Remaja 16 Tahun Asal Sleman Lolos Piala Dunia Catur Sekaligus Raih Gelar Woman International Master!
Pecatur Indonesia, Shafira Devi Herfesa (tengah), tampil sebagai juara pertama kategori wanita di Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025. Foto: Henry Hendratno.

Remaja 16 Tahun Asal Sleman Lolos Piala Dunia Catur Sekaligus Raih Gelar Woman International Master!

Avatar ChesscomID
| 6 | Liputan Acara Catur

Turnamen Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 resmi berakhir pada 1 Mei. Pecatur kebanggaan Indonesia, Shafira Devi Herfesa yang berusia 16 tahun asal Sleman tampil sebagai juara kategori Wanita. Ia lolos ke Piala Dunia Catur Wanita FIDE 2025 sekaligus meraih gelar baru yaitu Woman International Master (WIM). Tak hanya itu, ia juga membawa pulang hadiah $1215 dan mencatat kenaikan 172 poin rating FIDE!

Shafira (1983) mencatat perjalanan luar biasa sepanjang 9 babak turnamen. Ia mengoleksi 7 poin, membukukan 5 kemenangan, 2 hasil remis, dan hanya 1 kekalahan. Di antara lawan-lawannya terdapat dua WGM, dua WIM, satu WFM, dan tiga WCM. Shafira tampil konsisten sejak awal dan menutup turnamen dengan kemenangan yang mengangkatnya dari posisi keempat ke peringkat pertama di babak terakhir.

“Saat babak kedelapan aku masih di posisi keempat. Tapi babak terakhir jadi momen favoritku. Rasanya seperti keajaiban,” ujar Shafira dalam wawancara usai pertandingan.

Deretan juara di kategori wanita dipimpin oleh Shafira (tengah) sebagai juara pertama, disusul WFM Enkhrii dan WCM Khishigbaatar dari Mongolia di posisi kedua dan ketiga. Foto: Henry Hendratno.

Jalan Terjal Menuju Puncak

Perjalanan Shafira penuh lika-liku. Usai menaklukkan Dulguun Bayarbileg (1630) di babak pertama, ia membuat kejutan besar dengan mengalahkan pecatur wanita terbaik Filipina yaitu WGM Janelle Mae Frayna (2311) di babak kedua. Pada babak berikutnya bertemu dengan rekan satu negara, WIM Laysa Latifah (2262), dan kembali meraih kemenangan.

Setelah hasil remis melawan WCM Khishigbaatar (2265), Shafira sempat tergelincir oleh WCM Bat-Erdene (2302)—satu-satunya kekalahan yang dialaminya. Namun, ia bangkit dengan mengalahkan WFM Bayanmunkh (2342), lalu bermain remis di babak ketujuh melawan WIM Bayarjargal (2091). Babak selanjutnya menang atas WCM Bayarsaikhan (1871). Momen penentuan yaitu babak terakhir Shafira berhasil mengemas kemenangan melawan pecatur tuan rumah yaitu WGM Turmunkh Munkhzul (2301) dan mengukuhkan namanya sebagai juara di kategori Wanita.

Shafira di babak terakhir menghadapi WGM Turmunkh Munkhzul (2301), pecatur unggulan tuan rumah Mongolia. Foto: Henry Hendratno.

Di balik prestasinya, Shafira mengaku tantangan terberat bukan di papan catur, tapi di dalam dirinya sendiri.

“Kontrol emosi itu paling susah, apalagi waktu hasil remis di babak yang sebenarnya bisa aku menangkan,” ungkapnya.

Namun, persiapan matang menjadi kunci. Shafira meningkatkan jam latihannya sebelum turnamen, dan tetap rendah hati dalam menyusun target untuk Piala Dunia nanti: “Karena ini pertama kalinya, aku hanya ingin main sebaik mungkin.”

Dukungan dari keluarga dan teman-teman lewat pesan pribadi yang ia terima memberikan semangat. Ia juga menjadikan para GM dunia sebagai inspirasi.

“Aku ngefans banget sama Magnus Carlsen dan Nodirbek Abdusattorov. Tapi sebelum main, aku biasanya makan sambil nonton game-nya Divya Deshmukh,” ungkapnya.

Di kategori Wanita, Shafira ditemani oleh WIM Laysa Latifah, yang finish solid di posisi ke-7 dengan 6,5 poin.

Klasemen Akhir Kategori Wanita (10 Besar)

Peringkat Gelar Nama FED Rating Poin TB1 TB2 TB3 K rtg+/-
1 Herfesa, Shafira Devi 1983 7 2218 48,5 51,5 40 172
2 WFM Enkhrii, Enkh-Amgalan 2142 7 2208 47 51 40 112,4
3 WCM Bayasgalan, Khishigbaatar 2265 6,5 2099 49 54 20 1,8
4 WGM Munkhzul, Turmunkh 2301 6,5 2098 46 50 20 -6,8
5 WGM Frayna, Janelle Mae 2311 6,5 2092 48 51,5 20 -5,6
6 WCM Mungunzul, Bat-Erdene 2302 6,5 2085 44,5 48 20 -8
7 WIM Latifah, Laysa 2262 6,5 2052 46 51 20 -7,6
8 IM Nomin-Erdene, Davaademberel 2327 6 2081 47 51,5 10 -9,5
9 Luong, Hoang Tu Linh 1939 6 2056 45 48 20 44,8
10 WFM Enkhbolor, Nyamdavaa 1974 6 1945 40,5 42,5 40 29,2

Sementara di kategori terbuka, gelar juara diraih GM Tin Jingyao (2597) dari Singapura, diikuti oleh IM Agibileg Uurtsaikh (2366) dan IM Gan-Erdene Sugar (2459) dari Mongolia. Empat pecatur Indonesia di kategori ini — IM Yoseph Theolifus Taher (2464) menutup turnamen dengan 5,5 poin dan berada di peringkat ke-12. Sementara itu, IM Nayaka Budhidharma (2390), GM Novendra Priasmoro (2437), dan FM Satria Duta Cahaya (2416) masing-masing meraih 5 poin, dengan peringkat akhir ke-16, ke-19, dan ke-22.

Klasemen Akhir Kategori Terbuka (10 Besar)

Peringkat Gelar Nama FED Rating Poin TB1 TB2 TB3 K rtg+/-
1 GM Tin, Jingyao 2597 7 2394 47,5 52 10 0,1
2 IM Agibileg, Uurtsaikh 2366 7 2329 41,5 45 10 17,7
3 IM Gan-Erdene, Sugar 2459 7 2277 42 45,5 10 4,6
4 IM Dau, Khuong Duy 2423 6,5 2414 44,5 48 10 14,9
5 IM Bersamina, Paulo 2411 6,5 2309 42 45,5 10 6,5
6 FM Sodbilegt, Naranbold 2177 6,5 2305 42 43 40 110,4
7 IM Itgelt, Khuyagtsogt 2416 6 2398 45 48 10 9,2
8 FM Ulziikhishig, Khishigbat 2196 6 2259 40 43,5 40 70,8
9 GM Nguyen, Duc Hoa 2372 5,5 2343 47 51 10 3,4
10 GM Tran, Tuan Minh 2418 5,5 2324 42 46 10 -2,9
Tim Catur Indonesia bersama para official. Foto: Henry Hendratno.

Kemenangan Shafira bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi juga membawa harapan baru bagi dunia catur Indonesia.

“Untuk teman-teman pecatur muda di Indonesia, pesanku cuma satu: semangat selalu!”

Avatar ChesscomID
Chess.com Indonesia

clubs Klub Resmi Chess.com Indonesia
gold YouTube
gold Twitch
gold Twitter
gold TikTok
gold Instagram
gold Facebook

Selengkapnya dari ChesscomID
Tim Catur Indonesia Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025!

Tim Catur Indonesia Borong 7 Medali di SEA Games Thailand 2025!

Tim Catur Putri Indonesia Sabet Emas ASEAN Rapid, Tumbangkan Vietnam di Final SEA Games Thailand 2025

Tim Catur Putri Indonesia Sabet Emas ASEAN Rapid, Tumbangkan Vietnam di Final SEA Games Thailand 2025