Carlsen Tumbangkan Nakamura, Tantang Firouzja di Final Esports World Cup 2025
Pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen, akan menghadapi GM Alireza Firouzja di Grand Final Esports World Cup 2025 setelah mengalahkan GM Hikaru Nakamura dengan skor 4-3 dalam pertandingan epik yang baru ditentukan di armageddon. Sebelumnya, Carlsen mengalahkan GM Nihal Sarin dengan skor 2.5-0.5, sementara Firouzja menyingkirkan GM Arjun Erigaisi dengan skor 4-1 di semifinal lainnya. Saat Carlsen dan Firouzja akan bersaing memperebutkan gelar juara dan hadiah utama senilai $250.000, Nakamura dan Arjun akan bertarung memperebutkan posisi ketiga dengan hadiah $145.000.
Hari terakhir akan berlangsung pada Jumat, 1 Agustus mulai pukul 20:00 WIB.
Semifinal:
Perempat Final:
- Carlsen 2.5-0.5 Nihal
- Nakamura 2.5-1.5 Aronian
- Firouzja 3-1 Abdusattorov
- Arjun 2.5-1.5 Nepomniachtchi
Bracket Esports World Cup
Hari ketiga Esports World Cup berlangsung selama delapan jam, mempertemukan para pemain di babak Perempat Final dan Semifinal, menyisakan hanya Grand Final dan Perebutan Tempat Ketiga yang akan dimainkan pada hari Jumat.
Mari kita ulas aksi hari itu dengan kronologis terbalik.
Semifinal
Carlsen 4-3 Nakamura

Semifinal Esports World Cup menggunakan format best-of-six, dan pertandingan terakhir hari itu menyajikan duel antara dua pecatur peringkat #1 dan #2 dunia untuk memperebutkan tiket ke Grand Final. Dan sekali lagi, duel ini tidak mengecewakan!
El Chessico — @MagnusCarlsen vs @GMHikaru
— EWC Extra (@EWC_Extra) July 31, 2025
Two will enter, but only one will rise above and earn their spot in the finals 🏆 pic.twitter.com/gr6g61hCji
Carlsen membuka laga dengan kemenangan sempurna setelah Nakamura menyebut partainya sebagai "permainan yang sangat buruk", lalu menambahkan, "Posisiku sedikit lebih buruk dan akhirnya kalah." Namun, ada momen menarik di akhir partai ketika Carlsen tampak terkejut setelah memainkan 42.Kf3.
Magnus Carlsen blundered or misclicked... a great move, and sees the funny side! 😀 He went on to win the 1st game vs. Hikaru: https://t.co/UaN7b6Q86n#EsportsWorldCup pic.twitter.com/dGbvrGFM54
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Ia mungkin mengira telah blunder dan kehilangan pion f4, tapi ternyata—seperti yang segera Carlsen sadari—ia justru menciptakan jebakan secara tidak sengaja!
Nakamura mengatakan kepada FM Mike Klein: "Setelah game pertama, aku memutuskan untuk all-in. Permainanku bagus, tapi belum cukup!"
Setelah game pertama, aku memutuskan untuk all-in. Permainanku bagus, tapi belum cukup!
—Hikaru Nakamura
Game kedua tampaknya akan dimenangkan oleh Carlsen, namun ia kehilangan kendali di akhir dan justru berada dalam posisi kalah—untungnya, Nakamura melewatkan kemenangan dan hanya bermain remis melalui pengulangan posisi.
Magnus pumps his fist after Hikaru takes a draw by repetition in a winning position! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/5EZHfGExYZ
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Kesalahan itu bisa saja meruntuhkan mental, tapi Nakamura justru bangkit dengan memainkan pembukaan favorit lamanya, Pertahanan Hindia Raja, dan menjadi pemain pertama yang mengalahkan Carlsen di Esports World Cup ketika ia berhasil menjebak menteri lawannya.
Penonton lokal, yang mendukung Tim Falcons dari Arab Saudi (yang juga diwakili Nakamura), bersorak melihat hasil tersebut.
Nakamura plays the KID, traps Carlsen's queen and inflicts the 1st loss on Magnus of the #EsportsWorldCup to level the scores at 1.5-1.5 with 3 games to go! https://t.co/RYvzSBtX4f pic.twitter.com/ACiQjliRkg
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Bagaimana reaksi Carlsen soal sorakan itu? "Itu membuatku kesal saat mereka bersorak waktu Hikaru menang!"
Itu membuatku kesal saat mereka bersorak waktu Hikaru menang!
—Magnus Carlsen tentang reaksi penonton
Carlsen melampiaskan emosinya di game selanjutnya, di mana ia meletakkan jarinya di depan mulut seolah membungkam penonton setelah memainkan 34...a4!—tanda bahwa ia tahu dirinya unggul.
Magnus silences the audience — supporting the local Team Falcons — as he knows he's winning Game 4 to regain the lead vs. Hikaru! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/Ffi27aGgZd
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Carlsen kembali unggul, dan game kelima menjadi satu-satunya hasil remis yang tenang sepanjang pertandingan. Di game keenam, Nakamura harus menang untuk memaksakan armageddon, tetapi justru terjebak dalam posisi buruk. Carlsen sempat melepaskan sebagian keunggulan, tapi tidak pernah dalam posisi kalah—hingga satu langkah fatal membuatnya kehilangan perwira! Ia melewatkan langkah kuda mundur yang mematikan.
Kali ini penonton bukannya terdiam, tapi justru bertepuk tangan meriah!
Magnus blunders and Nakamura takes the match to Armageddon! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/7MQwLsT7TL
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Nakamura sebelumnya sempat membahas bahwa kunci kemenangan di armageddon adalah dengan memainkan buah Hitam, dan ia menunjukkan tekad kuatnya dengan menawar waktu 6 menit 12 detik.

Itu membuatnya tertinggal jauh dari waktu Carlsen yang 10 menit, namun dengan buah Hitam ia hanya perlu hasil remis, dan nyaris mencapainya. Nakamura mengatakan: "Aku punya posisi yang sangat bagus di game ini. Kalau aku memainkan [28...]Gxa4 bukannya Bxa4, mungkin aku sudah ke Final sekarang, jadi ini cukup menyakitkan… tapi begitulah permainan."
Carlsen sendiri pun mengakui: "Aku sangat gugup di game terakhir. Aku cukup tahu langkah apa yang harus dimainkan, tapi tetap saja gemetar. Ini benar-benar berat!" Namun pada akhirnya, satu blunder dari Nakamura menjadi penentu.
The final moments as Magnus won an incredibly tense Armageddon against Hikaru to reach the #EsportsWorldCup Final! pic.twitter.com/WMHdfE8ggF
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Pertarungan terakhir ini menjadi Game of the Day kami, yang dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah ini.
Carlsen sebelumnya pernah memenangkan hadiah utama $250.000 di Riyadh saat menjuarai Kejuaraan Dunia Blitz 2017, dan ia akan mencoba mengulanginya pada Final Jumat melawan Firouzja—rekan satu tim Nakamura di Team Falcons.
Magnus: "I got my bow and arrow ready. I've shot one falcon, I want to shoot one more tomorrow!"#EsportsWorldCup pic.twitter.com/eCAP0Vuklr
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Nakamura: "Hopefully tomorrow Alireza can kick Magnus Carlsen's ass!"#EsportsWorldCup pic.twitter.com/gpydaTxH9m
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Berikut ringkasan aksi hari itu dari Nakamura:
Sementara itu, Firouzja menghadapi drama yang jauh lebih sedikit di babak Semifinal.
Firouzja 4-1 Arjun

Dua game pertama sangat berpengaruh pada jalannya pertandingan ini. “Game pertama dia bermain bagus dan aku kalah,” kata Arjun—dan itu memang benar. Meski begitu, menarik bahwa ia masih bisa menyelamatkan hasil remis jika di akhir memilih langkah raja berbeda (50...Rc4! bukannya 50...Re3?).
Alireza Firouzja wins a thrilling first game of the best-of-6 Semifinal vs. Arjun Erigaisi! https://t.co/mCmM62kH2v#EsportsWorldCup pic.twitter.com/Hi9VtVKOUh
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Di game kedua, Arjun datang dengan persiapan pembukaan tajam, memenangkan satu perwira, dan nyaris membalikkan keadaan. “Kalau aku bisa membalas saat itu, mungkin rasa percaya diriku naik dan bisa bermain lebih baik di game ketiga,” ujar bintang asal India tersebut. Namun sayangnya, itu tak terjadi.
Arjun mengakui: "Itu sepenuhnya salahku, karena posisi benar-benar menang dan aku juga masih punya banyak waktu. Tapi aku terburu-buru di urutan langkah saat dia mengambil pion a2." Arjun melewatkan langkah akhir krusial, dan akhirnya hanya bisa mengamankan hasil remis.
Sisanya berjalan mulus bagi Firouzja, yang menang di game ketiga dan kelima untuk melaju ke Final dengan meyakinkan.
In a hopeless position Arjun resigns and Firouzja wins 4-1 and will fight for $250,000 with the winner of Carlsen vs. Nakamura! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/ItdUwHXlz0
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Hari itu berlangsung panjang di Riyadh, dimulai sejak pagi dengan babak Perempat Final dengan format best-of-four.
Perempat Final
Carlsen 2.5-0.5 Nihal

"Hari ini aku benar-benar dihajar habis-habisan,” ringkas Nihal tentang laga perempat finalnya melawan Carlsen. Namun, kedua pemain sepakat bahwa selama satu setengah game pertama, pertandingan berlangsung sangat ketat. Carlsen sendiri mengakui, “Di game pertama dia mengalahkanku dalam kalkulasi di pembukaan, aku kalah satu pion, dan saat itu aku hanya berharap bisa bertahan dan mungkin bermain mengandalkan waktu.” Rencana itu hampir berhasil—sayangnya, dengan sisa dua menit lebih di akhir, sang pecatur nomor satu dunia justru terjebak dalam hasil remis karena pengulangan posisi.
Di game kedua, Nihal dengan tepat menolak tawaran remis karena posisinya lebih unggul. Namun saat ia berpikir panjang untuk pertama kalinya dalam pertandingan, ia justru melakukan kesalahan fatal dengan 28.Kd5?. Setelah 28...Gxd5 29.Gxd5 e4!, Carlsen mengambil alih permainan dan tak pernah memberi kesempatan lagi.

Itu membuka peluang bagi Carlsen untuk menyegel kemenangan di game ketiga, dan ia memanfaatkannya dengan sempurna. Ia mengomentari: “Ini tipe posisi yang sangat kusukai—permainan sederhana, aman, dan semuanya berjalan dengan lancar.” Langkah 27.Gxa6! menjadi pukulan pamungkas yang sebenarnya sempat dilihat Nihal, tapi ia meremehkannya.
The final moments as @MagnusCarlsen beats Nihal Sarin to set up a Semifinal against @GMHikaru! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/rfIU7IVfLv
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Meski tereliminasi, Nihal tetap membawa pulang hadiah sebesar $85.000, begitu pula dengan tiga pemain lainnya yang kalah di babak Perempat Final.
Nakamura 2.5-1.5 Aronian

Pertandingan ini berlangsung menegangkan, di mana Nakamura berhasil membalaskan kekalahannya dari GM Levon Aronian yang sempat mengalahkannya 2.5-1.5 di Las Vegas. Nakamura juga menyebut bahwa kemenangan kali ini bukan satu-satunya aksi "balas dendam"-nya selama di Riyadh:
Aku merasa pertandingan lawan Sindarov kemarin seperti bentuk semesta mengembalikan keadilan, karena sejujurnya kekalahan di Februari itu seharusnya tidak terjadi. Begitu juga dengan kekalahan dari Levon di Vegas—aku yakin 95% harusnya aku menang, terutama melihat posisi di game kedua. Jadi rasanya sangat lega bisa menang di sini. Justru aku lebih senang menang di Riyadh daripada di Vegas, jadi aku cukup senang!
Aku lebih senang menang di Riyadh daripada di Vegas, jadi aku cukup senang!
—Hikaru Nakamura saat mengalahkan Aronian
Game pertama benar-benar kacau. Nakamura unggul di posisi dan waktu, namun ia justru mengincar kemenangan lewat waktu—dan sayangnya malah blunder benteng! Untungnya, Aronian kehabisan waktu untuk melakukan skakmat.
An insane finish as Hikaru was about to flag Levon, then blundered his rook, but Levon didn't have enough time to checkmate with rook vs. king! https://t.co/ubATNXGX0r#EsportsWorldCup pic.twitter.com/8i3FSZi6mU
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
"Kami berdua sempat goyah setelah game pertama,” ujar Nakamura, menanggapi game kedua yang akhirnya ia menangkan setelah Aronian membuat blunder terakhir.
Di game ketiga, Aronian membalas lewat 26.e6+! yang membuka petak g6 untuk garpuan kuda—memberinya kemenangan langsung.

Game penentuan pun berjalan dramatis, sesuai harapan. Aronian berkata: “Baru saja aku merasa semuanya berjalan sesuai rencana, aku malah blunder skakmat satu langkah!"
"Just when I thought that everything was going my way, I blundered mate in 1."
— Take Take Take (@TakeTakeTakeApp) July 31, 2025
We can all relate, @LevAronian 😭. pic.twitter.com/uWt6ZczFXk
Nakamura mengakui bahwa ia juga awalnya tidak melihat peluang tersebut, tapi berhasil menemukannya tepat waktu dan menyelesaikan pertandingan dengan langkah kemenangan 26.Mh6+!.
Aronian menjelaskan, "Tekanan soal kehabisan waktu itu sangat besar, sampai-sampai ketika waktunya sebenarnya masih aman, kita malah kehilangan konsentrasi!"
Itu merupakan akhir dari perjalanan sukses Aronian dalam beberapa turnamen terakhir. Ketika ditanya tentang rahasia kesuksesannya, ia mengutip kata-kata GM Boris Gelfand: "Yang penting adalah datang, melakukan tugasmu dengan baik, dan tidak memiliki ekspektasi apa pun."
Yang penting adalah datang, melakukan tugasmu dengan baik, dan tidak memiliki ekspektasi apa pun.
—Boris Gelfand tentang cara terbaik mengikuti turnamen catur
Aronian pun berhasil memenuhi harapan tim Jepang-nya, Team Reject.
It was a great experience and privilege to be a part of a great team! Arigato gozaimasu! https://t.co/4WyDbAtbiI
— Levon Aronian (@LevAronian) July 31, 2025
Firouzja 3-1 Abdusattorov

Firouzja mendominasi dua game pertama di babak Perempat Final ini, meskipun GM Nodirbek Abdusattorov memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat memiliki peluang menang di game kedua.
Namun di game ketiga, semuanya berubah drastis—Firouzja menang waktu!
Firouzja finally takes the lead vs. Abdusattorov, with it all coming down to the clock in Game 3! #EsportsWorldCup pic.twitter.com/GEzsIeLQGy
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Kisahnya belum berakhir di situ. Abdusattorov tampaknya akan membalas dengan cara yang sama di game terakhir untuk memaksa armageddon... hingga ia melakukan blunder benteng. Waktu masih menjadi faktor krusial, tapi bintang Prancis kelahiran Iran itu tak menyia-nyiakan kesempatan, menutup pertandingan dengan taktik skakmat yang brilian.
Just when Abdusattorov looked certain to force Armageddon with a huge edge on the clock he blunders a rook 😲 Firouzja takes over, forces checkmate and moves to the Semifinals! https://t.co/2n6fJqAKd5#EsportsWorldCup pic.twitter.com/H6WIjmePjU
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Perjalanan Abdusattorov dan Team NAVI pun resmi berakhir.
Arjun 2.5-1.5 Nepomniachtchi

GM Anish Giri sempat menyebut di sesi pra-pertandingan bahwa GM Ian Nepomniachtchi, yang pernah menjadi pemain semi-profesional Dota, tampaknya merasa lebih nyaman di Riyadh dibandingkan pecatur lainnya. Namun, langkah pemain dari tim Aurora Gaming itu harus terhenti lebih cepat setelah ditumbangkan oleh Arjun. Arjun tampil solid sejak awal, unggul satu pion di dua game pertama dan berhasil mengonversi kemenangan di game kedua.
Namun di game ketiga, Arjun menyebut penampilannya sebagai sebuah bencana. Ia menjelaskan, “Aku pikir karena sudah unggul, aku jadi ragu-ragu—antara bermain aman atau bermain seperti biasa. Tapi justru jadi terlalu pasif dan akhirnya kalah.” Langkah 30...bxc3! dari Nepomniachtchi menjadi pukulan penutup yang tajam.
Skor kembali imbang jelang game penentu. Tapi lagi-lagi, pemain Hitam keluar sebagai pemenang. Arjun menutup pertandingan dengan taktik-taktik cerdas, sementara Nepomniachtchi tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya.
The last moments as @ArjunErigaisi of @GenG beats Nepomniachtchi to reach the Semifinals of the #EsportsWorldCup ! pic.twitter.com/ZJK9HATqKe
— chess24 (@chess24com) July 31, 2025
Rekan satu tim Arjun pun bersorak merayakan kemenangan itu.
The GM of @GenG advances to the semifinals! pic.twitter.com/eOXkPTXLkz
— Mike Klein (@ChessMike) July 31, 2025
Meski langkah Arjun terhenti di Semifinal, ia masih punya peluang besar menghadapi Nakamura di perebutan tempat ketiga dengan hadiah $145.000—angka yang tentu tidak bisa diremehkan. Tapi puncak perhatian tetap tertuju pada laga Final antara Carlsen vs. Firouzja, yang mempertemukan Team Liquid vs. Team Falcons demi hadiah $250.000 dan gelar juara perdana Catur Esports World Cup.
Jangan sampai ketinggalan!
Esports World Cup 2025 di Riyadh, Arab Saudi, untuk pertama kalinya menghadirkan catur dengan total hadiah $1.5 juta dan $250.000 untuk juara pertama. Para pecatur juga tergabung dalam tim esports yang bersaing untuk total hadiah $27 juta. Dua belas pemain lolos melalui Champions Chess Tour, sementara empat lainnya lolos lewat Kualifikasi Terakhir (24–26 Juli) di Riyadh. Turnamen utama (29 Juli–1 Agustus) dimulai dengan empat grup yang masing-masing terdiri dari empat pemain. Setengah peserta akan tereliminasi sebelum delapan besar bertarung dalam Playoff sistem gugur untuk memperebutkan hadiah utama. Semua pertandingan menggunakan kontrol waktu 10 menit tanpa tambahan waktu.
Liputan sebelumnya:
- Final Hari ke-2: Mouse Slip Fatal! Abdusattorov Lolos ke Perempat Final Setelah Duda Blunder di Langkah Kelima
- Final Hari ke-1: Carlsen, Firouzja, Aronian, dan Arjun Lolos ke Perempat Final Esports World Cup 2025
- LCQ Hari ke-3: Giri, Aronian, Nihal, Sindarov Grab Final Spots In Esports World Cup
- LCQ Hari ke-2: Praggnanandhaa, Niemann Win Groups To Reach Playoffs
- LCQ Hari ke-1: Aronian Survives Group Of Death As Chess Joins Esports World Cup
- Praggnanandhaa Leads Star-Studded Field For Last Chance Qualifier In Riyadh
- Cukup Tiga Game! Magnus Carlsen Sapu Bersih Grand Final Chess.com Classic 2025
- Terlalu Dominan! Carlsen Taklukkan Nakamura di Grand Final Chessable Masters 2025
- Catur Membuat Debut Bersejarah di Esports World Cup 2025 dengan Total Hadiah $1.5 Juta

