Carlsen Tumbangkan Nakamura, Tantang Firouzja di Final Esports World Cup 2025
Carlsen membungkam sorakan penonton yang mendukung Nakamura saat menang di game keempat, meski masih ada kejutan yang menanti!

Carlsen Tumbangkan Nakamura, Tantang Firouzja di Final Esports World Cup 2025

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

Pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen, akan menghadapi GM Alireza Firouzja di Grand Final Esports World Cup 2025 setelah mengalahkan GM Hikaru Nakamura dengan skor 4-3 dalam pertandingan epik yang baru ditentukan di armageddon. Sebelumnya, Carlsen mengalahkan GM Nihal Sarin dengan skor 2.5-0.5, sementara Firouzja menyingkirkan GM Arjun Erigaisi dengan skor 4-1 di semifinal lainnya. Saat Carlsen dan Firouzja akan bersaing memperebutkan gelar juara dan hadiah utama senilai $250.000, Nakamura dan Arjun akan bertarung memperebutkan posisi ketiga dengan hadiah $145.000.

Hari terakhir akan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus mulai pukul 20:00 WIB.

Semifinal:

Perempat Final:

Bracket Esports World Cup

Hari ketiga Esports World Cup berlangsung selama delapan jam, mempertemukan para pemain di babak Perempat Final dan Semifinal, menyisakan hanya Grand Final dan Perebutan Tempat Ketiga yang akan dimainkan pada hari Jumat.

Mari kita ulas aksi hari itu dengan kronologis terbalik.

Carlsen dan Nakamura kembali bertemu. Foto: Esports World Cup 2025.

Semifinal

Carlsen 4-3 Nakamura

Semifinal Esports World Cup menggunakan format best-of-six, dan pertandingan terakhir hari itu menyajikan duel antara dua pecatur peringkat #1 dan #2 dunia untuk memperebutkan tiket ke Grand Final. Dan sekali lagi, duel ini tidak mengecewakan!

Carlsen membuka laga dengan kemenangan sempurna setelah Nakamura menyebut partainya sebagai "permainan yang sangat buruk", lalu menambahkan, "Posisiku sedikit lebih buruk dan akhirnya kalah." Namun, ada momen menarik di akhir partai ketika Carlsen tampak terkejut setelah memainkan 42.Kf3.

Ia mungkin mengira telah blunder dan kehilangan pion f4, tapi ternyata—seperti yang segera Carlsen sadari—ia justru menciptakan jebakan secara tidak sengaja!

Nakamura mengatakan kepada FM Mike Klein: "Setelah game pertama, aku memutuskan untuk all-in. Permainanku bagus, tapi belum cukup!"

Setelah game pertama, aku memutuskan untuk all-in. Permainanku bagus, tapi belum cukup!

—Hikaru Nakamura

Game kedua tampaknya akan dimenangkan oleh Carlsen, namun ia kehilangan kendali di akhir dan justru berada dalam posisi kalah—untungnya, Nakamura melewatkan kemenangan dan hanya bermain remis melalui pengulangan posisi.

Kesalahan itu bisa saja meruntuhkan mental, tapi Nakamura justru bangkit dengan memainkan pembukaan favorit lamanya, Pertahanan Hindia Raja, dan menjadi pemain pertama yang mengalahkan Carlsen di Esports World Cup ketika ia berhasil menjebak menteri lawannya.

Penonton lokal, yang mendukung Tim Falcons dari Arab Saudi (yang juga diwakili Nakamura), bersorak melihat hasil tersebut.

Bagaimana reaksi Carlsen soal sorakan itu? "Itu membuatku kesal saat mereka bersorak waktu Hikaru menang!"

Itu membuatku kesal saat mereka bersorak waktu Hikaru menang!

—Magnus Carlsen tentang reaksi penonton

Carlsen vs. Nakamura menjadi pertandingan yang paling dinantikan hari itu. Foto: Esports World Cup 2025.

Carlsen melampiaskan emosinya di game selanjutnya, di mana ia meletakkan jarinya di depan mulut seolah membungkam penonton setelah memainkan 34...a4!—tanda bahwa ia tahu dirinya unggul.

Carlsen kembali unggul, dan game kelima menjadi satu-satunya hasil remis yang tenang sepanjang pertandingan. Di game keenam, Nakamura harus menang untuk memaksakan armageddon, tetapi justru terjebak dalam posisi buruk. Carlsen sempat melepaskan sebagian keunggulan, tapi tidak pernah dalam posisi kalah—hingga satu langkah fatal membuatnya kehilangan perwira! Ia melewatkan langkah kuda mundur yang mematikan.

Kali ini penonton bukannya terdiam, tapi justru bertepuk tangan meriah!

Nakamura sebelumnya sempat membahas bahwa kunci kemenangan di armageddon adalah dengan memainkan buah Hitam, dan ia menunjukkan tekad kuatnya dengan menawar waktu 6 menit 12 detik.

Itu membuatnya tertinggal jauh dari waktu Carlsen yang 10 menit, namun dengan buah Hitam ia hanya perlu hasil remis, dan nyaris mencapainya. Nakamura mengatakan: "Aku punya posisi yang sangat bagus di game ini. Kalau aku memainkan [28...]Gxa4 bukannya Bxa4, mungkin aku sudah ke Final sekarang, jadi ini cukup menyakitkan… tapi begitulah permainan."

Carlsen sendiri pun mengakui: "Aku sangat gugup di game terakhir. Aku cukup tahu langkah apa yang harus dimainkan, tapi tetap saja gemetar. Ini benar-benar berat!" Namun pada akhirnya, satu blunder dari Nakamura menjadi penentu.

Pertarungan terakhir ini menjadi Game of the Day kami, yang dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah ini.

Carlsen sebelumnya pernah memenangkan hadiah utama $250.000 di Riyadh saat menjuarai Kejuaraan Dunia Blitz 2017, dan ia akan mencoba mengulanginya pada Final Jumat melawan Firouzja—rekan satu tim Nakamura di Team Falcons.

Berikut ringkasan aksi hari itu dari Nakamura:

Sementara itu, Firouzja menghadapi drama yang jauh lebih sedikit di babak Semifinal.

Firouzja 4-1 Arjun

Dua game pertama sangat berpengaruh pada jalannya pertandingan ini. “Game pertama dia bermain bagus dan aku kalah,” kata Arjun—dan itu memang benar. Meski begitu, menarik bahwa ia masih bisa menyelamatkan hasil remis jika di akhir memilih langkah raja berbeda (50...Rc4! bukannya 50...Re3?).

Di game kedua, Arjun datang dengan persiapan pembukaan tajam, memenangkan satu perwira, dan nyaris membalikkan keadaan. “Kalau aku bisa membalas saat itu, mungkin rasa percaya diriku naik dan bisa bermain lebih baik di game ketiga,” ujar bintang asal India tersebut. Namun sayangnya, itu tak terjadi.

Firouzja berhasil melakukan banyak penghancuran kunci! Foto: Esports World Cup 2025.

Arjun mengakui: "Itu sepenuhnya salahku, karena posisi benar-benar menang dan aku juga masih punya banyak waktu. Tapi aku terburu-buru di urutan langkah saat dia mengambil pion a2." Arjun melewatkan langkah akhir krusial, dan akhirnya hanya bisa mengamankan hasil remis.

Sisanya berjalan mulus bagi Firouzja, yang menang di game ketiga dan kelima untuk melaju ke Final dengan meyakinkan.

Hari itu berlangsung panjang di Riyadh, dimulai sejak pagi dengan babak Perempat Final dengan format best-of-four.

Perempat Final

Carlsen 2.5-0.5 Nihal

"Hari ini aku benar-benar dihajar habis-habisan,” ringkas Nihal tentang laga perempat finalnya melawan Carlsen. Namun, kedua pemain sepakat bahwa selama satu setengah game pertama, pertandingan berlangsung sangat ketat. Carlsen sendiri mengakui, “Di game pertama dia mengalahkanku dalam kalkulasi di pembukaan, aku kalah satu pion, dan saat itu aku hanya berharap bisa bertahan dan mungkin bermain mengandalkan waktu.” Rencana itu hampir berhasil—sayangnya, dengan sisa dua menit lebih di akhir, sang pecatur nomor satu dunia justru terjebak dalam hasil remis karena pengulangan posisi.

Nihal senang bisa bermain melawan idolanya. Foto: Esports World Cup 2025.

Di game kedua, Nihal dengan tepat menolak tawaran remis karena posisinya lebih unggul. Namun saat ia berpikir panjang untuk pertama kalinya dalam pertandingan, ia justru melakukan kesalahan fatal dengan 28.Kd5?. Setelah 28...Gxd5 29.Gxd5 e4!, Carlsen mengambil alih permainan dan tak pernah memberi kesempatan lagi.

Itu membuka peluang bagi Carlsen untuk menyegel kemenangan di game ketiga, dan ia memanfaatkannya dengan sempurna. Ia mengomentari: “Ini tipe posisi yang sangat kusukai—permainan sederhana, aman, dan semuanya berjalan dengan lancar.” Langkah 27.Gxa6! menjadi pukulan pamungkas yang sebenarnya sempat dilihat Nihal, tapi ia meremehkannya.

Meski tereliminasi, Nihal tetap membawa pulang hadiah sebesar $85.000, begitu pula dengan tiga pemain lainnya yang kalah di babak Perempat Final.

Nakamura 2.5-1.5 Aronian

Pertandingan ini berlangsung menegangkan, di mana Nakamura berhasil membalaskan kekalahannya dari GM Levon Aronian yang sempat mengalahkannya 2.5-1.5 di Las Vegas. Nakamura juga menyebut bahwa kemenangan kali ini bukan satu-satunya aksi "balas dendam"-nya selama di Riyadh:

Aku merasa pertandingan lawan Sindarov kemarin seperti bentuk semesta mengembalikan keadilan, karena sejujurnya kekalahan di Februari itu seharusnya tidak terjadi. Begitu juga dengan kekalahan dari Levon di Vegas—aku yakin 95% harusnya aku menang, terutama melihat posisi di game kedua. Jadi rasanya sangat lega bisa menang di sini. Justru aku lebih senang menang di Riyadh daripada di Vegas, jadi aku cukup senang!

Aku lebih senang menang di Riyadh daripada di Vegas, jadi aku cukup senang!

—Hikaru Nakamura saat mengalahkan Aronian

Levon Aronian tersingkir secara mengejutkan, saat ia merasa semuanya berjalan lancar. Foto: Esports World Cup 2025.

Game pertama benar-benar kacau. Nakamura unggul di posisi dan waktu, namun ia justru mengincar kemenangan lewat waktu—dan sayangnya malah blunder benteng! Untungnya, Aronian kehabisan waktu untuk melakukan skakmat.

"Kami berdua sempat goyah setelah game pertama,” ujar Nakamura, menanggapi game kedua yang akhirnya ia menangkan setelah Aronian membuat blunder terakhir.

Di game ketiga, Aronian membalas lewat 26.e6+! yang membuka petak g6 untuk garpuan kuda—memberinya kemenangan langsung.

Game penentuan pun berjalan dramatis, sesuai harapan. Aronian berkata: “Baru saja aku merasa semuanya berjalan sesuai rencana, aku malah blunder skakmat satu langkah!"

Nakamura mengakui bahwa ia juga awalnya tidak melihat peluang tersebut, tapi berhasil menemukannya tepat waktu dan menyelesaikan pertandingan dengan langkah kemenangan 26.Mh6+!.

Aronian menjelaskan, "Tekanan soal kehabisan waktu itu sangat besar, sampai-sampai ketika waktunya sebenarnya masih aman, kita malah kehilangan konsentrasi!"

Itu merupakan akhir dari perjalanan sukses Aronian dalam beberapa turnamen terakhir. Ketika ditanya tentang rahasia kesuksesannya, ia mengutip kata-kata GM Boris Gelfand: "Yang penting adalah datang, melakukan tugasmu dengan baik, dan tidak memiliki ekspektasi apa pun."

Yang penting adalah datang, melakukan tugasmu dengan baik, dan tidak memiliki ekspektasi apa pun.

—Boris Gelfand tentang cara terbaik mengikuti turnamen catur

Aronian pun berhasil memenuhi harapan tim Jepang-nya, Team Reject.

Firouzja 3-1 Abdusattorov

Firouzja mendominasi dua game pertama di babak Perempat Final ini, meskipun GM Nodirbek Abdusattorov memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat memiliki peluang menang di game kedua.

Firouzja dan Abdusattorov tampil di panggung. Foto: Esports World Cup 2025.

Namun di game ketiga, semuanya berubah drastis—Firouzja menang waktu!

Kisahnya belum berakhir di situ. Abdusattorov tampaknya akan membalas dengan cara yang sama di game terakhir untuk memaksa armageddon... hingga ia melakukan blunder benteng. Waktu masih menjadi faktor krusial, tapi bintang Prancis kelahiran Iran itu tak menyia-nyiakan kesempatan, menutup pertandingan dengan taktik skakmat yang brilian.

Perjalanan Abdusattorov dan Team NAVI pun resmi berakhir.

Arjun 2.5-1.5 Nepomniachtchi

GM Anish Giri sempat menyebut di sesi pra-pertandingan bahwa GM Ian Nepomniachtchi, yang pernah menjadi pemain semi-profesional Dota, tampaknya merasa lebih nyaman di Riyadh dibandingkan pecatur lainnya. Namun, langkah pemain dari tim Aurora Gaming itu harus terhenti lebih cepat setelah ditumbangkan oleh Arjun. Arjun tampil solid sejak awal, unggul satu pion di dua game pertama dan berhasil mengonversi kemenangan di game kedua.

Arjun Erigaisi menyingkirkan Ian Nepomniachtchi. Foto: Esports World Cup 2025.

Namun di game ketiga, Arjun menyebut penampilannya sebagai sebuah bencana. Ia menjelaskan, “Aku pikir karena sudah unggul, aku jadi ragu-ragu—antara bermain aman atau bermain seperti biasa. Tapi justru jadi terlalu pasif dan akhirnya kalah.” Langkah 30...bxc3! dari Nepomniachtchi menjadi pukulan penutup yang tajam.

Skor kembali imbang jelang game penentu. Tapi lagi-lagi, pemain Hitam keluar sebagai pemenang. Arjun menutup pertandingan dengan taktik-taktik cerdas, sementara Nepomniachtchi tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya.

Rekan satu tim Arjun pun bersorak merayakan kemenangan itu.

Meski langkah Arjun terhenti di Semifinal, ia masih punya peluang besar menghadapi Nakamura di perebutan tempat ketiga dengan hadiah $145.000—angka yang tentu tidak bisa diremehkan. Tapi puncak perhatian tetap tertuju pada laga Final antara Carlsen vs. Firouzja, yang mempertemukan Team Liquid vs. Team Falcons demi hadiah $250.000 dan gelar juara perdana Catur Esports World Cup.

Jangan sampai ketinggalan!

Cara Menonton
Anda bisa mengikuti pertandingan Esports World Cup 2025 di Halaman Acara kami. Anda juga dapat menyaksikan siaran langsung di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia.
Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

Esports World Cup 2025 di Riyadh, Arab Saudi, untuk pertama kalinya menghadirkan catur dengan total hadiah $1.5 juta dan $250.000 untuk juara pertama. Para pecatur juga tergabung dalam tim esports yang bersaing untuk total hadiah $27 juta. Dua belas pemain lolos melalui Champions Chess Tour, sementara empat lainnya lolos lewat Kualifikasi Terakhir (24–26 Juli) di Riyadh. Turnamen utama (29 Juli–1 Agustus) dimulai dengan empat grup yang masing-masing terdiri dari empat pemain. Setengah peserta akan tereliminasi sebelum delapan besar bertarung dalam Playoff sistem gugur untuk memperebutkan hadiah utama. Semua pertandingan menggunakan kontrol waktu 10 menit tanpa tambahan waktu.


Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen