Duda Siap Rematch Lawan Carlsen di Grand Final Chess.com Open
GM Jan-Krzysztof Duda akan kembali berhadapan dengan GM Magnus Carlsen di Grand Final Playoff Chess.com Open 2026. Pada hari Sabtu, bintang asal Polandia itu memenangkan Losers Final dengan skor 1.5-0.5, memegang buah hitam dalam Pertahanan Nimzo-Indian yang tajam melawan GM Denis Lazavik.
Playoff Chess.com Open akan berakhir dengan Grand Final pada hari keempat, Minggu, 26 April mulai pukul 22:15 WIB.
Ini akan menjadi pertemuan kedua antara Carlsen dan Duda di turnamen ini. Pada hari Jumat, Carlsen menang 3-2 atas Duda di Winners Final melalui armageddon. Jika Duda memenangkan match pertama hari Minggu yang berformat best-of-four, ia masih harus menang sekali lagi dalam Grand Final Reset berformat best-of-two.
Juara pertama akan membawa pulang $50.000, sementara runner-up mendapatkan $35.000. Keduanya juga sudah memastikan tempat di Esports World Cup.

Losers Quarterfinal: Lazavik dan Nihal Melaju
Dua pemain yang sebelumnya tersingkir dari Winners Semifinal sukses memenangkan match pertama mereka di Losers Bracket.
Movahed 0.5-1.5 Lazavik
Match pembuka Lazavik berlangsung lancar: ia menang dengan buah Putih di game pertama, lalu mengamankan hasil remis tanpa banyak gejolak di game kedua. Kemenangan di game pertama menunjukkan teknik yang solid, ketika gajahnya mampu mengungguli kuda lawan, merebut pion di sayap menteri, dan mendorongnya hingga promosi.
Di game kedua, Lazavik hanya membutuhkan hasil remis dan berhasil mendapatkannya dengan nyaman saat memegang buah Hitam dalam Pembukaan Italia. Bahkan, Hitam tampak sebagai pihak yang lebih berambisi mencari peluang, sementara Movahed tidak pernah benar-benar mendapat kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Abdusattorov 0-2 Nihal
Meski hasil kemenangan Nihal terlihat lebih dominan, prosesnya tidak semulus kemenangan Lazavik. Abdusattorov berhasil menciptakan kekacauan di kedua game, meskipun akhirnya tetap kalah.
Nihal awalnya mengungguli pemain nomor satu Uzbekistan itu secara teknis, dengan kuda yang lebih kuat melawan gajah. Namun, Abdusattorov berhasil kembali memberi perlawanan. Dalam tekanan waktu kedua pemain, ia membuat kesalahan fatal dan membiarkan skakmat dalam satu langkah.
Nodirbek blunders into a checkmate in one move, but still applauds his opponent right after 👏!https://t.co/E5NAWUoLKf pic.twitter.com/tB9KQDGNhw
— chess24 (@chess24com) April 25, 2026
Di game kedua, Nihal menemukan pengorbanan kualitas untuk meredam potensi serangan lawan. Abdusattorov sempat mendapat peluang, terutama untuk menang waktu dalam krisis waktu, tetapi lagi-lagi Nihal berhasil keluar sebagai pemenang.
Losers Semifinal: Lazavik Kalahkan Nihal
Lazavik 2-0 Nihal
Perjalanan impresif Lazavik berlanjut ke semifinal. Kali ini, kemampuan teknisnya berhasil meredam permainan taktis Nihal. Kemenangan di game pertama menjadi titik penting dalam match ini.
Nihal, yang harus menghadapi kelemahan jangka panjang di posisinya, memilih mengorbankan pion-c6 demi mendapatkan aktivitas. Namun, rencananya kurang tepat. Ia mencoba mengorbankan perwira untuk menyerang raja lawan, tetapi Lazavik bertahan dengan akurat dan kemudian menunjukkan teknik endgame yang baik untuk menghentikan tiga pion bebas berantai.
Di game berikutnya, Lazavik memegang buah hitam dan bertahan dengan akurasi 96 persen dalam Pembukaan Italia. Nihal akhirnya kalah setelah terlalu memaksakan kemenangan di akhir permainan, karena bagi dirinya, kalah ataupun remis tetap membuat hasil pertandingan tidak berubah.
Pembukaan game tersebut juga diwarnai blunder menarik sejak langkah ke-10 yang luput dari perhatian kedua pemain. Hitam sebenarnya bisa memenangkan materi dengan cara yang tidak biasa, dimulai dari 10...Kg4 dalam variasi yang ditampilkan di bawah ini.
Losers Final: Duda Bangkit
Duda 1.5-0.5 Lazavik
Setelah game pertama berakhir remis dalam permainan yang sangat tertutup, game kedua berlangsung jauh lebih tajam. Lazavik memilih Variasi Samisch dalam Pertahanan Nimzo-Indian (6.f3), pilihan yang cukup mengejutkan karena biasanya ia cenderung memainkan pembukaan yang lebih solid, seperti Pembukaan Catalan.
Strategi itu tidak berhasil dalam game tersebut, tetapi GM Eric Hansen menilai bahwa Lazavik mungkin sudah mempertimbangkan risiko dan keuntungannya. Bahkan jika ia kalah, bukan berarti pendekatan tersebut otomatis keliru. Hansen mengatakan:
Fakta bahwa ia sudah lolos ke EWC memengaruhi pilihan pembukaannya. Jika ia masih berjuang untuk mendapatkan tiket itu, saya rasa ia akan tetap memainkan andalannya, pendekatan pembukaan yang lebih solid. Namun, ini adalah sesuatu yang ia putuskan akan bermanfaat untuk perkembangan caturnya.
GM Rafael Leitao menganalisis Game of the Day di bawah ini.
Apa pun hasilnya pada hari Minggu, Duda tetap punya alasan untuk puas dengan turnamen ini. Ia setidaknya akan membawa pulang $35.000 dan sudah memastikan tempat di EWC. Ia mengatakan ingin “bermain lebih baik daripada tahun lalu” di Riyadh, ketika ia tersingkir di babak grup setelah mengalami mouse slip yang membuatnya kehilangan peluang senilai $20.000.
😱 Abdusattorov cannot believe it! A mouse slip on move FIVE decides the game and Duda resigns and is eliminated!https://t.co/m3LhMG7IZ8#EsportsWorldCup pic.twitter.com/PI8426Z3kc
— chess24 (@chess24com) July 30, 2025
Untuk turnamen ini, Duda merasa sejauh ini ia bermain “cukup baik.” Ia melanjutkan: “Tentu saja, begitu Anda mulai memenangkan match seperti ini, ambisi ikut meningkat.... Saya sedikit kecewa dengan match melawan Magnus karena rasanya saya bermain cukup bagus dan punya beberapa peluang.”
Ia akan mendapat kesempatan lagi melawan pemain nomor satu dunia tersebut, meski ia mengakui peluangnya untuk menang dua kali “jujur saja, tidak terlihat terlalu realistis.”
Duda on having to defeat Magnus two times tomorrow to win the event:
— chess24 (@chess24com) April 25, 2026
"It doesn't seem very realistic, to be honest, but I mean, I will just try to play good chess and maybe there will be some chances." pic.twitter.com/5ZT0fmCZRk
Siapa yang akan merebut gelar perdana Chess.com Open? Akankah Carlsen menambahkannya ke daftar panjang kemenangan turnamennya, atau Duda yang akan merebut gelar ini darinya?
Chess.com Open, yang berlangsung online pada 14 Maret hingga 26 April, adalah event catur terbuka terbesar di dunia. Turnamen ini mencakup kualifikasi terbuka, kualifikasi pemain bergelar, dan Play-In yang berujung pada knockout eliminasi-ganda 16 pemain. Total hadiah yang tersedia mencapai $250.000, ditambah tiga slot langsung menuju Esports World Cup 2026.
Liputan sebelumnya:
-
- Playoff Hari ke-2: Carlsen Melaju ke Grand Final Chess.com Open Usai Kalahkan Lazavik dan Duda
- Playoff Hari ke-1: Carlsen, Lazavik, Duda, dan Nihal Melaju di Winners Bracket; Sindarov Tersingkir Lebih Awal
- Play-in 4: Nihal, Sargsyan Grab Final Spots In Chess.com Open Playoffs
- Play-In 3: 15-Year-Old Movahed, Dubov Hold Off Caruana To Qualify From Play-In 3
- Play-In 2: Pranesh, Yu Yangyi Qualify Through Play-In 2
- Play-In 1: Nepomniachtchi, Abdusattorov Qualify Through Play-In 1
- Chess.com Global Championship Now Called Chess.com Open