Firouzja Pertahankan Gelar, Menangkan Bullet Chess Championship untuk Ketiga Kalinya

Firouzja Pertahankan Gelar, Menangkan Bullet Chess Championship untuk Ketiga Kalinya

Avatar AnthonyLevin
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Alireza Firouzja berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara catur bullet dengan kemenangan telak atas GM Oleksandr Bortnyk 19.5-5.5 di Grand Final Bullet Chess Championship 2025. Ia tampil sangat dominan, di mana pecatur peringkat satu Prancis ini memenangkan setiap pertandingan dengan selisih minimal 10 poin. Firouzja membawa pulang hadiah sebesar $10.000.

Runner-up Bortnyk meraih hadiah $8.000 setelah meraih dua kemenangan pada hari Sabtu. Ia mengalahkan GM Denis Lazavik dengan skor 9-7, lalu memenangkan pertandingan sepihak melawan GM Daniel Naroditsky dengan skor 16.5-5.5.


Bracket

Lihat bracket lengkapnya di sini.

Hadiah sejauh ini telah didistribusikan sebagai berikut:

Losers Semifinal & Final: Bortnyk Balas Dendam atas Naroditsky

Bortnyk mengalahkan Lazavik dengan skor 9-7, meraih keunggulan dua poin yang dibutuhkan di pertandingan terakhir waktu normal tanpa perlu menjalani babak tiebreak. Sepanjang pertandingan, duel berlangsung sangat ketat, tanpa ada pemain yang pernah unggul lebih dari dua poin.

Di awal laga, Lazavik sempat memimpin 3-2 setelah Bortnyk melewatkan sebuah langkah perantara dan blunder satu perwira. Meskipun Bortnyk sempat mencoba melawan dengan kelanjutan terbaik, Lazavik berhasil menjebak menteri Putih beberapa langkah kemudian.

Namun, Bortnyk segera menyamakan kedudukan di game berikutnya dengan pengorbanan gajah di petak g3. Ia lalu membalikkan keadaan menjadi unggul 4.5-3.5 setelah memenangkan sebuah partai di mana ia mengorbankan perwira demi lima pion yang dominan.

Pertarungan terus berlanjut, dan Lazavik kembali bangkit dengan memenangkan dua game berturut-turut untuk menyamakan skor menjadi 6-6. Comeback ini diawali saat Bortnyk terkena skakmat satu langkah dalam posisi krisis waktu (keduanya hanya memiliki dua detik):

Bortnyk sempat unggul 7-6, namun Lazavik bermain solid dan kembali menyamakan skor. Dua game terakhir menjadi penentu kemenangan, dan Bortnyk berhasil memenangkannya untuk menghindari tiebreak.

Pertama dalam situasi krisis waktu, Lazavik melakukan blunder dalam endgame benteng yang seimbang, lalu di partai berikutnya Bortnyk langsung menemukan skakmat satu langkah dari posisi kalah.

Selanjutnya, Bortnyk menghadapi Naroditsky di Losers Final. Meski sebelumnya kalah 7-11 dari Naroditsky di ajang yang sama, kali ini Bortnyk membalikkan skor dengan performa luar biasa dan menang telak 16-5.

Pertandingan menjadi bencana bagi Naroditsky sejak awal—Bortnyk menyapu bersih delapan game pertama. Di game kedelapan, Bortnyk bahkan menyelesaikan partai dengan skakmat di langkah ke-32.

Naroditsky sempat mencuri kemenangan di game sembilan, namun langsung menyerah di game berikutnya hanya dalam 18 langkah.

Setelah itu, Bortnyk kembali mendominasi meski sempat kalah empat kali dan bermain imbang dua kali. Dalam kekalahan keempatnya, ia sempat menemukan satu-satunya langkah menang yang sangat akurat, 42...Ra6!, untuk menetralisir serangan lawan, namun tetap kehabisan waktu menghadapi tekanan Naroditsky.

Misi balas dendam pun tuntas, dan kemenangan ini mengantarkan Bortnyk ke pertandingan melawan sang juara tak terkalahkan: Firouzja.

Grand Final: Firouzja Dominasi BCC 2025

Firouzja kembali menunjukkan performa luar biasa seperti di pertandingan-pertandingan sebelumnya, tanpa memberi kesempatan bagi lawannya. Ia menutup Grand Final dengan kemenangan mutlak, unggul 14 poin atas Bortnyk. Kemenangan telak ini diraih meskipun Firouzja mengaku sudah jarang bermain bullet: “Dulu aku bermain tujuh sampai delapan jam per hari. Sekarang, tidak sebanyak itu."

Firouzja memenangkan empat game pertama secara beruntun. Di game pertama, ia mengorbankan kuda untuk menguasai petak-petak gelap, dan lawan tidak bisa mencegah skakmat di g7.

Langkah brilian 23...Gf3!! di game keempat menjadi salah satu langkah terbaik di turnamen ini, menyelamatkan posisi yang hampir kalah. Dari sana, Firouzja menang di adu cepat waktu dengan pion bebas -a yang terus melaju.

Bortnyk sempat mencuri satu kemenangan di game kelima, tapi setelah itu ia kalah enam kali berturut-turut. Di awal rentetan tersebut, Firouzja mengeksekusi satu-satunya cara untuk menang secara presisi: 31.h5! lalu 32.g4! untuk menciptakan serangan mematikan di lajur-h.

Tak lama kemudian, Firouzja sudah unggul 10-1. Bortnyk lalu menemukan jebakan menteri yang indah untuk mencetak poin keduanya.

Ketika skor mencapai 12-4, Bortnyk sempat menjebak perwira Firouzja, tapi justru Firouzja yang keluar sebagai pemenang berkat taktik liciknya. Pada titik ini, terlihat jelas Bortnyk kehilangan fokus dan mulai goyah secara mental.

Di sisa pertandingan, Bortnyk hanya berhasil memenangkan satu game tambahan, sementara Firouzja menambah tujuh kemenangan lagi. Kemenangan Firouzja sudah mutlak bahkan sebelum durasi waktu habis.

Dalam wawancara usai pertandingan, Firouzja menyebut bahwa tahun ini terasa jauh lebih mudah dibandingkan tahun lalu saat ia menghadapi GM Hikaru Nakamura di Grand Final: “Tentu saja jauh lebih tidak menegangkan, karena tahun lalu melawan Hikaru benar-benar gila, jadi aku senang semuanya berjalan lancar kali ini."

Tentang konsentrasi, ia menjelaskan, “Yang penting bagiku adalah melihat performa di pertandingan pertama. Setelah merasa dalam kondisi bagus, aku tidak terlalu khawatir. Secara umum, aku merasa lawan-lawanku tidak bermain dalam performa terbaik mereka."

Secara umum, aku merasa lawan-lawanku tidak bermain dalam performa terbaik mereka.

—Alireza Firouzja

Firouzja bergabung untuk wawancara.

Saat ditanya soal generasi muda seperti IM Faustino Oro, GM Andy Woodward, dan GM Yagiz Erdogmus, Firouzja menjawab, "Mereka semua cepat dan berbakat, tapi aku belum melihat ada yang bisa setara dengan level Hikaru. Mungkin beberapa tahun lagi kita akan melihatnya."

Firouzja juga menegaskan bahwa ia masih berniat lolos ke Turnamen Kandidat 2026. Ia telah mendaftar untuk FIDE Grand Swiss 2025, yang akan digelar bulan September, dan akan mempertimbangkan ikut Piala Dunia FIDE 2025 jika belum berhasil lolos.

Turnamen besar berikutnya untuk Firouzja adalah Esports World Cup 2025, di mana ia akan membela Team Falcons bersama Nakamura. Ia mengatakan, “Aku sangat antusias untuk [Esports] World Cup. Menurutku ini salah satu turnamen paling penting dan paling seru dalam kalender tahun ini."

Cara Menonton

Anda bisa menyaksikan Bullet Chess Championship di kanal YouTube atau Twitch Chess.com Indonesia. Seluruh pertandingan juga bisa ditinjau melalui halaman acara kami. 

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

Bullet Chess Championship 2025 berlangsung di Chess.com pada 25–28 Juni, setelah babak Play-In pada 23 Juni. Ini adalah turnamen bullet online terkuat di dunia yang akan menentukan siapa pemain catur tercepat di dunia. Kontrol waktunya adalah 1+0, dengan total hadiah sebesar $50.000.


Liputan sebelumnya:

Selengkapnya dari NM AnthonyLevin
Carlsen Raih Gelar Juara Dunia ke-20, Assaubayeva Ukir Tiga Gelar Juara Dunia Catur Kilat Wanita

Carlsen Raih Gelar Juara Dunia ke-20, Assaubayeva Ukir Tiga Gelar Juara Dunia Catur Kilat Wanita

Arjun, Vachier-Lagrave, dan Caruana Memimpin Saat Carlsen Tertahan; Roebers Memimpin di Kategori Wanita

Arjun, Vachier-Lagrave, dan Caruana Memimpin Saat Carlsen Tertahan; Roebers Memimpin di Kategori Wanita