Delapan pemain yang bertahan di tahap ini dijamin akan membawa pulang setidaknya $85.000, dengan kesempatan meraih hadiah utama sebesar $250.000. Delapan kunci—dan harapan untuk menjuarai turnamen—telah dihancurkan oleh mesin, seperti yang akan terlihat lebih lanjut dalam artikel ini.
Semua pemain memulai dengan satu kunci untuk membuka trofi. Setiap kali menang, mereka menghancurkan kunci lawannya menggunakan sebuah mesin. Foto: Esports World Cup 2025.
Grup A: Nepomniachtchi Lolos
Nepomniachtchi memenangkan kedua pertandingan melawan rekan senegaranya dan berhasil melaju ke babak Playoff.
Nepomniachtchi 1.5-0.5 Artemiev
Match pertama berjalan cukup mulus dibandingkan yang kedua. Nepomniachtchi membocorkan strateginya: “Aku hanya mencoba untuk tidak tampil buruk seperti kemarin. Itu saja rencanaku."
Dua pemain asal negara yang sama. Foto: Esports World Cup 2025.
Penantang Kejuaraan Dunia 2x ini sebenarnya sudah mengamankan kemenangan sejak game pertama. Setelah langkah 30...Gxd5? dari Artemiev, Nepomniachtchi menemukan cara taktis yang tepat untuk merebut satu pion dan kemudian menyelesaikan permainan lewat serangan terhadap raja lawan.
Di game kedua, Nepomniachtchi bermain remis dari posisi unggul, karena hasil tersebut sudah cukup untuk memenangkan pertandingan. Artemiev menggunakan formasi Hedgehog saat memegang buah Putih, tetapi tidak mendapatkan apa-apa, dan justru Nepo yang terus menekan di tahap middlegame.
Mengenai rematch melawan Esipenko yang akan datang, Nepomniachtchi berkomentar, “Semoga hasilnya lebih baik dari kemarin,” dan memang terbukti lebih baik. Namun sebelumnya, ia terlebih dahulu menghancurkan kunci lawannya—setelah sempat bertanya, apakah ia boleh "mendelegasikan tugas ini ke orang lain."
Esipenko nyaris memenangkan pertandingan—hanya tinggal satu langkah lagi. Namun Nepomniachtchi, yang mendapatkan peluang emas di akhir game kedua, berhasil menang dari posisi kalah, lalu kembali menang di armageddon untuk merebut kemenangan dramatis.
Nepomniachtchi menjadi satu-satunya pemain yang mempertahankan kuncinya setelah pertandingan ini. Foto: Esports World Cup 2025.
Esipenko memenangkan game pertama, setelah sempat melewatkan satu peluang namun mendapat kesempatan kedua. Saat Nepomniachtchi berhasil menukar menteri, secara objektif posisinya sudah aman, tapi nyatanya posisi tersebut masih menyimpan bahaya. Seperti yang dikatakan para komentator, Esipenko menunjukkan "Gaya ala Magnus" di endgame benteng, dan langsung memanfaatkan peluang kedua yang muncul. Langkah 34.g3! benar-benar mematikan walau tampak sederhana.
Di game kedua, Esipenko kembali unggul, dan seperti yang disampaikan Tania di siaran langsung, ia hanya perlu memakan benteng untuk menang. Namun ia terlalu banyak berpikir, memilih langkah selingan, dan semuanya berantakan. Nepomniachtchi memanfaatkan kesalahan itu untuk membalikkan keadaan dan menang. Seperti yang terlihat dalam posisi berikut, Esipenko tampaknya melihat “hantu-hantu” menakutkan di langkah 28...Mxe2—padahal itu justru sebuah langkah kemenangan:
Di armageddon, Nepomniachtchi menahan hasil imbang dengan buah Hitam dan keunggulan satu pion di akhir permainan, sehingga ia keluar sebagai pemenang dan lolos ke Perempat Final.
Ia merangkum jalannya pertandingan: “Game pertama sebenarnya bisa remis, tapi aku memainkan endgame dengan sangat buruk dan seperti memberikan satu poin gratis ke Andrey... hasilnya bisa saja 2-0 buat dia.” Di game kedua, “Terkadang kamu memang butuh sebuah keberuntungan."
Nepomniachtchi tidak terlalu memikirkan siapa lawan berikutnya. Keinginannya saat itu sederhana: tidur. “Yang paling aku tunggu sekarang adalah melihat kamar dan tempat tidurku, karena aku hampir tidak tidur sama sekali hari ini.”
Terkadang kamu memang butuh sebuah keberuntungan.
—Ian Nepomniachtchi
Bahkan pemain terbaik dunia pun membutuhkan sebuah keberuntungan. Foto: Esports World Cup 2025.
Grup B: Nihal Lolos
Nihal mengalahkan Giri dan Vachier-Lagrave tanpa kalah satu game pun.
Nihal 2-0 Giri
Kedua pertandingan dimenangkan Nihal berkat situasi krisis waktu yang kacau. Ia mengaku bahwa pengalamannya bermain bullet sangat membantunya dalam kondisi seperti ini: "Aku telah memainkan bullet lebih banyak dari kebanyakan orang, kecuali Alireza dan Hikaru."
Aku telah memainkan bullet lebih banyak dari kebanyakan orang, kecuali Alireza dan Hikaru.
—Nihal Sarin
Di game pertama, Giri kehilangan satu pion di endgame gajah yang sebenarnya seimbang.
Di game kedua, nasib tragis menimpa pecatur nomor satu Belanda itu. Giri berhasil merebut menteri lawannya, tapi tak cukup waktu untuk menyelesaikan partai.
Nihal pun mengakui bahwa ia lolos dari kekalahan murni karena keberuntungan: "Game ini aku sama sekali nggak mau ambil pujian apa pun. Aku 100%—atau bahkan lebih—beruntung... Giri selalu menemukan cara untuk menghalau serangan balik, dan saat waktunya menipis, dia masih terus bermain sangat bagus. Dia bahkan merebut menteriku dan bermain sangat cepat—aku sebenarnya bisa saja langsung menyerah."
Aku sebenarnya bisa saja langsung menyerah.
—Nihal Sarin
Nihal nyaris harus bermain armageddon, namun berhasil lolos. Foto: Esports World Cup 2025.
Nihal 1.5-0.5 Vachier-Lagrave
Nihal tampil lebih meyakinkan di match kedua, berhasil keluar dari posisi buruk di game pertama dan mengamankan kemenangan penuh di game kedua.
Meski tetap ada unsur “keberuntungan,” Nihal tak terkalahkan sepanjang hari kedua. Foto: Esports World Cup 2025.
Vachier-Lagrave nyaris menang mutlak di game pertama, tapi dengan waktu tersisa kurang dari dua menit untuk keduanya, GM asal India itu berhasil lolos dengan hasil remis. “Game pertama, untuk kontrol waktu secepat ini, kualitas (permainannya) cukup bagus dari kami berdua. Aku memang berada di bawah tekanan, tapi aku bertahan cukup baik dan secara waktu juga masih bisa bertahan,” jelas Nihal.
Untuk game kedua yang berhasil ia menangkan, Nihal mengatakan, “Aku sangat senang dengan posisi setelah pembukaan... Tentu saja, dia bertahan dengan sangat baik—seperti biasa—dan aku cukup kesulitan menyelesaikannya. Aku mulai teringat kejadian kemarin, di mana aku juga kesulitan mengonversi keunggulan satu pion menjadi kemenangan… Tapi setelah langkah ...b4 Ke2, aku hampir secara tak sengaja menjebak gajahnya.” Posisi sebenarnya masih seimbang, tapi tak lama kemudian partai berakhir:
Bagaimana Nihal mengatasi rasa gugup? Ia berkata pada Canty, “Saat lawan Anish, aku sangat-sangat beruntung di game kedua. Tapi selain itu, aku hanya mencoba terus melangkah dan tetap tenang.”
Grup C: Nakamura Lolos
Setelah menang telak melawan Sindarov, Wei Yi harus mengakui keunggulan Nakamura dalam salah satu pertandingan paling sengit hari itu.
Wei 2-0 Sindarov
Wei Yi membuka laga dengan kemenangan cepat hanya dalam 24 langkah, memenangkan perwira dan mencetak partai tercepat hari itu—kecuali jika kita menghitung partai mouse slip.
Sindarov mengaku pada Klein bahwa ia sama sekali tidak menyangka langkah 2.Gc4 dan mengatakan, “Aku bermain buruk.” Ia juga menambahkan bahwa di game kedua ia tidak punya peluang sama sekali. Wei Yi menggunakan Pertahanan Petroff karena hanya butuh hasil remis, tapi justru menang saat Sindarov memaksakan permainan dan kalah di endgame benteng.
Sindarov mengatakan, “Tentu saja dia sudah siap dari pembukaan, dan aku tidak menemukan apa-apa. Sepertinya memang tidak ada peluang.” Meskipun ia senang bisa tampil di turnamen ini, ia merasa kelelahan karena jadwal yang padat: dari Freestyle Chess Grand Slam Las Vegas, langsung terbang ke Arab Saudi untuk Kualifikasi Terakhir, dan kini harus bermain di event utama.
Wei Yi tampil luar biasa di laga pertama. Foto: Esports World Cup 2025.
Nakamura 2-1 Wei
Sebelum melawan Nakamura, Wei Yi menyebutnya sebagai “salah satu lawan tersulit di turnamen ini.” Sementara itu, Nakamura punya pendekatan sederhana: “Kalau aku main bagus, hasilnya bagus. Kalau main jelek, ya hasilnya juga jelek. Sesederhana itu." Nasib keduanya ditentukan hanya dalam beberapa detik yang menegangkan dan tak bisa diulang kembali.
Nakamura bermain cukup baik. Foto: Esports World Cup 2025.
Dua game reguler berakhir imbang, tapi keduanya sangat menegangkan. Wei Yi sebenarnya unggul di akhir kedua game—meski Nakamura juga punya beberapa peluang emas sebelumnya. Sayangnya, GM asal Tiongkok itu gagal menuntaskan keunggulan karena tekanan waktu.
Di game pertama, Wei Yi unggul posisi tapi kalah waktu. Ia dua kali menolak repetisi langkah dengan waktu makin menipis, dan berhasil mengungguli Nakamura. Namun di akhir permainan, ia tak punya cukup waktu untuk menyelesaikan yang secara posisi mestinya mudah dimenangkan. Nakamura berhasil menyelamatkan remis berkat kecepatan bermainnya.
Game kedua lebih dramatis lagi. Kali ini Nakamura sepenuhnya mengungguli Wei Yi dan sempat nyaris menang, tapi saat waktu kedua pemain di bawah satu menit, Nakamura justru blunder. Ia kehilangan keunggulan, lalu kehilangan semua buahnya. Tapi kemampuan bermain cepat menyelamatkannya—hasil akhirnya tetap remis.
Saat Wei Yi memainkan 58.Rf7, ia berkata, “Aku sadar punya peluang, tapi masalahnya cuma waktu.” Klein mencatat bahwa saat itu Wei Yi punya delapan detik dan Nakamura hanya empat, tapi Wei Yi menjawab, “Aku nggak sadar waktuku. Aku hanya fokus cari cara untuk menang. Mungkin itu bodoh, seharusnya aku bermain lebih cepat."
Seharusnya aku bermain lebih cepat.
—Wei Yi
Komentator Houska juga menyuarakan opininya soal kontrol waktu yang digunakan:
Game armageddon justru yang paling “tenang”—dan itu jadi kabar baik untuk Nakamura. Dengan buah Hitam dan memainkan Pertahanan Petroff, ia menahan remis dengan percaya diri. Hasil itu cukup untuk memenangkan pertandingan. “Penentu game ini ada di 10 langkah pertama. Aku merasa ritmenya pas dan langsung bermain cepat,” ujarnya.
Nakamura menang tipis dalam pertandingan dramatis. Foto: Esports World Cup 2025.
Setelah pertandingan, Nakamura menjelaskan, “Di game pertama aku sebenarnya melihat langkah menang [50.f4!], tapi sudah terlanjur memilih langkah lain. Di game kedua permainannya kacau.” Ia menekankan pentingnya pemilihan warna di armageddon, dan kali ini ia memilih Hitam. “Biasanya yang dapat warna tepat akan menang, jadi kuncinya hanya bermain cepat dan jangan mikir."
Aku merasa ritmenya pas dan langsung bermain cepat.
—Hikaru Nakamura
Nakamura merangkum jalannya pertandingan hari itu:
Grup D: Abdusattorov Lolos
Hadiah mouse slip yang diterima Abdusattorov tak seharusnya menutupi kenyataan bahwa ia berhasil mengalahkan pemain nomor tiga dunia, Caruana, di pertandingan pertamanya.
Abdusattorov 2-1 Caruana
Sebelum pertandingan dimulai, Abdusattorov mengatakan, “Dibanding kemarin, aku merasa jauh lebih baik dan menantikan permainan yang lebih bagus,” dan itu terlihat jelas dari penampilannya.
Komentator Howell menyebut game pertama sebagai “bencana pembukaan bagi Fabiano,” yang memilih pembukaan Reti yang tenang. Abdusattorov langsung mengambil kendali pusat dengan formasi Maroczy Bind. Keunggulan ruang berubah menjadi keunggulan materi, dan ia tetap tenang dalam tekanan untuk memenangkan endgame dengan sisa waktu hanya satu menit.
Caruana membalas langsung dengan kemenangan saat memegang buah Hitam di game kedua. Abdusattorov hanya butuh remis, tapi mungkin bermain terlalu agresif dengan mendorong pion h-nya dalam varian Alapin dari pertahanan Sisilia. Hitam menghancurkan pusat Putih dan menargetkan pion -c dan -h di akhir permainan—sebuah kemenangan mudah bagi pemain nomor tiga dunia. Kekalahan itu lebih karena tekanan mental Abdusattorov sendiri daripada keunggulan lawan.
Caruana menuliskan tawarannya untuk armageddon setelah menang di game kedua. Foto: Esports World Cup 2025.
Namun akhirnya, Abdusattorov menang dengan buah Putih di armageddon untuk lolos ke babak selanjutnya. Caruana sempat mengorbankan pion dan bertahan cukup lama. Tapi setelah langkah 23...Ke7? 24.d6, Abdusattorov mendapat celah yang dibutuhkannya. Dari sana, ia perlahan menekan dengan keunggulan satu pion. GM Rafael Leitao menganalisisnya di bawah ini.
Abdusattorov sangat senang, meskipun masih ada satu pertandingan lagi menantinya. Ia berkata, “Aku sangat bahagia. Pertandingan ini sangat sulit. Aku bermain bagus di game pertama, tapi tidak bisa mengendalikan tekanan di game kedua. Pembukaanku buruk sekali. Di game ketiga aku bisa mengendalikan diri dan bermain lebih baik. Di akhir, Fabiano hampir bertahan, tapi aku berhasil memanfaatkan celah di endgame."
Meski belum selesai sepenuhnya, ia menambahkan, “Aku merasa baik, tapi ini belum berakhir. Masih ada satu pertandingan lagi."
Abdusattorov mungkin menjadi pemain paling beruntung hari itu, tapi kemenangan atas Caruana membuktikan bahwa ia juga punya kualitas. Foto: Esports World Cup 2025.
Abdusattorov 2-1 Duda
Meskipun jadi sorotan utama, pertandingan ini justru berakhir paling antiklimaks hari itu. Setelah dua kali remis di game reguler, Duda langsung menyerah di langkah kelima armageddon karena mouse slip fatal. Hasil pertandingan ini jadi penentu antara membawa pulang $65.000 atau minimal $85.000 di babak Perempat Final.
Duda tak menunggu reaksi lawan dan langsung menyerah. Dalam format armageddon, Abdusattorov kemungkinan besar memang harus menerima poin gratis tersebut, jika ia menawarkan remis, ia justru akan tereliminasi.
Duda sendiri mengakui bahwa ia juga melakukan mouse slip di game sebelumnya, tapi saat itu tidak terlalu berpengaruh besar. Namun kali ini benar-benar tragis. Abdusattorov berkomentar, “Rasanya masih sulit dipercaya. Secara keseluruhan, aku sangat senang bisa lolos ke delapan besar. Hari ini benar-benar berat, dan babak Final nanti pasti akan lebih berat lagi."
Sebuah mouse slip membuat kunci Duda masuk ke mesin penghancur. Foto: Esports World Cup 2025.
Satu-satunya pemain yang sejauh ini mampu mengalahkan Abdusattorov adalah Carlsen. Dan Abdusattorov tak sabar menantikan rematch!
Namun, rematch itu belum akan terjadi sekarang. Cek jadwal selengkapnya di bawah ini. Saksikan mereka bertanding Kamis malam!
Cara Menonton
Anda bisa mengikuti pertandingan Esports World Cup 2025 di Halaman Acara kami. Anda juga dapat menyaksikan siaran langsung di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia.
Esports World Cup 2025 di Riyadh, Arab Saudi, untuk pertama kalinya menghadirkan catur dengan total hadiah $1.5 juta dan $250.000 untuk juara pertama. Para pecatur juga tergabung dalam tim esports yang bersaing untuk total hadiah $27 juta. Dua belas pemain lolos melalui Champions Chess Tour, sementara empat lainnya lolos lewat Kualifikasi Terakhir (24–26 Juli) di Riyadh. Turnamen utama (29 Juli–1 Agustus) dimulai dengan empat grup yang masing-masing terdiri dari empat pemain. Setengah peserta akan tereliminasi sebelum delapan besar bertarung dalam Playoff sistem gugur untuk memperebutkan hadiah utama. Semua pertandingan menggunakan kontrol waktu 10 menit tanpa tambahan waktu.