Praggnanandhaa Raih Kemenangan Perdana di Grand Chess Tour Melalui Playoff Blitz
GM Praggnanandhaa Rameshbabu berhasil meraih gelar juara di Superbet Chess Classic Romania 2025, sekaligus mencatatkan kemenangan pertamanya di Grand Chess Tour. Ia mengamankan hadiah sebesar $77,667 dan 10 poin GCT.
Perjalanannya menuju juara tidak mudah. Ia bermain remis melawan GM Levon Aronian di partai klasik terakhirnya, sementara dua pesaingnya menang di partai penting. GM Maxime Vachier-Lagrave memberikan kekalahan ketiga bagi GM Jan-Krzysztof Duda, sementara GM Alireza Firouzja berhasil membalikkan posisi buruk dan mengalahkan GM Bogdan-Daniel Deac dalam pertahanan King’s Indian. Pada akhirnya, Praggnanandhaa mengalahkan Vachier-Lagrave di tiebreak catur kilat untuk merebut gelar juara.
Seri ketiga Grand Chess Tour selanjutnya adalah SuperUnited Rapid & Blitz Croatia 2025, yang akan berlangsung pada 1-6 Juli.
- Vachier-Lagrave dan Firouzja Menyusul, Tapi Praggnanandhaa Jadi Juara
- Caruana Gagal Masuk Playoff, So Wesley Selamat dari Tekanan Abdusattorov
Vachier-Lagrave dan Firouzja sama-sama menang di babak terakhir dan berhasil menyusul ke posisi puncak, menciptakan skor imbang tiga pemain. Namun, setelah tiga pertandingan catur kilat di babak playoff, Praggnanandhaa akhirnya keluar sebagai juara.
Klasemen Akhir Setelah Babak 9
Sebagai pemenang playoff, Praggnanandhaa mendapat bonus tambahan sebesar $10.000, unggul dari dua pemain lain yang juga finish di peringkat pertama.
Distribusi Hadiah
Playoff terjadi setelah Praggnanandhaa bermain remis, sementara dua pecatur asal Prancis menang di partai krusial. Sementara itu, pertandingan lain di babak terakhir semuanya berakhir remis.
Vachier-Lagrave dan Firouzja Menyusul, Tapi Praggnanandhaa Jadi Juara
Praggnanandhaa ½-½ Aronian
Praggnanandhaa memilih strategi aman di partai terakhirnya. Ia hanya butuh hasil remis untuk memastikan minimal posisi juara bersama. Dalam permainan Prancis – Variasi Tarrasch, GM asal India itu sama sekali tidak mengambil risiko. Pada langkah ke-18, Praggnanandhaa mendapatkan sepasang gajah melawan gajah dan kuda—posisi yang menurutnya "tanpa risiko" dan hanya dia yang punya peluang menang. Namun Aronian bertahan dengan baik, dan hasil remis cukup untuk membawa Praggnanandhaa ke playoff.
Vachier-Lagrave 1-0 Duda
Di sisi putih dari pembukaan Ruy Lopez, Variasi Arkhangelsk, Vachier-Lagrave mengorbankan satu pion dan mendapatkan keunggulan waktu yang cukup besar dari awal permainan—meski keunggulan itu sempat hilang dan kembali beberapa kali. Saat Duda memainkan langkah 21...Mf6, sebuah langkah yang cukup baik meskipun tidak diperkirakan oleh Vachier-Lagrave, ia hanya memiliki 43 menit tersisa, sementara lawannya masih memiliki satu jam 29 menit—satu menit lebih sedikit dari waktu awalnya.
Meski terjadi ketimpangan waktu yang cukup serius, Duda menemukan rangkaian langkah bagus: 26...h6, 27...g5!, dan 28...Bce8 (langkah yang terlewat oleh Vachier-Lagrave), yang membawanya dengan cepat ke endgame dengan perwira berat yang seimbang.
Jika Duda memang ingin remis, ia memiliki setidaknya dua kesempatan bagus untuk menukar menteri. Namun, menurut Vachier-Lagrave, pilihan langkah 32...Mg4 (padahal 32...Mxf1 akan aman) adalah keputusan yang “terlalu ambisius.” Penolakan Duda berikutnya untuk menukar menteri lewat langkah 34...Be4?? (seharusnya 34...Me4 agar tetap imbang) menjadi kesalahan fatal, dan Vachier-Lagrave langsung mendapatkan serangan kemenangan, yang diawali dengan langkah kecil dari rajanya:
Kemenangan ini bagaikan mimpi yang jadi kenyataan bagi Vachier-Lagrave, sementara Duda justru mengakhiri turnamen di posisi terakhir. Svidler merangkum performa Duda dengan kalimat berikut: "Ini jelas bukan awal yang bagus di GCT bagi Jan-Krzysztof. Untuk standar dia, performanya sangat biasa saja di bagian cepat dan kilat [di Polandia]... dan di sini dia sama sekali tidak bersinar, ini benar-benar bencana."
Deac 0-1 Firouzja
Setelah fase pembukaan, Firouzja justru terlihat lebih mungkin kalah daripada menang. Tapi jika Anda tidak percaya pada keajaiban, coba tonton lebih banyak permainan dengan pertahanan King's Indian atau Hindia Raja. Firouzja selalu punya cara untuk tetap bertahan, meski harus mengorbankan akurasi. Seperti yang ditulis GM Rafael Leitao setelah langkah ke-18,
Melihat posisi Hitam yang menyedihkan ini—dengan bantuan bar evaluasi—saya kira Putih akan menang dengan cepat. Tapi ternyata saya salah: pertahanan King's Indian, apalagi jika dimainkan oleh Firouzja, punya banyak sumber daya tersembunyi.
Keputusan paling berani yang bisa saja berakibat fatal adalah saat Firouzja memilih untuk tidak menukar menteri. Ia bisa saja masuk ke endgame melalui 16...Mxd1, tapi memilih 16...Mf6 agar permainan tetap hidup—meski langkah itu memberi keunggulan besar untuk Putih. Deac memegang kendali hampir sepanjang permainan, tapi mulai kehilangan arah saat waktunya di bawah lima menit, dengan delapan langkah lagi yang harus dimainkan.
Firouzja perlahan tapi pasti menekan raja lawan, dan pada langkah ke-40, situasi di papan jadi kacau (meski menurut engine, posisinya masih "imbang"). Di posisi yang sudah sulit, satu kesalahan dari Deac cukup bagi Firouzja untuk melancarkan serangan dan mengamankan kemenangan. GM Leitao membahas laga seru ini dalam Game of the Day berikut:
Hasil ini membuat Praggnanandhaa, Vachier-Lagrave, dan Firouzja lolos ke playoff.
Playoff
Ini adalah playoff ketiga dalam lima tahun terakhir di Grand Chess Tour. Karena upacara penyerahan hadiah harus dilakukan di hari yang sama, Direktur Teknis Tony Rich menjelaskan di siaran bahwa tiebreak harus dilakukan dengan cepat. Karena ada tiga pemain yang lolos, maka dimainkan sistem single round-robin catur kilat—tanpa catur cepat—dan setelah tiga pertandingan, tidak ada yang sampai ke armageddon.
Pertandingan pertama Firouzja vs. Praggnanandhaa berakhir remis. Lalu Firouzja kembali remis saat melawan Vachier-Lagrave. Semua pun ditentukan di pertandingan terakhir: Praggnanandhaa vs. Vachier-Lagrave. Awalnya terlihat seperti permainan akhir yang seimbang, tapi tiba-tiba berubah jadi duel taktis penuh ketegangan.
Di langkah ke-34, Vachier-Lagrave (Hitam) harus menjawab dua hal penting untuk bisa remis: bagaimana melindungi rajanya, dan bagaimana menghentikan pion bebas -c milik Putih yang siap melaju? Langkah 34...Bc2?! menjawab pertanyaan kedua karena menahan pion tersebut, tapi pertanyaan soal keselamatan raja dijawab dengan kesalahan fatal 36...a5??, dan satu langkah kemudian ia menyerah. Seandainya ia menukar benteng dengan 34...Ba1 atau memilih langkah brilian 36...Be2!, peluang Putih untuk skakmat bisa lebih terbatas.
Praggnanandhaa akhirnya menebus kegagalannya tahun lalu. Saat itu, ia juga lolos ke playoff, tapi kalah di semua pertandingan. Dalam pidato kemenangannya, ia berkata, “Tahun lalu saya bermain kurang bagus. Sepertinya bisa istirahat beberapa jam sebelum tiebreak sangat membantu,” sambil mengingatkan bahwa ia sempat beristirahat di hotel setelah bermain remis cepat melawan Aronian.
Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya: keluarganya, sponsor Adani Group (baca selengkapnya di artikel kami), sekondannya yang hadir di lokasi, GM Vaibhav Suri, dan pelatihnya GM Ramesh R B. Praggnanandhaa juga mendapat tambahan 9 poin rating dan tetap bertengger di peringkat 7 dunia.
Caruana Gagal Masuk Playoff, So Wesley Selamat dari Tekanan Abdusattorov
Gukesh ½-½ Caruana
GM Fabiano Caruana menjadi pemain terakhir yang masih punya peluang lolos ke playoff, tapi menang dengan buah Hitam melawan sang Juara Dunia tentu bukan perkara mudah. GM Gukesh Dommaraju, yang mengakhiri turnamen satu poin di atas posisi terakhir, bermain sangat solid untuk menutup turnamen ini, dan Caruana tak pernah mendapat peluang nyata.
Caruana finish di peringkat keempat dengan skor 5/9 dan mendapat tambahan satu poin rating, sementara Gukesh kehilangan 11 poin.
Abdusattorov ½-½ So
Dari awal permainan dengan pembukaan Inggris Simetris, partai antara GM Nodirbek Abdusattorov vs. GM Wesley So berlangsung seru dan saling balas. Wesley So mengorbankan satu pion dan mendapat kompensasi penuh lewat permainan aktif buah-buahnya—bahkan ia bisa saja mengorbankan satu pion lagi di langkah ke-20 untuk meraih keunggulan—tapi ia tidak menemukan jalur serangan terbaik. Meski sempat merebut kembali pion yang dikorbankan, posisi Wesley So tidak menguntungkan, dan Abdusattorov berhasil menguasai permainan secara posisional.
Meletakkan kuda di petak d6 pada langkah ke-33 akan membuat posisi Hitam lumpuh total. Abdusattorov sempat punya kesempatan lagi untuk menemukan ide itu di langkah berikutnya, tapi bahkan di permainan akhir dengan gajah beda warna pun Putih tetap unggul besar. Pada akhirnya, Wesley So berhasil menyelamatkan hasil remis meski tertinggal dua pion, berkat blokade kuat di petak-petak gelap.
Abdusattorov finish di posisi kelima, tepat di bawah Caruana, sementara Wesley So berbagi posisi ke-6 hingga ke-9 bersama tiga pemain lain. Keduanya kehilangan kurang dari lima poin rating—Abdusattorov tetap di peringkat 6 dunia, sedangkan Wesley So turun dua posisi ke peringkat 13.
Secara keseluruhan, Vachier-Lagrave masih memimpin klasemen Grand Chess Tour berkat finish kedua di dua event pertama. Ia dibuntuti oleh Praggnanandhaa dan Firouzja. Event selanjutnya: Zagreb!
Siaran langsung turnamen ini dipandu oleh GM Yasser Seirawan, IM Nazi Paikidze, GM Peter Svidler, GM Cristian Chirila, dan WGM Anastasiya Karlovich.
Superbet Romania Chess Classic 2025 merupakan event kedua dalam rangkaian Grand Chess Tour tahun ini. Turnamen berlangsung pada 7–16 Mei di Grand Hotel Bucharest, Rumania, dan menggunakan sistem round-robin 10 pemain. Waktu berpikir yang digunakan adalah 90 menit untuk 40 langkah pertama, dilanjutkan 30 menit untuk sisa permainan, dengan increment 30 detik per langkah sejak awal. Total hadiah yang diperebutkan adalah $350.000.
Liputan sebelumnya:
- Babak 8: Praggnanandhaa Takes Sole Lead Ahead Of Final Round
- Babak 7: Abdusattorov Wins 1st Game In Bucharest, Joins Chasing Pack
- Babak 6: Firouzja Beats Gukesh, Joins 4-Way Tie In 1st
- Babak 5: All Sharp Games, All Draws In Bucharest
- Babak 4: Vachier-Lagrave Beats World Champion Gukesh, Joins Shared Lead
- Babak 3: Caruana, Praggnanandhaa Lead After Scoring 1st Wins
- Babak 2: Vachier-Lagrave, Deac Bounce Back From Losses
- Babak 1: Firouzja Cracks MVL's French Defense, Leads With Wesley So
