Abdusattorov Perlebar Keunggulan di Puncak, Giri Kalahkan Juara Dunia Gukesh
GM Nodirbek Abdusattorov merasa telah memainkan partai terbaiknya sejauh ini setelah mengalahkan GM Vincent Keymer dengan buah Hitam. Kemenangan tersebut membuatnya unggul satu poin di puncak klasemen Tata Steel Chess Masters 2026. Sementara itu, Juara Dunia Gukesh Dommaraju kembali menelan kekalahan untuk kedua kalinya secara beruntun, kali ini dari GM Anish Giri. Di papan lain, pemain tuan rumah GM Jorden van Foreest berhasil mengalahkan GM Aravindh Chithambaram dan naik ke posisi ketiga bersama. Van Foreest kini sejajar dengan GM Yagiz Kaan Erdogmus yang baru berusia 14 tahun. Remaja berbakat itu mencatat kemenangan brilian keduanya secara berturut-turut setelah menaklukkan GM Arjun Erigaisi, pemain peringkat lima dunia.
Di kategori Challengers, GM Marc'Andria Maurizzi sukses membalikkan posisi kalah dan mengalahkan IM Eline Roebers. Kemenangan ini membuatnya menyamai GM Andy Woodward di puncak klasemen Tata Steel Chess Challengers 2026. Sementara itu, Woodward harus puas berbagi poin setelah ditahan remis oleh GM Aydin Suleymanli. Satu-satunya kemenangan lain pada hari itu diraih GM Vasyl Ivanchuk, yang mengalahkan IM Lu Miaoyi dan membuatnya menelan kekalahan kelima secara beruntun.
Babak kedelapan akan dimulai pada Minggu, 25 Januari mulai pukul 20.00 WIB.
- Masters: Abdusattorov Perlebar Jarak Pimpinan
- Challengers: Maurizzi Menyusul Woodward di Puncak Klasemen
Masters: Abdusattorov Perlebar Jarak Pimpinan
Tata Steel Masters: Hasil Babak 7
Sekali lagi, ada empat kemenangan di kategori Masters. Salah satu partai paling seru terjadi antara GM Praggnanandhaa Rameshbabu vs. GM Matthias Bluebaum, di mana Praggnanandhaa berani mengorbankan satu benteng penuh.

Hasil-hasil ini membuat Abdusattorov semakin menjauh di puncak klasemen, unggul satu poin penuh dari GM Javokhir Sindarov. Sementara itu, Erdogmus dan Van Foreest menyusul di posisi ketiga, terpaut setengah poin.
Tata Steel Masters: Klasemen Setelah Babak 7

Keymer 0-1 Abdusattorov
Laga ini menjadi peluang besar bagi Keymer, yang sebelumnya meraih dua kemenangan beruntun, untuk menyamai pemimpin klasemen. Ia bermain agresif sejak pembukaan, yang meski tajam, masih dikenal dalam teori.
Prepared the then novelty 11...Qh1! with Anand for the 2007 WC tournament in Mexico. pic.twitter.com/uKmXS5GfZt
— Peter Heine Nielsen (@PHChess) January 24, 2026
Abdusattorov memilih langkah 11...Mh1, namun cukup terkejut dengan respons 12.f4!?, bukan varian utama 12.Gd2. Meski posisi dinilai seimbang oleh komputer dan sempat berpeluang berakhir remis lewat pengulangan langkah, Keymer memilih melanjutkan permainan. Sayangnya, langkah 19.Ga5?! justru membuka peluang bagi 19…e5!, yang selanjutnya mengancam ...Gg4.

Abdusattorov mengatakan bahwa Keymer sebenarnya bisa memilih remis lebih awal, tetapi mencoba memaksa permainan. Setelah langkah …e5, menurutnya, Keymer tampak terkejut dan kesulitan bertahan dengan tepat.
Upaya terbaik sebenarnya adalah langsung mengorbankan kualitas dengan 20.Bxe5! f6 21.Bxe7, tetapi dalam permainan, langkah 20.Gd3? membuat posisi Keymer semakin terjepit. Partai ini pun terpilih sebagai Game of the Day kami, yang telah dianalisis oleh GM Dejan Bojkov di bawah ini.
Keunggulan Abdusattorov semakin aman setelah GM Javokhir Sindarov yang berada di posisi kedua, hanya mampu bermain remis dalam 84 langkah melawan GM Hans Niemann. Sejak awal, partai tersebut berlangsung relatif seimbang.
Sementara itu, dua pemain berhasil meraih kemenangan dan ikut bergabung dalam persaingan di posisi ketiga bersama.
Van Foreest 1-0 Aravindh
Partai ini menjadi yang paling tidak seimbang hari itu. Van Foreest mengaku cukup terkejut dengan pilihan pembukaan lawannya:
Pembukaannya benar-benar membuat saya kaget. Saya tahu dia pemain yang tidak mudah diprediksi, tetapi tetap saja—Hindia Raja adalah pembukaan yang sudah beberapa kali saya gunakan di turnamen ini, dan dia memilih memakainya melawan saya. Terkadang memang bagus memakai senjata lawan untuk melawannya, namun hari ini tampaknya tidak berjalan sesuai rencananya.
Meski Pertahanan Hindia Raja sering dinilai buruk oleh komputer, karena Hitam kerap mendapat serangan kuat, situasi kali ini berbeda. Van Foreest mampu menjalankan rencana yang solid dan sederhana, sehingga meraih kemenangan dengan relatif nyaman.
Satu-satunya kekalahan Van Foreest terjadi sehari sebelumnya saat menghadapi Erdogmus, namun ia tidak terlalu memikirkannya:
Kemarin saya merasa tidak terlalu kecewa—anak itu memang luar biasa kuat. Sulit dipercaya dia sudah bermain sekelas itu di usia 14 tahun. Saya memainkan satu langkah ceroboh, lalu ketika masuk tekanan waktu, saya benar-benar jatuh karena tidak terbiasa, sampai melakukan banyak kesalahan bodoh. Tapi secara umum, dia bermain sangat baik. Setelah partai itu, saya pergi ke restoran Turki bersama Lucas [kakaknya sekaligus sekondannya]. Kami tidak kebagian. Saya juga ingin makan masakan Turki!
Anak itu memang luar biasa kuat. Sulit dipercaya dia sudah bermain sekelas itu di usia 14 tahun.
—Jorden van Foreest tentang Yagiz Kaan Erdogmus
Di babak ketujuh, kami kembali mendapat bukti betapa hebatnya permainan Erdogmus.
Arjun 0-1 Erdogmus
“Permainan yang sangat sulit. Dia bertahan luar biasa di akhir, tetapi entah bagaimana saya bisa mengalahkannya dan sekarang saya merasa sangat senang,” kata Erdogmus usai mencatatkan kemenangan keduanya secara beruntun.
Hasil tersebut berawal dari pembukaan tajam yang sudah ia persiapkan bersama pelatihnya, GM Shakhriyar Mamedyarov. Arjun sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan remis lewat repetisi, namun memilih terus bermain. Ketika ia mengorbankan sebuah pion tepat sebelum kontrol waktu, Erdogmus merespons dengan akurat dan mengambil pion tersebut. Setelah itu muncul endgame yang sangat rumit, dengan langkah penentu 44...Gg2! menjadi kunci kemenangan.

Arjun tak mampu menghadapi pion bebas di sayap kiri dan kanan papan, sehingga harus menelan kekalahan keduanya dalam tiga partai terakhir.
Sementara itu, Erdogmus—yang sudah menjadi pemain 14 tahun dengan rating tertinggi sepanjang sejarah—kini tampil pada level nyaris 2800 dan naik ke peringkat ketiga bersama.
Gukesh 0-1 Giri
Sempat muncul kesan bahwa sang juara dunia mulai membangun momentum perebutan gelar setelah empat kali remis diikuti satu kemenangan. Namun setelah itu, ia justru kalah dua kali berturut-turut. Kekalahan keduanya terjadi saat menghadapi Giri, pemain nomor satu Belanda yang biasanya tampil konsisten di Wijk aan Zee, meski tahun ini baru meraih kemenangan pertamanya pada laga tersebut. Giri kemudian mengingat kembali momen pada babak pertama Tata Steel Chess 2025, ketika ia sempat melewatkan kemenangan dan akhirnya kalah dari Gukesh:
Saat itu saya sangat antusias karena dia baru saja menjadi juara dunia dan partai itu dimainkan di babak pertama. Kali ini, ketika saya mulai menyadari bahwa posisinya unggul, saya tahu saya harus benar-benar berkonsentrasi. Untungnya, posisi ini jauh lebih mudah dimenangkan dibanding sebelumnya.
Permainan berubah drastis setelah Gukesh memilih untuk tidak menarik mundur buah yang sedang diserang. Giri menjelaskan, “Dia tidak bermain untuk remis. Jika suatu saat dia ingin remis, saya yakin dia bisa mengamankannya. Tapi sepanjang partai, dia selalu bermain penuh ambisi—itulah yang dia lakukan dari awal sampai akhir.”
Tak lama kemudian, Giri sudah unggul dan menemukan pukulan penentu.

"Saya sempat berpikir 25...Kxg3! bisa jadi langkah emas,” ujar Giri. Meski ide itu kuat, namun ia juga menyadari bahwa posisinya tidak sesederhana ‘skak, skak, mat’. Karena itu, ia memilih langkah yang lebih aman namun tetap solid, 25...Kd6!?.
Mungkin Gukesh dalam performa terbaiknya bisa menghukum keputusan tersebut, tetapi kali ini sang juara dunia justru salah langkah di posisi yang sulit dan akhirnya terpaksa menyerah.
Anish Giri's 1st win this year in Wijk aan Zee is a 2nd loss in a row for World Champion Gukesh Dommaraju! https://t.co/RRQIH9C5Wz#TataSteelChess pic.twitter.com/riwp4g4SKU
— chess24 (@chess24com) January 24, 2026
Ketika ditanya soal banyaknya partai liar dan blunder tahun ini, Giri sempat bercanda dengan mengatakan bahwa itu karena wawancara pra-pertandingan oleh WIM Fiona Steil-Antoni. Ia kemudian menambahkan faktor lain, seperti gaya bermain para peserta yang agresif, jarak penonton yang lebih dekat dengan para pemain Masters dibanding tahun-tahun sebelumnya, serta kontrol waktu tanpa increment sebelum langkah ke-40.
Sebagai duta turnamen, Giri ikut terlibat dalam pemilihan kontrol waktu yang sama dengan Turnamen Kandidat FIDE mendatang. Ia mengakui format tersebut masih terasa asing baginya, sambil bercanda, “Peluang saya di turnamen ini mungkin sedikit turun, tapi peluang saya di Kandidat justru sedikit naik!”
Bahkan partai yang berakhir remis pun berlangsung sengit. GM Thai Dai Van Nguyen sempat memiliki peluang menang sebelum akhirnya ditahan imbang oleh GM Vladimir Fedoseev dalam partai panjang 64 langkah.
Sementara itu, juara bertahan GM Praggnanandhaa Rameshbabu masih belum meraih kemenangan di Wijk aan Zee tahun ini. Saat menghadapi GM Matthias Bluebaum, ia menunjukkan semangat menyerang dengan pengorbanan benteng ala legenda catur GM Mikhail Tal.
Kini, Praggnanandhaa tertinggal tiga poin dari pemimpin klasemen dengan enam babak tersisa.
Challengers: Maurizzi Menyusul Woodward di Puncak Klasemen
Untuk pertama kalinya, persaingan di grup Challengers berjalan relatif tenang, dengan hanya dua kemenangan tercipta.
Tata Steel Challengers: Hasil Babak 7

Maurizzi sempat berada dalam posisi sulit, tetapi kini berhasil menyamai Woodward di puncak klasemen. Laju lima kemenangan beruntun grandmaster asal AS itu akhirnya terhenti setelah ditahan oleh Suleymanli, yang kini menempati posisi ketiga.
Tata Steel Challengers: Klasemen Setelah Babak 7

Maurizzi sebelumnya hanya terpaut setengah poin dari gelar juara Challengers 2024, dan setelah tujuh babak tahun ini ia kembali memimpin. Namun, perjalanannya sama sekali tidak mudah. Roebers sebenarnya mencapai kontrol waktu dengan posisi menang, tetapi langsung menyia-nyiakan keunggulan tersebut pada langkah berikutnya. Sejak saat itu, posisinya terus memburuk.
Kemenangan lainnya diraih Ivanchuk dengan permainan meyakinkan atas Lu, yang kini menelan lima kekalahan beruntun setelah sempat memimpin sendirian dengan skor sempurna 2/2. Sementara itu, bagi Ivanchuk yang berusia 56 tahun, mimpi menjuarai Challengers dan lolos ke Masters tahun depan masih terbuka. Ia kini mengoleksi 4,5 poin dari 7 babak, sejajar dengan IM Faustino Oro dan hanya terpaut satu poin dari Maurizzi serta Woodward.
Hari Minggu menjadi hari terakhir sebelum jeda istirahat kedua, dengan sejumlah laga menarik menanti, di antaranya Abdusattorov-Giri, Erdogmus-Praggnanandhaa, Niemann-Van Foreest, Keymer-Sindarov, dan Oro-Woodward.
Edisi ke-88 Tata Steel Chess berlangsung dari 17 Januari hingga 1 Februari 2026 di Wijk aan Zee, Belanda. Baik kategori Masters maupun Challengers menggunakan sistem round-robin yang diikuti oleh 14 pemain. Kontrol waktu yang digunakan adalah 120 menit untuk 40 langkah pertama, diikuti dengan 30 menit hingga akhir permainan, dengan increment 30 detik dimulai dari langkah ke-41. Tawaran remis tidak diperbolehkan sebelum langkah ke-40.
Liputan sebelumnya:
- Babak 6: Blunder Fatal Juara Dunia Gukesh Antar Abdusattorov ke Puncak Klasemen Tata Steel Chess 2026!
- Babak 5: Juara Dunia Gukesh Raih Kemenangan Perdana pada Babak Kelima Tata Steel Chess 2026!
- Babak 4: Korbankan Menteri, Niemann Melaju ke Puncak Tata Steel Chess Bersama Abdusattorov!
- Babak 3: Van Foreest Menumbangkan Anish Giri, Bluebaum Singkirkan Keymer untuk Berbagi Puncak Klasemen
- Babak 2: Abdusattorov Tumbangkan Praggnanandhaa, Lu Miaoyi Pimpin Sendirian di Challengers
- Babak 1: Lolos dari Kekalahan di Babak Pertama, Sindarov Gagalkan Start Sempurna Juara Dunia Gukesh!
- Tata Steel Chess 2026: Seluruh Informasi
