Abdusattorov Tumbangkan Praggnanandhaa, Lu Miaoyi Pimpin Sendirian di Challengers
Nodirbek Abdusattorov mengamankan kemenangan endgame atas Praggnanandhaa. Foto: Lennart Ootes/Tata Steel Chess.

Abdusattorov Tumbangkan Praggnanandhaa, Lu Miaoyi Pimpin Sendirian di Challengers

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Nodirbek Abdusattorov memenangkan satu pion dan secara perlahan mengalahkan GM Praggnanandhaa Rameshbabu dalam pertarungan 60 langkah. Kemenangan ini membuatnya bergabung dengan GM Hans Niemann dan Arjun Erigaisi di puncak klasemen sementara Tata Steel Chess Masters 2026 dengan skor 1,5/2. Satu-satunya pemenang lain pada hari itu adalah GM Vladimir Fedoseev, yang bangkit dari kekalahan cepat 16 langkah untuk menumbangkan unggulan teratas GM Vincent Keymer.

Pemain berusia 14 tahun, Yagiz Kaan Erdogmus, sempat memiliki peluang menang dalam partai liar melawan GM Aravindh Chithambaram. Sementara itu, GM Javokhir Sindarov dua kali menyia-nyiakan posisi menang melawan GM Anish Giri, bahkan keduanya sempat tertawa di tengah jalannya pertandingan.

Lu Miaoyi yang berusia 15 tahun memimpin Tata Steel Chess 2026 Challengers dengan hasil sempurna 2/2 setelah keluar sebagai pemenang dalam partai dramatis yang diwarnai krisis waktu melawan FM Panesar Vedant. IM Carissa Yip dan Faustino Oro berada setengah poin di belakang setelah masing-masing meraih kemenangan atas GM Erwin l'Ami dan Max Warmerdam. Sementara itu, kemenangan GM Andy Woodward atas IM Eline Roebers membuat ketiga wakil Belanda kembali menelan kekalahan untuk hari kedua berturut-turut.

Babak ketiga dimulai pada Senin, 19 Januari mulai pukul 20:00 WIB.


Masters: Fedoseev Bangkit, Abdusattorov Mengalahkan Praggnanandhaa

Tata Steel Masters: Hasil Babak 2

Hanya ada dua kemenangan pada babak kedua, namun drama terjadi di banyak papan lainnya.

Tata Steel Masters: Klasemen Setelah Babak 2

Kini terdapat tiga pemain yang berbagi posisi puncak klasemen, sementara juara bertahan Praggnanandhaa terpuruk dengan hasil 0/2.

Peringkat Gelar Nama FED Rating Skor
1 GM Hans Niemann 2725 1.5
GM Arjun Erigaisi 2775 1.5
GM Nodirbek Abdusattorov 2751 1.5
4 GM Yagiz Kaan Erdogmus 2658 1
GM Aravindh Chithambaram 2700 1
GM Vincent Keymer 2776 1
GM Javokhir Sindarov 2726 1
GM Jorden van Foreest 2703 1
GM Thai Dai Van Nguyen 2656 1
GM Gukesh Dommaraju 2754 1
GM Vladimir Fedoseev 2705 1
GM Matthias Bluebaum 2679 1
13 GM Anish Giri 2760 0.5
14 GM Praggnanandhaa Rameshbabu 2758 0

Setelah penundaan selama 1,5 jam pada babak pertama akibat aksi protes di luar arena pertandingan, jadwal kembali normal di babak kedua. Emilia Castelao dari Women in Chess Foundation mendapat kehormatan membunyikan gong tepat pukul dua siang sebagai tanda dimulainya pertandingan.

Hari itu kembali dipenuhi aksi seru, termasuk dua pengorbanan kuda di petak d5.

Kedua pengorbanan tersebut sebenarnya berpeluang menghasilkan kemenangan, tetapi pada akhirnya hanya Fedoseev yang memanfaatkannya setelah penampilan buruk di hari pertama. Bahkan, ia berkomentar tentang pengorbanan tersebut, “Memainkan kombinasi ini seperti mimpi bagi saya. Pengorbanan kuda di tengah papan adalah tema taktik favorit saya."

Pengorbanan kuda di tengah papan adalah tema taktik favorit saya.

—Vladimir Fedoseev

Fedoseev 1-0 Keymer

Fedoseev mengakui bahwa ia sangat terpukul oleh kekalahannya di babak pertama. Dalam wawancara bersama WIM Fiona Steil-Antoni, ia mengatakan bahwa setelah partai seperti itu, seseorang pasti mulai meragukan diri sendiri, bahkan mempertanyakan apakah masih mampu bermain catur, karena kalah hanya dalam 16 langkah adalah pengalaman yang sangat sulit diterima.

Fedoseev menjelaskan bahwa ia merasa belum siap ketika turnamen dimulai, terutama setelah adanya aksi protes yang menunda pertandingan selama 1,5 jam dan masih terdengar bising di luar arena pada awal babak tersebut. Ia pun menyoroti perbedaan suasana di babak kedua dengan mengatakan:

Setidaknya di arena pertandingan suasananya tenang dan saya merasa ini benar-benar turnamen catur, bukan stadion seperti kemarin. Saya langsung berhadapan dengan lawan yang sangat sulit untuk kondisi seperti ini, Hans Niemann—dia tipe pemain yang ekspresif dan selalu siap menghadapi tantangan semacam itu!

Soal keputusannya menyerah begitu cepat di babak pertama, Fedoseev menjelaskan, “Terkadang, menurut saya, tidak ada alasan untuk menambah rasa sakit, karena itu adalah bagian paling menjengkelkan dari permainan kita!”

Fedoseev tampil jauh lebih baik pada babak kedua di Wijk aan Zee. Foto: Jurriaan Hoefsmit/Tata Steel Chess.

Namun pada babak kedua kali ini, justru unggulan teratas Keymer yang harus menderita. Meski memberikan perlawanan sengit setelah terkena pukulan taktik, ia akhirnya kalah dan harus menyerahkan posisi peringkat empat dunia kepada Arjun. Partai ini menjadi Game of the Day kami, yang telah dianalisis oleh GM Dejan Bojkov di bawah.

Satu-satunya kemenangan lainnya di kategori Masters datang dari kemenangan Abdusattorov atas Praggnanandhaa.

Abdusattorov 1-0 Praggnanandhaa

Abdusattorov mengaku senang akhirnya bisa mengalahkan Praggnanandhaa dalam catur klasik setelah cukup lama. Ia juga mengingat bahwa pada babak pertama Tata Steel Masters 2025, ia sempat melewatkan peluang menang melawan pecatur India tersebut. Kali ini, sang juara bertahan justru menelan kekalahan kedua secara beruntun. Abdusattorov berkomentar:

Saya rasa sangat berat baginya menjalani babak ini setelah kekalahan menyakitkan kemarin melawan Arjun, di mana posisinya sudah kalah sejak pembukaan. Pembukaannya memang berbeda, tetapi hasil akhirnya tetap sama!

Nuansa deja vu semakin terasa ketika Praggnanandhaa kembali dihadapkan pada sebuah langkah baru, 9.Kh4, hanya sehari setelah sebelumnya terkena kejutan 10.Kh4 dari Arjun. Abdusattorov pun menyebut bahwa ia mendapatkan posisi yang diinginkannya sejak pembukaan.

Setelah itu, tekanan perlahan terus meningkat. Meski masih sempat bertahan dengan permainan akurat, Praggnanandhaa akhirnya kehilangan satu pion dan terus ditekan hingga tak mampu menyelamatkan posisi.

Abdusattorov juga mengenang masa kecilnya saat menonton turnamen di Wijk aan Zee. “Memenangkan turnamen ini adalah mimpi besar saya, dan semoga tahun ini bisa terwujud,” ujarnya.

Apakah ini akan menjadi tahun Abdusattorov? Foto: Lennart Ootes/Tata Steel Chess.

Praggnanandhaa sendiri berhasil mewujudkan mimpi itu setahun lalu, namun ia bukanlah satu-satunya juara yang kesulitan di edisi berikutnya.

Ia berharap bisa menghentikan tren negatif saat menghadapi GM Thai Dai Van Nguyen di babak ketiga, meskipun pemenang Challengers 2025 tersebut tampil solid sejauh ini, menahan imbang GM Jorden van Foreest di babak pertama dan bahkan menekan Arjun di babak kedua.

Hasil remis di partai tersebut membuat Abdusattorov naik ke puncak klasemen bersama, setelah GM Hans Niemann juga meraih hasil remis paling tenang hari itu dengan buah hitam melawan GM Matthias Bluebaum.

Hans Niemann bersama sesama pecatur AS, Carissa Yip dan Andy Woodward sebelum babak kedua. Foto: Jurriaan Hoefsmit/Tata Steel Chess.

Pertarungan GM Gukesh Dommaraju vs. Van Foreest berlangsung lebih tajam, namun tetap berakhir remis. Tantangan tersulit bagi sang juara dunia justru datang setelah partai usai, yakni meninggalkan arena pertandingan.

Dua hasil remis lainnya penuh dengan kejadian menarik. Giri sempat blunder melawan Sindarov, namun saat memainkan 23…Ke2+?, pemain Uzbekistan itu baru menyadari bahwa ia sebenarnya bisa memenangkan satu pion. Giri terkejut, dan keduanya justru menertawakan situasi tersebut di tengah pertandingan.

Yang lebih mengejutkan, situasi serupa kembali terulang. Giri kembali blunder, kali ini di endgame pion, dan seharusnya kalah telak setelah 41…f6!. Namun Sindarov justru langsung memainkan 41…a5? tanpa banyak perhitungan, sehingga kemenangan kembali terlepas.

Hasil ini membuat Giri terhindar dari dua kekalahan beruntun seperti Praggnanandhaa, dan ia pun membuka perolehan poin lewat hasil remis.

Tawa antara Giri dan Sindarov pun berlanjut bahkan setelah pertandingan berakhir. Foto: Lennart Ootes/Tata Steel Chess.

Peluang terakhir yang terbuang datang dari pemain 14 tahun, Erdogmus, yang nyaris memenangkan apa yang oleh lawannya, GM Aravindh Chithambaram, disebut sebagai “partai gila."

Aravindh memicu kekacauan sejak awal dengan langkah kelima yang tak lazim—langkah yang menurut Erdogmus biasanya hanya muncul di partai catur cepat. Aravindh sebenarnya telah menyiapkan 18 langkah teori, namun perlawanan akurat dari lawan mudanya membuatnya sempat khawatir persiapannya telah bocor!

Penentuan terjadi pada langkah ke-25. Dengan sisa waktu sekitar 10 menit untuk 15 langkah, Erdogmus memilih jalur aman lewat 25.b4?!, padahal kemenangan menantinya jika ia menempatkan benteng di h8 atau h7.

Usai pertandingan, Erdogmus menyoroti kontrol waktu tanpa increment sebelum langkah ke-40. Ia merasa krisis waktu memaksanya memilih permainan aman, sehingga peluang menang pun sirna.

Di sisi lain, Aravindh mengaku sangat bahagia bisa tampil di turnamen ini. “Ini mimpi saya. Inilah satu-satunya turnamen yang selalu ingin saya ikuti, dan sekarang saya benar-benar menjalaninya,” ujarnya dengan penuh antusias.

Inilah satu-satunya turnamen yang selalu ingin saya ikuti, dan sekarang saya benar-benar menjalaninya! 

—Aravindh Chithambaram

Selanjutnya, Aravindh akan menghadapi Abdusattorov.

Challengers: Lu Miaoyi Memimpin Sendirian

Empat kemenangan kembali tercatat di kategori Challengers.

Tata Steel Challengers: Hasil Babak 2

Lu memimpin sendirian di puncak klasemen, sementara tiga wakil Belanda masih belum meraih satu poin pun.

Tata Steel Challengers: Klasemen Usai Babak 2

Peringkat Gelar Nama FED Rating Skor
1 IM Lu Miaoyi 2431 2
2 GM Bibisara Assaubayeva 2497 1.5
GM Aydin Suleymanli 2628 1.5
IM Faustino Oro 2516 1.5
IM Carissa Yip 2466 1.5
6 GM Vasyl Ivanchuk 2605 1
GM Marc'Andria Maurizzi 2611 1
GM Velemir Ivic 2638 1
FM Panesar Vedant 2406 1
GM Andy Woodward 2608 1
GM Daniil Yuffa 2604 1
12 GM Erwin l'Ami 2634 0
IM Eline Roebers 2398 0
GM Max Warmerdam 2576 0

Seorang pemain berusia 15 tahun memimpin kategori Challengers setelah Lu menaklukkan Panesar dalam pertarungan mendebarkan dan mencatatkan hasil sempurna 2/2.

Partai Lu Miaoyi berlangsung penuh drama saat ia memastikan skor 2/2. Foto: Lennart Ootes/Tata Steel Chess.

Momen paling tak terlupakan terjadi setelah Lu memainkan 27…Bc2?!?, sebuah langkah berani yang membuatnya hanya memiliki tiga menit untuk menyelesaikan 13 langkah selanjutnya. Sekilas tampak seperti blunder yang memberikan buah, tetapi kenyataannya jauh lebih rumit dari itu!

Satu-satunya pemain yang berpeluang menyamai Lu hanyalah GM Aydin Suleymanli dan Bibisara Assaubayeva. Namun duel sengit keduanya berakhir remis. Assaubayeva sempat memiliki peluang menang di fase awal, lalu giliran Suleymanli mengambil alih inisiatif, sebelum langkah brilian 67…Mh4! menyelamatkan posisi dan memastikan hasil imbang.

Posisi kedua kini ditempati oleh IM Yip dan Oro, yang sama-sama meraih kemenangan meyakinkan dengan buah Putih atas lawan Belanda dengan rating lebih tinggi.

Sebelum pertandingan dimulai, GM l’Ami yang berusia 40 tahun sempat diwawancarai oleh Steil-Antoni dan berbicara tentang menghadapi Oro yang baru berusia 12 tahun. Ia menyebut selalu ada sensasi tersendiri bermain melawan pecatur yang usianya tiga kali lebih muda—terasa aneh, tetapi sekaligus menantang. Ia juga menambahkan bahwa banyak talenta muda yang pernah dihadapinya di kelompok ini akhirnya melangkah ke Masters, dan kemungkinan besar hal yang sama akan terjadi pada Oro.

Catatan pribadi: pemain sebaiknya tidak diwawancarai sebelum menghadapi bocah ajaib! Foto: Jurriaan Hoefsmit/Tata Steel Chess.

Namun, segalanya berjalan buruk bagi l’Ami sejak pembukaan, dan Oro tampil sempurna hingga mengamankan kemenangan. Setelah menjalani tahun 2025 yang sulit, kalah enam dari tujuh partai terakhir dan hanya mengoleksi 3,5/13—Oro kini merasa dirinya sudah jauh berkembang. Ia mengatakan bahwa meski tahun lalu ia sudah bermain bagus, level permainannya kini jelas meningkat.

Saya bermain jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

—Faustino Oro

Seorang legenda menyaksikan permainan calon legenda baru. Foto: Jurriaan Hoefsmit/Tata Steel Chess.

Kemenangan Yip diraih setelah Warmerdam melewatkan kesempatan untuk merebut “pion beracun” yang sebenarnya cukup aman. Dari situ, Yip membangun serangan kuat yang sulit dibendung hingga akhirnya memastikan poin penuh.

Satu kemenangan lainnya datang dari Woodward, yang bangkit dengan mengalahkan Roebers hanya dalam 27 langkah, menggunakan varian yang telah ia persiapkan untuk ajang FIDE Grand Swiss.

Andy Woodward kembali ke jalur kemenangan, sementara awal turnamen terasa berat bagi Eline Roebers. Foto: Jurriaan Hoefsmit/Tata Steel Chess.

Pada babak ketiga, Woodward akan berhadapan dengan sesama pemain 15 tahun sekaligus pemimpin klasemen, Lu. Sementara itu, kategori Masters menyajikan deretan duel menarik: Arjun vs. Gukesh (India), Van Foreest vs. Giri (Belanda), Keymer vs. Bluebaum (Jerman), serta Niemann vs. Erdogmus, Aravindh vs. Abdusattorov, Sindarov vs. Fedoseev, dan Praggnanandhaa vs. Van Nguyen.

Cara Menonton
Anda bisa menyaksikan siaran langsung turnamen ini melalui channel YouTube atau Twitch Chess24. Anda juga bisa memantau jalannya pertandingan di halaman acara kami.
Siaran langsung dipandu oleh IM Jovanka Houska dan GM Simon Williams.

Edisi ke-88 Tata Steel Chess berlangsung dari 17 Januari hingga 1 Februari 2026 di Wijk aan Zee, Belanda. Baik kategori Masters maupun Challengers menggunakan sistem round-robin yang diikuti oleh 14 pemain. Kontrol waktu yang digunakan adalah 120 menit untuk 40 langkah pertama, diikuti dengan 30 menit hingga akhir permainan, dengan increment 30 detik dimulai dari langkah ke-41. Tawaran remis tidak diperbolehkan sebelum langkah ke-40.

Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen