Magnus Carlsen Ukir Sejarah Baru, Juara Chess Esports World Cup yang Pertama!
Magnus Carlsen mengangkat trofi Esports World Cup. Foto: Esports World Cup.

Magnus Carlsen Ukir Sejarah Baru, Juara Chess Esports World Cup yang Pertama!

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

Pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen, menjadi Juara Chess Esports World Cup pertama dalam sejarah setelah memenangkan tiga game terakhir melawan GM Alireza Firouzja di Grand Final. Carlsen membawa pulang hadiah utama senilai $250.000 dan mengantarkan timnya, Team Liquid, memimpin dalam klasemen keseluruhan. GM Hikaru Nakamura mengalahkan GM Arjun Erigaisi dengan skor 3.5-2.5 dalam perebutan tempat ketiga yang menegangkan, di mana lima dari enam pertandingan berakhir dengan kemenangan.

Turnamen catur dalam ajang Esports World Cup 2025 telah berakhir, dengan total hadiah $1.5 juta dibagikan sebagai berikut:

Klasemen Akhir Chess Esports World Cup 2025 

Total hadiah senilai $27 juta juga diperebutkan oleh tim-tim Esports, dan hasil dari cabang catur cukup untuk membawa Team Liquid—tim Carlsen—unggul tipis atas Team Falcons yang diperkuat Firouzja dan Nakamura.

Klasemen Klub Esports World Cup

Mari kita lihat aksi seru di hari terakhir.

Carlsen Kalahkan Firouzja, Juarai Esports World Cup

Carlsen mengalahkan Firouzja untuk merebut gelar juara. Foto: Esports World Cup.

Pertandingan final digelar dalam format best-of-three-set, dengan dua set masing-masing terdiri dari empat game dan satu set penentuan dua game jika diperlukan. Namun, Carlsen menyelesaikan semuanya hanya dalam dua set, menang 3-1 dua kali dan menutup pertandingan dengan skor 2-0.

Sebelum Final, Firouzja dari Team Falcons belum pernah kalah satu game pun selama turnamen.

Carlsen sendiri sempat kalah dua kali dari Nakamura di Semifinal, namun akhirnya menang 4-3 di laga itu.

Kekhawatiran bahwa Final akan menjadi duel antara "kekuatan tak terbendung vs. tembok tak tergoyahkan" langsung sirna. Game pertama yang awalnya tenang tiba-tiba berbalik setelah langkah 21...Ma3? dari Firouzja memungkinkan langkah brilian 22.Kb8!! dari Carlsen—mengincar benteng-a8 berkat ancaman di baris akhir.

Dari tayangan terlihat jelas bahwa Carlsen langsung melihat peluang tersebut.

Carlsen kemudian menjelaskan strateginya untuk pertandingan dengan kontrol waktu 10+0:

Dalam format ini, selalu ada sedikit kompromi. Kamu tidak bisa bermain dengan cepat dan sempurna, jadi aku mencoba bermain bagus dengan cepat—dan itu berjalan sangat baik!

Hal ini terlihat jelas di game kedua, ketika Carlsen bermain solid sekaligus jauh lebih cepat dibanding lawannya yang lebih muda. Mereka memasuki endgame benteng, dengan Carlsen unggul hampir empat menit melawan Firouzja yang hanya punya waktu kurang dari 30 detik. Kekalahan karena kehabisan waktu tampak tak terhindarkan. Namun, Carlsen tampaknya tidak ingin menang hanya karena waktu dan akhirnya menerima hasil remis lewat pengulangan langkah.

Menariknya, setelah langkah 35.Rg2 Carlsen sebenarnya sempat unggul secara objektif—meski hanya sesaat.

Game ketiga juga berakhir remis dan mengikuti pola serupa dari segi manajemen waktu dan hasil akhir, namun ini adalah momen terdekat Firouzja untuk membalikkan keadaan. Carlsen mengakui:

Aku pikir ada satu momen di game ketiga set pertama di mana aku dalam posisi kalah, tapi karena dia krisis waktu, tidak jelas apakah dia bisa menyelesaikannya. Tapi secara keseluruhan aku senang dengan cara bermainku.

Firouzja dikenal sebagai monster dalam catur cepat, namun di Final ini ia tidak tampil maksimal. Foto: Esports World Cup.

Kemenangan yang halus tapi pasti.

Di game keempat, Carlsen kembali unggul empat setengah menit.

Di papan, ia juga menguasai permainan dan mengeksekusi taktik indah yang membuat Firouzja tertawa menyadari kesempatannya untuk menyelamatkan set pertama telah sirna. Game itu pun berakhir dengan skakmat—dan dinobatkan sebagai Game of the Day kami yang akan dianalisis oleh GM Dejan Bojkov di bawah ini.

Dejan Bojkov's Game of the Day

Kabar baik bagi Firouzja, kekalahan telak di set pertama tak membuatnya gugur. Jika ia bisa menang di set selanjutnya, pertandingan akan lanjut ke set penentuan.

Namun sayangnya, Carlsen tetap mendominasi. Ia bahkan mengejutkan semua orang dengan langkah 5...h6 diikuti 6...h5!?, strategi yang merusak semua persiapan lawan selama jeda antar set.

Carlsen mengambil kendali di papan dan kembali unggul besar di waktu, tapi kemudian membuat kesalahan dengan 35...Kxe4?, yang kehilangan perwira setelah 36.Be2!.

Menteri Hitam tidak bisa menyelamatkan kuda.

Hari yang nyaris sempurna bagi Carlsen tetap diwarnai beberapa momen penuh ketegangan. Foto: Esports World Cup.

Namun karena perbedaan waktu yang sangat besar—Firouzja hanya punya 24 detik sementara Carlsen masih memiliki 4 menit 30 detik—tidak jelas siapa yang lebih unggul. Andai Carlsen tidak terlalu terkejut dengan kesalahannya, mungkin ia bisa membangun fortress. Namun Firouzja justru bangkit dan mempercepat permainannya, hingga akhirnya menang dengan sisa tujuh detik, dibantu blunder benteng Carlsen.

"Aku merasa memberinya peluang kembali tanpa alasan," kata Carlsen kemudian—momen yang sangat berbahaya. Jika Firouzja sedang on fire, bisa jadi ia membalikkan semuanya.

Penonton pun bersorak saat Firouzja mulai menunjukkan tanda-tanda comeback. Foto: Esports World Cup.

Carlsen langsung memadamkan harapan Firouzja dengan kemenangan cepat di game berikutnya. Keunggulan yang sempat dibangunnya dari pembukaan memang perlahan memudar, namun ia masih memegang keunggulan waktu dua menit. Kali ini, Carlsen tidak memberi ampun soal waktu. Ia menjelaskan:

Aku sebenarnya bisa saja lebih ngotot untuk menang waktu di beberapa game match pertama, tapi di match kedua, aku sedikit unggul dan posisinya memang sangat memungkinkan untuk itu, jadi aku tidak akan melewatkan kesempatan. Aku juga benar-benar bertekad melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan, dan setelah itu rasanya luar biasa. 

Aku benar-benar bertekad melakukan segalanya untuk membalikkan keadaan!

—Magnus Carlsen

Perpaduan antara kecepatan dan ketepatan menjadi kunci kemenangan—di akhir game, Firouzja kalah perwira dan tak bisa menyelamatkan posisinya.

Skor memang sempat imbang, tapi Firouzja tak pernah benar-benar bisa bangkit. Di game selanjutnya, pengorbanan pionnya malah jadi bumerang dan Carlsen menguasai pertandingan sepenuhnya. Satu-satunya pilihan masuk akal adalah menukar menteri dan masuk ke endgame yang lebih buruk, tapi Firouzja malah memilih memundurkan menteri ke d2—dan langsung kena garpu kuda.

Itu membuat game terakhir jadi partai "harus menang" bagi Firouzja dengan buah Hitam. Meski sempat terlihat ada celah saat Carlsen memainkan pembukaan tajam, keunggulan tetap berpihak pada Putih. Blunder Firouzja dengan langkah 24...e6? menjadi kesalahan fatal. Setelah satu langkah kecil dari benteng Carlsen, pertandingan pun berakhir.

Carlsen mendapatkan tempat di heroes club. Foto: Esports World Cup.

Tiga kemenangan beruntun membuat Carlsen menjadi pecatur pertama yang memenangkan Esports World Cup.

Ia membawa pulang $250.000 dan namanya diabadikan bersama para juara dari cabang esports lainnya.

Carlsen jadi pecatur pertama yang tercatat di antara para pemenang Esports World Cup. Foto: Esports World Cup.

Carlsen mengatakan tentang turnamen ini:

Menurutku ini luar biasa, bukan hanya bermain tapi juga menonton yang lain. Pertandingannya benar-benar luar biasa, belum pernah kulihat yang seperti ini. Ini benar-benar menyenangkan dan aku harap ini jadi bagian besar dari masa depan catur. Dan satu hal lagi—semoga tahun depan kita bisa bermain di panggung yang lebih besar, karena sepertinya banyak orang yang ingin masuk!

Aku harap ini jadi bagian besar dari masa depan catur.

—Magnus Carlsen tentang Esports World Cup

Carlsen berkeliling arena sebagai bentuk selebrasi. Foto: Esports World Cup.
Carlsen berharap bisa tampil di venue yang lebih besar tahun depan. Foto: Esports World Cup.

Sementara itu, Firouzja yang kehabisan tenaga di akhir turnamen, tetap membawa pulang hadiah yang tak kalah menggiurkan, sebesar $190.000.

Nakamura Raih Peringkat 3 Usai Kalahkan Arjun

Arjun memulai dengan meyakinkan, namun Nakamura berhasil membalikkan keadaan. Foto: Esports World Cup.

Di awal hari, perebutan tempat ketiga senilai $145.000 mempertemukan Nakamura vs. Arjun dalam pertandingan enam game—dan laga ini berubah menjadi tontonan menegangkan!

Kejutan langsung terjadi di game pertama saat Arjun tampil dominan. Pecatur peringkat lima dunia asal India itu unggul besar hanya dalam belasan langkah dan menyelesaikan permainan dengan gaya.

Nakamura mengomentari: 

Itu seperti alarm besar bagiku. Aku memulai pertandingan dengan sangat lambat, seperti tidak fokus sepenuhnya. Kurasa pertandingan kemarin cukup berpengaruh—bukan hanya karena aku kalah, tapi itu juga pertandingan panjang dan baru selesai tengah malam. Aku merasa lelah, tapi setelah kalah di game pertama, aku mencoba menemukan ritme permainan.

Butuh waktu bagi Nakamura untuk menyesuaikan diri. Di game kedua, performanya masih goyah dan Arjun bahkan memaksakan hasil remis dari posisi yang lebih unggul.

Titik balik pun terjadi di game ketiga. Nakamura menjelaskan, "Menurutku momen pentingnya ada di game ketiga, ketika aku sebenarnya kalah tapi bisa membalikkan keadaan dan menang. Setelah itu, aku mulai merasa percaya diri!"

Nakamura merebut tempat ketiga berkat tekad kuatnya. Foto: Esports World Cup.

Kedua pemain sama-sama merasakan perubahan arah pertandingan. Arjun mengakui, "Begitu aku kalah di game itu, permainanku mulai sedikit menurun, dan di game keempat dia bermain sangat baik, hampir tidak memberiku peluang."

Pertandingan tampaknya akan segera berakhir, namun game kelima justru jadi petualangan seru!
Menurut Nakamura, itu menjadi “sedikit petualangan.” Ia melakukan pengorbanan perwira yang sebenarnya tepat, tetapi kelanjutannya sulit ditemukan. Saat Arjun membuat kesalahan, ada satu langkah menang yang bisa langsung mengakhiri pertandingan—sayangnya terlewatkan. Arjun pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menang dan menyamakan kedudukan!

Itu berarti masih ada satu game lagi sebelum kemungkinan armageddon. Pertandingan tampaknya akan menuju ke sana, hingga akhirnya Nakamura berhasil mencuri kemenangan dari posisi yang tampaknya seimbang. Seperti yang dijelaskan sang bintang AS, "Akhirnya di game keenam aku kembali ke gaya awal permainanku, dan berhasil membuat lawanku kehabisan waktu!"

Nakamura meraih medali perunggu. Foto: Esports World Cup.

Di akhir permainan, Nakamura bukan hanya unggul di papan, tapi juga di waktu. Ia pun sudah bisa merayakan kemenangan sebelum partai benar-benar berakhir.

"Kemenangan yang menyenangkan—bukan cara yang kuinginkan, tapi tetap aku terima!" ujar Nakamura usai menuntaskan pertandingan perebutan tempat ketiga.

Nakamura menutup turnamen dengan kesan mendalam:

Turnamen ini mungkin jadi pengalaman catur terbaikku sejak pandemi 2020. Banyak sekali penggemar yang datang, tanda tangan, foto bersama, dan atmosfer di SNB Arena benar-benar luar biasa. Aku sangat menikmatinya, dan aku sangat berharap bisa kembali lagi tahun depan untuk bermain di ajang ini.

Turnamen ini mungkin jadi pengalaman catur terbaikku sejak pandemi 2020.

—Hikaru Nakamura

Itulah akhir dari Chess Esports World Cup—semoga Anda juga menikmati pertandingannya!

Cara Menonton
Anda bisa mengikuti pertandingan Esports World Cup 2025 di Halaman Acara kami. Anda juga dapat menyaksikan siaran langsung di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia.
Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

Esports World Cup 2025 di Riyadh, Arab Saudi, untuk pertama kalinya menghadirkan catur dengan total hadiah $1.5 juta dan $250.000 untuk juara pertama. Para pecatur juga tergabung dalam tim esports yang bersaing untuk total hadiah $27 juta. Dua belas pemain lolos melalui Champions Chess Tour, sementara empat lainnya lolos lewat Kualifikasi Terakhir (24–26 Juli) di Riyadh. Turnamen utama (29 Juli–1 Agustus) dimulai dengan empat grup yang masing-masing terdiri dari empat pemain. Setengah peserta akan tereliminasi sebelum delapan besar bertarung dalam Playoff sistem gugur untuk memperebutkan hadiah utama. Semua pertandingan menggunakan kontrol waktu 10 menit tanpa tambahan waktu.


Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen