kalahkan Caruana dan Pangkas Jarak dari Sindarov; Zhu dan Vaishali Pimpin Kandidat Wanita

Anish Giri Kalahkan Caruana dan Pangkas Jarak dari Sindarov; Zhu dan Vaishali Pimpin Kandidat Wanita

Nakamura Tumbangkan Caruana, Giri Menyusul di Klasemen; Divya Kejutkan Muzychuk

Nakamura Tumbangkan Caruana, Giri Menyusul di Klasemen; Divya Kejutkan Muzychuk