Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

Bintang India berusia 24 tahun, GM Vaishali Rameshbabu, akan menghadapi GM asal China, Ju Wenjun, dalam perebutan gelar juara dunia wanita setelah memastikan kemenangan di Kandidat Wanita FIDE 2026 lewat kemenangan pada babak terakhir atas GM Kateryna Lagno. Di laga lain, GM Bibisara Assaubayeva menjalani duel kacau melawan GM Divya Deshmukh yang bisa saja berakhir menang atau kalah, tetapi akhirnya ditutup remis lewat pengulangan langkah, hasil yang cukup untuk mengamankan posisi kedua. Sementara itu, GM Zhu Jiner harus puas berbagi peringkat ketiga dengan GM Aleksandra Goryachkina setelah bermain remis melawan GM Anna Muzychuk, sedangkan Goryachkina meraih kemenangan atas GM Tan Zhongyi

Setelah memastikan gelar juara Turnamen Kandidat FIDE 2026 dengan satu babak tersisa, GM Javokhir Sindarov menutup turnamen dengan hasil remis melawan GM Wei Yi dan mencatat skor tertinggi dalam sejarah Kandidat, yaitu 10/14. GM Anish Giri menang dengan buah hitam atas GM Matthias Bluebaum dan finish sebagai runner-up dengan 8,5/14. GM Fabiano Caruana, yang juga bermain dengan buah hitam, mengalahkan GM Andrey Esipenko untuk finish di posisi ketiga, sementara partai GM Praggnanandhaa Rameshbabu vs. GM Hikaru Nakamura berakhir remis.


Kandidat Wanita FIDE: Vaishali Pastikan Tiket untuk Menantang Juara Dunia

Sorotan utama di babak terakhir tertuju pada dua pemimpin klasemen, Vaishali dan Assaubayeva, dan pada akhirnya Vaishali yang berhasil meraih kemenangan paling penting.

Hasil Kandidat Wanita Babak 14

Kemenangan Vaishali memastikan tidak perlu ada babak playoff, sementara Assaubayeva tetap pantas menutup turnamen di posisi kedua. Di sisi lain, Goryachkina berhasil menyamai Zhu di peringkat ketiga.

Klasemen Akhir Kandidat Wanita

Sebelum babak terakhir dimulai, ada enam pemain yang masih punya peluang menjadi juara. Namun, hanya dua pemimpin bersama, Assaubayeva dan Vaishali, yang sepenuhnya memegang nasib mereka sendiri. Segalanya akan ditentukan lewat partai masing-masing.

Divya ½-½ Assaubayeva 

Menjelang duel ini, Divya sedang dalam performa kurang meyakinkan setelah kalah empat kali dari lima partai terakhirnya. Sebaliknya, Assaubayeva datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat tiga kemenangan dari empat partai sebelumnya. Hal itu juga terlihat dari penggunaan waktunya, karena Divya terus tertinggal di jam, meski posisi dari pembukaan justru lebih berpihak kepadanya. Dalam wawancara dengan FM Mike Klein setelah pertandingan, Assaubayeva mengaku terkejut dengan langkah pertama lawannya, tidak siap menghadapi urutan langkah tersebut, dan merasa mendapat posisi yang sangat tidak nyaman setelah pembukaan.

Bibisara Assaubayeva tampil habis-habisan demi memburu kemenangan, tetapi usahanya tetap belum cukup. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Meski begitu, Assaubayeva berhasil membalikkan keadaan. Saat Divya melewatkan peluang untuk merebut pion, tensi partai langsung meningkat. Lalu ketika permainan tampak akan mengarah ke akhir yang datar, pemain Kazakhstan itu justru mengorbankan kudanya di petak f2. Itu sebenarnya langkah yang kalah, tetapi hanya jika Divya menindaklanjutinya dengan 27.Kd6!.

Assaubayeva melihat kemungkinan itu saat menunggu respons lawannya, tetapi Divya yang hanya punya lima menit di jam memilih mengambil gajah di b7. Setelah itu, ia sebenarnya bisa dengan mudah tergelincir ke posisi kalah, tetapi berhasil menemukan satu-satunya rangkaian langkah yang jelas mengarah ke remis, sehingga Assaubayeva akhirnya hanya bisa memaksakan hasil imbang.

Usai pertandingan, Assaubayeva mengaku senang turnamen yang “sangat panjang” dan “sangat melelahkan” itu akhirnya selesai. Ia berkata, “Kemarin setelah pertandingan, saya sakit kepala dan segalanya terasa berat. Saya sangat lelah dan sempat sedikit iri pada Javokhir karena dia senang turnamennya sudah selesai. Tapi ya, untuk bisa merasakan itu saya juga harus menang enam kali!”

Saya sangat lelah dan sempat sedikit iri pada Javokhir karena dia senang turnamennya sudah selesai. Tapi ya, untuk bisa merasakan itu saya juga harus menang enam kali!

—Bibisara Assaubayeva

Hasil remis tersebut sekaligus mengakhiri harapan para pemain yang memulai hari dengan selisih satu poin—Lagno, Goryachkina, dan Muzychuk—untuk merebut gelar Kandidat. Setelah itu, perhatian pun tertuju pada partai Vaishali dan mungkin juga partai Zhu. Assaubayeva mengatakan, “Kalau Vaishali tidak menang, kami akan memainkan tiebreak. Tapi kalau tidak, saya rasa saya sudah memberikan yang terbaik.”

Vaishali 1-0 Lagno

Vaishali dan Lagno sama-sama lolos ke Turnamen Kandidat lewat FIDE Women's Grand Swiss, setelah finish di posisi pertama dan kedua. Menariknya, pertemuan mereka di babak terakhir Kandidat justru menjadi laga penentu gelar juara. Foto: Niki Riga/FIDE.

Vaishali sempat unggul satu poin penuh usai mengalahkan Goryachkina di babak ke-11. Ia mengaku keunggulan yang tak terduga itu justru menambah tekanan, sehingga kekalahan di babak berikutnya terasa seperti sesuatu yang bisa ia terima. Menurutnya, saat kalah dari Zhu Jiner, ia merasa semuanya kembali seimbang, dan dalam dua hari terakhir ia hanya berusaha fokus pada permainannya sendiri dan memberikan yang terbaik, karena itulah satu-satunya hal yang bisa ia kendalikan.

Saat saya kalah dari Zhu Jiner, saya merasa, oke, sekarang semuanya kembali normal!

—Vaishali Rameshbabu

Setelah bermain remis di babak sebelumnya, Vaishali tampil nyaris tanpa cela pada partai penentuan.

Keadaan juga sedikit berpihak padanya karena Lagno berada dalam situasi wajib menang jika masih ingin merebut gelar. Lagno pun memilih Sisilia Dragon, sebuah pilihan yang bahkan sempat memancing komentar mengejutkan dari GM David Howell.

Namun, Dragon kali ini tidak benar-benar menakutkan. Vaishali segera unggul satu pion dan mendapatkan posisi yang menuntut ketelitian, tetapi tidak memberi peluang serangan mematikan bagi Hitam. Saat papan-papan lain dipenuhi drama, Vaishali tetap tenang, mempertahankan keunggulannya, dan sabar menunggu momen yang tepat. Memang tidak semua langkahnya sempurna, tetapi permainannya sangat efektif, sampai akhirnya Lagno goyah menjelang kontrol waktu lewat 38...B8a4?.

Meski hanya punya lima menit di jam, Vaishali tetap menghitung dengan cermat dan menemukan 39.Bd8+! Rh7 40.c4!, yang langsung menghadirkan ancaman tak terbendung ke arah raja Hitam.

Lagno akhirnya tak punya pilihan lebih baik selain menyerahkan benteng. Walau masih mencoba melanjutkan permainan, satu-satunya harapan yang tersisa hanyalah jika Vaishali melakukan blunder besar di saat-saat genting. Namun itu tidak terjadi. Vaishali justru menuntaskan kemenangan terbesar dalam kariernya dengan penuh keyakinan.

Partai ini terpilih sebagai Game of the Day kami, dan telah dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah.

Vaishali menyebut pencapaian ini sebagai “momen impian bagi keluarga kami” setelah 15 tahun menekuni catur. Saat keluar dari ruang pertandingan, ia langsung mendapat ucapan selamat dari ibunya dan sang adik, GM Praggnanandhaa Rameshbabu.

Menariknya, Vaishali datang ke turnamen ini sebagai pemain dengan rating terendah, dan ia juga menutup turnamen dengan status yang sama dalam daftar rating live. Namun angka itu tidak benar-benar mencerminkan kekuatannya. Ia pernah menembus rating di atas 2500, dua kali berturut-turut menjuarai FIDE Women's Grand Swiss dan juga pernah menutup Kandidat Wanita 2024 di Toronto dengan lima kemenangan beruntun yang luar biasa.

Vaishali benar-benar punya banyak alasan untuk bangga. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Seperti yang ia katakan setelah kemenangannya tahun ini, pada performa terbaiknya ia merasa mampu melawan semua pemain di level yang sama. Ia juga berterima kasih kepada timnya, yang tetap percaya padanya bahkan ketika ia sendiri sempat meragukan diri sendiri. Salah satu nama yang ia sebut adalah juara dunia lima kali, Viswanathan Anand, yang termasuk orang pertama yang merayakan keberhasilannya. 

Para pecatur India kini berpeluang besar mendominasi perebutan gelar juara dunia, baik di kategori wanita maupun terbuka. Namun sebelum memikirkan itu, Vaishali kini berhak menikmati istirahat yang memang sudah sepantasnya ia dapatkan.

Vaishali bahkan punya peluang menjadi grandmaster paling terkenal di keluarganya! Foto: Michal Walusza/FIDE.

Kemenangan Vaishali juga memastikan Zhu tidak mungkin lagi menyusulnya. Bahkan unggulan utama asal China itu pun gagal menembus pertahanan solid Muzychuk.

Anna Muzychuk dan Zhu Jiner sempat berada di puncak klasemen, tetapi pada akhirnya keduanya gagal menjadi juara. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Satu-satunya pemain yang berhasil menang saat benar-benar wajib menang adalah Goryachkina. Kemenangan atas Tan membawanya naik ke posisi ketiga. Sementara itu, mantan juara dunia wanita asal China tersebut menjalani turnamen yang tampaknya ingin segera ia lupakan, dan itu terlihat jelas dari caranya kalah di akhir.

Inilah momen terakhir Turnamen Kandidat FIDE 2026 di Siprus.

Kandidat memang turnamen yang sangat kejam, dan Goryachkina menjadi salah satu dari tujuh pemain yang harus menutup turnamen dengan rasa kecewa.

Kandidat FIDE: Giri dan Caruana Akhiri Turnamen dengan Kemenangan

Giri dan Caruana sama-sama menutup turnamen dengan kemenangan di babak terakhir.

Hasil Kandidat Babak 14

Sindarov mengakhiri ajang ini dengan keunggulan 1,5 poin atas para pesaingnya, sementara Giri dan Caruana masing-masing naik ke posisi kedua dan ketiga.

Klasemen Akhir Kandidat

Meski penantang juara dunia sudah ditentukan sebelum babak terakhir dimulai, persaingan tetap sengit di sebagian papan. Kali ini, pembahasan dimulai dari partai-partai remis, karena Sindarov memilih menuntaskan turnamen luar biasanya dengan hasil aman.

Wei tampaknya memang tidak ingin terlibat duel sengit melawan sang juara di babak ke-14. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Partai itu hanya berlangsung delapan menit saat kedua pemain dengan cepat menyepakati remis dalam Four Knights Spanish. Dengan hasil itu, Sindarov memecahkan rekor GM Ian Nepomniachtchi untuk skor tertinggi dalam sejarah Turnamen Kandidat, yaitu 9,5/14 pada 2022.

IM Roman Vidonyak, yang melatih Sindarov sejak Januari 2025, sempat berbicara singkat kepada FIDE tentang latihan mereka dan target yang masih tersisa. Ia mengatakan bahwa mereka berlatih selama 15 hari, delapan jam per hari, tanpa menggunakan komputer sama sekali. “Ini metode latihan baru baginya, tetapi latihan yang sangat penting.”

Ia menyebut Sindarov memiliki “bakat universal,” istilah yang berulang kali digunakan untuk menggambarkan mendiang Juara Dunia Boris Spassky, tetapi kini juga bisa dilekatkan pada hampir semua super-grandmaster. Ia juga memaparkan target mereka, dan mengatakan bahwa dua dari empat target telah tercapai:

  • Lolos ke Turnamen Kandidat
  • Memenangkan Turnamen Kandidat
  • Memenangkan Kejuaraan Dunia
  • Mendominasi dunia catur seperti Karpov, Kasparov, dan Carlsen

Saat membahas target terakhir, ia berkata, “Bahkan bagi Gukesh, misalnya, sangat penting untuk mencapai langkah keempat ini,” sambil menambahkan bahwa tidak banyak juara dunia yang benar-benar mampu mendominasi dunia catur. 

Praggnanandhaa vs. Nakamura menjadi satu-satunya partai remis lainnya. Pembukaan Catalan yang tidak biasa sempat terlihat seperti salah satu partai paling tajam di awal, tetapi dari cepatnya kedua pemain bergerak, tampak jelas bahwa mereka sama-sama sangat memahami varian tersebut. Nakamura sempat mengorbankan menterinya, lalu memenangkannya kembali, dan partai berakhir remis di endgame gajah sewarna.

Nakamura menutup turnamen dengan 6,5/14, sementara Praggnanandhaa tertinggal setengah poin di belakangnya. Anda bisa menonton rekap harian Nakamura berikut ini:

Skor +3 milik Giri, dengan hanya satu kekalahan di babak pertama, hampir saja cukup untuk memenangkan Kandidat edisi-edisi sebelumnya. Pada 2024 dan 2022, skor itu akan memberinya posisi kedua, dan pada 2020-21 skor tersebut justru menjuarai turnamen. Ia sempat bercanda di konferensi pers, “Semuanya epik, hanya ada satu detail kecil: saya tidak lolos ke pertandingan kejuaraan dunia. Selain itu, semuanya epik!”

Semuanya epik, hanya ada satu detail kecil: saya tidak lolos ke pertandingan kejuaraan dunia. 

—Anish Giri

Caruana melihat ke arah Giri, mengetahui bahwa tak satu pun dari mereka akan menjuarai Kandidat tahun ini. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Bluebaum, yang bermain solid dengan mencatat 12 hasil remis dan hanya dua kekalahan, keluar dari repertoar solidnya demi bermain habis-habisan di babak terakhir. Giri mengomentari langkah agresif 9.Kg5!? dengan berkata, “Saya terkesan melihat Matthias memilih bermain seperti ini,” sambil menambahkan bahwa setelah langkah itu, “tidak ada jalan kembali” menuju partai yang solid.

Bluebaum 0-1 Giri

Partai ini memang hanya berlangsung 28 langkah, tetapi hal seperti itu wajar terjadi dalam posisi saat kedua pemain melakukan rokade ke sisi yang berlawanan. Langkah 14.0-0-0?? dari Bluebaum langsung membuat posisinya kalah, meski Giri sendiri awalnya tidak menyadari bahwa langkahnya seburuk itu. Setelah mendapatkan keunggulan, GM asal Belanda itu menyelesaikan partai dengan rapi tanpa membuat kesalahan. Tentang endgame yang muncul, ketika Putih memiliki tiga pion untuk sebuah gajah, Giri menilai posisinya tetap kalah. Menurutnya, gajah di d6 sangat luar biasa karena menguasai semua petak gelap penting di papan.

Giri mengatakan bahwa hadiah €45.000 untuk finish di posisi kedua kemungkinan merupakan uang terbesar yang pernah ia peroleh dari sebuah turnamen, meski ia tetap menempatkan gelar juaranya di Tata Steel Chess 2023 sebagai pencapaian yang lebih istimewa. Ia juga menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang ratingnya naik setelah turnamen ini, bersama Sindarov dan Bluebaum, masing-masing dengan tambahan +10, +31, dan +6 poin. Dengan nada bercanda, Giri juga berkata bahwa posisi kedua ini mungkin memberinya cukup banyak poin FIDE Circuit, yang lucu juga karena bisa menjadi awal usahanya lolos ke Kandidat berikutnya.

Saat ditanya IM Irene Sukandar apakah ia akan menjadi sekondan untuk Gukesh atau Sindarov, Giri menyampaikan hal-hal baik tentang keduanya. Ia teringat pernah berfoto selfie dengan Sindarov di Piala Dunia FIDE 2021, ketika Sindarov yang saat itu baru berusia 15 tahun menyingkirkan GM Alireza Firouzja. Giri menggambarkannya sebagai sosok yang menyenangkan dan ceria, serta mengatakan bahwa ia selalu menikmati kebersamaan dengannya, meski mereka belum pernah benar-benar bekerja sama, walaupun sempat ada keinginan untuk berlatih bersama suatu hari nanti.

Tentang Gukesh, Giri mengatakan bahwa mereka juga sempat beberapa kali berinteraksi, tetapi belum pernah bekerja bersama. Ia mengaku menyukai keduanya, tetapi tidak menyangka mereka akan melesat secepat itu dan mencapai level setinggi ini di usia yang masih sangat muda. Menurutnya, ia memang melihat keduanya punya masa depan yang menjanjikan, tetapi ia mengira perjalanan mereka menuju puncak akan memakan waktu lebih lama.

Saya menyukai mereka berdua, tetapi entah kenapa saya tidak menyangka mereka akan melesat secepat ini dan mencapai level setinggi ini.

—Anish Giri tentang Javokhir Sindarov dan Gukesh Dommaraju

Sementara itu, di partai menentukan lainnya, Sisilia Dragon milik Caruana benar-benar menunjukkan keganasannya.

Esipenko 0-1 Caruana

Caruana menampilkan permainan menyerang yang sangat meyakinkan. Foto: Niki Riga/FIDE.

Meski partai diawali dengan SisiliaNajdorf, Caruana menanggapi variasi sideline 6.Md3 dengan 6...g6, membentuk struktur pion yang dikenal sebagai “Dragondorf.” Kesalahan penting Esipenko terjadi saat ia membiarkan pengorbanan kualitas khas 13...Bxc3!!, langkah tajam yang juga pernah dimainkan Caruana dua tahun lalu melawan Nepomniachtchi dari posisi serupa di St. Louis.

Setelah itu, Caruana melancarkan serangan yang menentukan. Pengorbanan tersebut bukan hanya kuat secara taktis, tetapi juga didukung alasan posisional yang jelas.

Caruana menutup turnamen dengan selisih satu poin di bawah Giri, sementara Esipenko harus finish di posisi juru kunci. Keduanya sama-sama kehilangan poin rating, dan salah satu dampak dari super-turnamen ini adalah GM Magnus Carlsen kini menjadi satu-satunya pemain dengan rating 2800 dalam daftar rating live dunia.

10 besar dunia. Gambar: 2700chess.com.

Sampai di sini liputan harian kami untuk Turnamen Kandidat FIDE 2026. Selamat untuk Sindarov dan Vaishali, dan semoga yang terbaik untuk semuanya sambil menunggu kejuaraan dunia berikutnya!

NM Anthony Levin turut berkontribusi dalam berita ini.

Cara Menonton
Anda bisa menyaksikan Turnamen Kandidat FIDE 2026 di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Semua partainya juga bisa diikuti melalui Halaman Acara kami.

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

Turnamen Kandidat FIDE adalah turnamen FIDE paling penting tahun ini. Di kategori Terbuka dan Wanita, delapan pemain saling berhadapan dua kali demi memperebutkan hak untuk menantang Juara Dunia FIDE, Gukesh Dommaraju dan Ju Wenjun dalam pertandingan perebutan gelar.


Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Anish Giri Kalahkan Caruana dan Pangkas Jarak dari Sindarov; Zhu dan Vaishali Pimpin Kandidat Wanita

Anish Giri Kalahkan Caruana dan Pangkas Jarak dari Sindarov; Zhu dan Vaishali Pimpin Kandidat Wanita