Caruana Pimpin Klasemen, Gukesh Kalahkan Nakamura di Hari Ulang Tahunnya yang ke-19
Meski sempat kalah di babak pertama, kini Fabiano Caruana memimpin klasemen setelah tiga babak! Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Caruana Pimpin Klasemen, Gukesh Kalahkan Nakamura di Hari Ulang Tahunnya yang ke-19

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Fabiano Caruana mengalahkan GM Arjun Erigaisi di babak ketiga Norway Chess 2025 untuk merebut posisi pimpinan klasemen tunggal, sementara Juara Dunia Gukesh Dommaraju, di hari ulang tahunnya yang ke-19, bangkit setelah dua kekalahan dengan menumbangkan GM Hikaru Nakamura. GM Magnus Carlsen kembali mengalami hari yang mengecewakan, setelah gagal memanfaatkan peluang menang melawan GM Wei Yi di catur klasik dan kemudian kalah di armageddon.

GM Koneru Humpy kini menyamai perolehan poin GM Anna Muzychuk di puncak klasemen Norway Chess Women 2025. Humpy meraih satu-satunya kemenangan di catur klasik atas IM Sara Khadem, sementara Muzychuk berhasil bertahan dari posisi buruk di armageddon melawan GM Lei Tingjie dan menahan hasil imbang dengan buah Hitam. GM Ju Wenjun mengalahkan GM Vaishali Rameshbabu dalam permainan miniatur 19 langkah di armageddon mereka.

Babak keempat akan dimulai pada hari Kamis, 29 Mei mulai pukul 22:00 WIB.


Hasil Norway Chess Babak 3

Untuk tiga hari berturut-turut, setengah dari partai catur klasik berakhir dengan kemenangan, dengan masing-masing tiga poin diraih oleh Caruana, Gukesh, dan Humpy.


Terbuka: Gukesh dan Caruana Taklukkan Para Pemimpin

Caruana memulai turnamen dengan kekalahan, namun kini memimpin klasemen setelah dua pemimpin klasemen sebelumnya, Arjun dan Nakamura, sama-sama kalah di babak ketiga. Sementara itu, hasil remis di catur klasik sudah cukup bagi Carlsen untuk naik ke posisi kedua.

Klasemen Norway Chess Setelah Babak 3

Caruana 3-0 Arjun

Pertarungan ini berlangsung liar, seperti yang bisa diharapkan dari dua pemain agresif. Foto: Maria Emelianova/Chess.com.

Caruana membuka partai ini dengan sebuah semi-novelty 7.h4 dalam Pertahanan Prancis.

Namun, Arjun tak banyak berpikir dan langsung membalas dengan 7...f6, lalu menjalankan serangkaian langkah panjang dengan cepat. Ia bahkan sempat masuk ke ruang pengakuan (confessional booth) untuk menyatakan hal yang sudah jelas—semua itu sudah pernah ia pelajari sebelumnya.

Namun, optimisme Arjun terhadap posisinya kemudian diidentifikasi Caruana sebagai alasan utama mengapa ia bisa menang. Ia mengatakan: "Aku sempat bersiap mental untuk remis, karena dia tahu pembukaan ini dengan sangat baik dan kami mencapai endgame yang seimbang. Tapi dia pikir dia sedikit unggul, kata Arjun ke aku, dan mungkin optimisme itulah yang sedikit menyesatkannya."

"Dia memang unggul satu pion, dan punya dua pion bebas yang terhubung, tapi aktivitas buahku dan raja dia yang lemah di tengah memberiku cukup kompensasi," ujar Caruana, yang akhirnya menang dengan meyakinkan, tanpa memberi Arjun kesempatan sama sekali di tahap akhir permainan.

Itulah Game of the Day kami, yang telah dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah ini:

Kemenangan ini menjadi titik balik luar biasa bagi Caruana, yang kini memimpin turnamen setelah mencatat dua kemenangan klasik beruntun—meski sebelumnya ia memulai dengan kekalahan menyakitkan dari Nakamura. Ia juga kembali naik ke atas Arjun sebagai pemain nomor tiga dunia dalam daftar live-rating.

Bintang AS ini juga mencontohkan Carlsen, yang memulai dengan lambat di tahun 2024 usai kalah dari GM Praggnanandhaa Rameshbabu, namun kemudian bangkit dan menjuarai turnamen.

Gukesh 3-0 Nakamura

Gukesh membalas kekalahannya dengan meyakinkan saat menghadapi Nakamura. Foto: Maria Emelianova/Chess.com.

Pemain yang memulai turnamen 2025 dengan laju paling lambat adalah Gukesh, yang menderita dua kekalahan tipis, namun terasa tak terhindarkan karena manajemen waktunya. Sang Juara Dunia menunjuk faktor tersebut saat ia menikmati kelegaan setelah berhasil bangkit dengan kemenangan:

Aku merasa cukup baik! Aku merasa manajemen waktuku hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Nakamura punya beberapa peluang remis, tapi secara keseluruhan ini permainan yang bagus.

Situasi lainnya adalah: pertandingan berlangsung hingga lewat tengah malam waktu India, memungkinkan Gukesh dan para penggemarnya mulai merayakan ulang tahunnya yang ke-19.

Ulang tahun Gukesh mencakup dua babak di Norway Chess, tergantung apakah kita mengacu pada waktu Norwegia atau waktu India. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Nakamura menyadari ada yang salah sejak awal pembukaan Giuoco Piano ketika langkah 13.b4! muncul di papan. Ia memutuskan untuk mencoba memaksimalkan peluang dengan beralih ke serangan di sayap raja, berharap bisa mengeksploitasi kerentanan Gukesh setelah dua kekalahan.

Namun ternyata, Gukesh sama sekali tidak rentan. Meski Nakamura hampir mendapatkan hasil remis, ia mengakui terlalu cepat merasa aman dengan langkah 28...Bd8?. Saat ia menawarkan hasil remis di langkah ke-30, ia justru dibalas dengan 31.h4!—dan menyadari bahwa rencana 31...a6? justru kalah. Sebenarnya masih ada satu peluang, tetapi sangat sulit ditemukan saat baru saja tersadar bahwa posisi yang tampaknya jelas remis justru ternyata kalah.

Langkah 31...Ka4! adalah satu-satunya peluang itu—langkah yang sempat terpikir oleh Nakamura, namun ia merasa mungkin tak akan berhasil menemukannya bahkan jika memiliki lebih banyak waktu. Sebaliknya, ia memainkan 31...Md6?, yang justru memperburuk keadaan.

Gukesh pun menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan yang sangat ia butuhkan.

Berikut rekap dari Nakamura tentang partai ini:

Dalam rekapnya, Nakamura menyebut satu sisi positif dari hasil pertandingan ini: kekalahan Arjun berarti harapannya untuk lolos ke Turnamen Kandidat melalui jalur rating tidak terkena dampak.

Carlsen 1-1.5 Wei

Carlsen mengalami dua hari yang mengecewakan, meski hasil remis di catur klasik masih cukup untuk menempatkannya di posisi kedua. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Salah satu hal menarik di babak ketiga adalah meskipun Carlsen kalah di armageddon, satu poin dari hasil remis di catur klasik cukup untuk membuatnya melompati Nakamura dan Arjun ke posisi kedua klasemen. Pemain peringkat satu dunia ini mulai merasa percaya diri ketika lawannya, Wei Yi, menghabiskan 37 menit untuk langkah ke-20.

Sama seperti saat melawan Nakamura sehari sebelumnya, evaluasi komputer sempat menunjukkan Carlsen unggul lebih dari satu pion, tapi lagi-lagi keunggulan itu perlahan menghilang, nyaris tanpa terasa. Wei pun mengakui, “Aku senang bisa bertahan,” meski pada akhirnya justru Carlsen yang harus memaksakan hasil remis.

Itu berarti, untuk hari kedua berturut-turut, partai Carlsen menjadi satu-satunya di kategori Terbuka yang berlanjut ke armageddon—dan untuk kedua kalinya pula, ia kalah. Jauh berbeda dari penampilannya di tahun 2024, ketika ia mencetak 83.33% kemenangan di partai sudden-death.

Partai armageddon ini berjalan mulus bagi Wei, yang bisa mengulang pembukaan yang sama seperti saat melawan Praggnanandhaa di Chessable Masters tahun ini. Carlsen justru salah urutan langkah dan terjebak pada langkah spektakuler 15...Bxc3!!.

Benteng tidak bisa dimakan karena ancaman 16...Ma4!, sementara setelah 16.Mxd7, Wei bisa mengambil pion-c2 dan -g2 sebelum kembali merebut menteri.

Secara teori posisi masih bisa dimainkan oleh Carlsen, tapi nyaris mustahil menang dalam situasi di mana ia wajib menang—sementara remis sudah cukup untuk kemenangan Wei Yi di armageddon. Kita berharap perlawanan panjang dari Carlsen, namun sebaliknya, ia malah tergelincir ke posisi kalah, dan Wei pun tak memberi ampun.

Carlsen mengeluhkan kurangnya energi setelah pertandingan, sementara Wei Yi terlihat sangat bahagia setelah berhasil mengalahkan pemain nomor satu dunia untuk pertama kalinya!

Wei Yi memang masih berada di peringkat terbawah klasemen untuk saat ini, tapi jarak antar pemain sangat tipis—satu kemenangan klasik saja bisa mengubah segalanya.

Carlsen tentu berharap bisa menemukan kembali performa terbaiknya di armageddon selanjutnya. Foto: Maria Emelianova/Chess.com.

Wanita: Humpy Bangkit, Kejar Muzychuk di Puncak

Hanya butuh waktu singkat bagi Humpy untuk kembali ke puncak klasemen. Dari tiga babak yang telah dimainkan, seluruh partai klasiknya berakhir dengan hasil menang atau kalah—dan dua di antaranya dimenangkan olehnya.

Klasemen Norway Chess Women Setelah Babak 3

Humpy 3-0 Khadem

Serangan yang dilancarkan Humpy sudah mulai terbentuk sejak tahap pembukaan, yang disebut sebagai “bencana” bagi Khadem menurut komentator Howell. Ia menjelaskan bahwa dengan urutan langkah cerdik 6.Mc2, Putih berhasil menghemat satu tempo dalam jalur pembukaan standar dengan memainkan Gf4 dalam satu langkah. Penjelasan lengkapnya bisa disimak dalam cuplikan video di bawah:

Setelah langkah 13...Kg7 diikuti 14.g4!, Hitam tidak bisa menjalankan rencana normalnya yaitu ...Gf5 untuk menyederhanakan posisi, dan Humpy melanjutkan tekanan dengan mendorong pion-pionnya di sayap raja. Langkah 37.Be6! menjadi penyelesaian yang indah untuk partai ini—walaupun secara teknis tampak seperti pengorbanan, Putih justru mendapat kompensasi yang besar.

Menariknya, kemenangan ini bukan ditentukan oleh serangan langsung, melainkan oleh dua pion bebas terhubung di pusat yang tak terbendung.

Hingga kini, Humpy belum mencatatkan hasil remis satu pun. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Lei 1-1.5 Muzychuk

Muzychuk nyaris kalah melawan Lei, tapi berhasil lolos dan tetap bertahan di puncak klasemen bersama.

Dengan mengenakan sweater Norway Chess-nya, Muzychuk berhasil bertahan dari posisi yang buruk—bahkan hampir kalah—di partai armageddon. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Partai klasik mereka berakhir remis hanya dalam 21 langkah, sebuah permainan nyaris sempurna dari kedua pemain. Muzychuk menjelaskan bahwa ia berhasil mengejutkan lawannya di pembukaan (kemungkinan dengan langkah 12...Ke5, meski ia tidak menyebutkan secara pasti), dan berhasil menetralkan posisi tanpa kesulitan. “Tapi di partai armageddon,” kata Muzychuk, “dia benar-benar memberi banyak masalah."

Dengan menyimpang dari partai pertama lewat 7.d3, kali ini Lei berhasil membawa permainan ke middlegame tanpa menteri, dengan tekanan yang terus meningkat. Ia sempat unggul dan memiliki posisi menang, namun gagal menemukan langkah penentu untuk menyelesaikan partai. Muzychuk mengatakan, “Aku kehilangan satu pion, tapi masih punya kompensasi, jadi aku terus bermain... dan dengan sepasang gajah, aku mulai tersadar jika memiliki peluang dalam permainan ini!” Kegigihannya pun membuahkan hasil.

Ju 1.5-1 Vaishali

Variasi Pertukaran dalam Pertahanan Prancis memang bukan jalur paling ambisius untuk mencari keunggulan di pembukaan, namun Ju memainkannya di kedua partai—dan di kesempatan kedua, ia menang dalam permainan miniatur 19 langkah.

Ju membuktikan bahwa Prancis Variasi Tukar masih bisa menjadi senjata mematikan. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Partai pertama antara Ju dan Vaishali berakhir remis hampir sempurna, meski Ju sempat memberi tekanan berkat ketidakseimbangan antara gajah vs. kuda. Di sesi confessional, Ju menyebut ia mencoba menciptakan keunggulan kecil di endgame, namun Vaishali berhasil mempertahankan posisinya.

Di partai kedua, Vaishali memilih jalur berbeda dengan 5...a6, tapi hanya tiga langkah kemudian ia terjebak dalam perangkap pembukaan Ju lewat 8.Ge2!?, sebuah novelty. Inti dari perangkap tersebut terlihat jelas dalam pertandingan: langkah yang terlihat paling natural justru merupakan blunder. Setelah 8...Gf5??, Ju memainkan a3! dan Vaishali sadar bahwa pion tersebut tidak bisa dimakan. Ia terpaksa mundur, namun sejak saat itu tak pernah berhasil keluar dari tekanan.

Ju sendiri belum meraih kemenangan di partai klasik turnamen ini, dan kini tertinggal dua poin dari para pemimpin klasemen. Ketika ditanya soal pentingnya kemenangan di armageddon, Ju menjawab bahwa penting untuk mengakhiri hari dengan hasil positif karena “jika kalah, malamnya bisa terasa sangat berat."

Saat ini mungkin menjadi masa sulit bagi Vaishali dan Sara, yang baru mengumpulkan dua poin dan berada di posisi terbawah bersama. Namun, sejarah mencatat banyak comeback luar biasa. Di Turnamen Kandidat Wanita FIDE 2024, Vaishali sempat kalah empat kali berturut-turut, lalu memenangkan lima pertandingan terakhirnya. Tentu saja, semakin cepat bangkit, semakin baik!

NM Anthony Levin berkontribusi pada berita ini.


Pairing Babak 4

Babak keempat—yang merupakan babak terakhir sebelum hari istirahat pertama—menyuguhkan pertandingan menarik, termasuk Carlsen vs. Arjun, Gukesh vs. Caruana, dan Ju vs. Humpy.

Cara Menonton
Anda bisa menyaksikan Norway Chess 2025 secara langsung di saluran YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Pertandingan juga disiarkan di channel Kick milik Nakamura. Anda juga bisa mengikuti jalannya pertandingan melalui halaman acara kami: Terbuka | Wanita.

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Lutfi Ali.

Norway Chess 2025 menampilkan turnamen Terbuka dan Wanita dengan masing-masing enam pemain, memperebutkan total hadiah yang setara sebesar 1.690.000 NOK (~$167.000). Turnamen ini berlangsung dari 26 Mei hingga 6 Juni di Stavanger, dengan format di mana setiap pemain saling berhadapan dua kali dalam catur klasik (120 menit untuk 40 langkah pertama, dengan increment 10 detik per langkah mulai dari langkah ke-41). Pemenang dalam permainan klasik mendapat tiga poin, sedangkan yang kalah mendapat nol. Jika hasilnya remis, kedua pemain mendapat satu poin dan bertarung lagi di armageddon untuk memperebutkan setengah poin tambahan (10 menit untuk Putih, 7 menit untuk Hitam, dengan Hitam menang jika hasilnya remis).


Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Javokhir Sindarov Menjadi Juara Piala Dunia Termuda Sepanjang Sejarah

Javokhir Sindarov Menjadi Juara Piala Dunia Termuda Sepanjang Sejarah

Hans Niemann Tumbangkan Mantan Juara Dunia Ding Liren untuk Amankan Tiket Perempat Final SCC 2025

Hans Niemann Tumbangkan Mantan Juara Dunia Ding Liren untuk Amankan Tiket Perempat Final SCC 2025