Caruana, Pragg, dan Sindarov Buka Turnamen Kandidat 2026 dengan Kemenangan Besar
Fabiano Caruana menaklukkan Hikaru Nakamura di babak pertama. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Caruana, Pragg, dan Sindarov Buka Turnamen Kandidat 2026 dengan Kemenangan Besar

Avatar Colin_McGourty
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Fabiano Caruana akhirnya mematahkan kutukannya melawan GM Hikaru Nakamura di momen yang paling krusial, setelah memenangkan duel enam jam pada babak pertama Turnamen Kandidat FIDE 2026. Ada dua kemenangan lainnya, dengan GM Praggnanandhaa Rameshbabu mengejutkan GM Anish Giri sejak pembukaan dan menuntaskannya dengan nyaris sempurna, sementara GM Javokhir Sindarov masuk 10 besar dunia setelah mengecoh GM Andrey Esipenko dan memenangkan posisi yang awalnya ia kira akan kalah. Satu-satunya hasil remis terjadi antara dua pendatang baru di ajang Kandidat, GM Matthias Bluebaum dan Wei Yi.

Sementara itu, Turnamen Kandidat Wanita FIDE 2026 dimulai dengan empat hasil remis, tetapi sama sekali tidak berjalan tenang. GM Aleksandra Goryachkina melewatkan pukulan penentu melawan GM Kateryna Lagno, GM Vaishali Rameshbabu mampu bertahan meski mengalami tekanan waktu yang besar saat menghadapi GM Bibisara Assaubayeva, dan GM Zhu Jiner memainkan partai yang sebenarnya ia awali dengan sangat brilian melawan GM Tan Zhongyi. Bahkan di partai yang paling tenang pun, GM Anna Muzychuk sempat merasa khawatir setelah dikejutkan lebih awal oleh GM Divya Deshmukh.

Turnamen Kandidat FIDE 2026 telah dimulai! Foto: Michal Walusza/FIDE.

Babak kedua akan dimainkan pada Senin, 30 Maret mulai pukul 19.45 WIB.


Kandidat FIDE: Caruana Mengalahkan Unggulan Teratas

Turnamen Kandidat FIDE dibuka dengan sangat seru, dan hanya satu partai yang berakhir imbang.

Hasil Kandidat Babak 1

Hasil itu membuat klasemen langsung terbelah, dengan tiga pemain memimpin lebih awal.

Klasemen Kandidat Setelah Babak 1

Dalam beberapa tahun terakhir, catur klasik level tertinggi memang menunjukkan semangat bertarung yang luar biasa, dengan semakin banyak partai yang berakhir dengan kemenangan. Remis cepat yang dulu sering mewarnai turnamen elite kini nyaris tak terlihat lagi. Jika ada yang mengira tensi tinggi di ajang sebesar Kandidat akan membuat para pemain lebih berhati-hati, anggapan itu langsung terpatahkan di Pegeia, Siprus, saat delapan partai pembuka semuanya berlangsung penuh perlawanan. Bahkan partai yang selesai paling cepat pun tetap berjalan tajam.

Bluebaum ½-½ Wei Yi

Bluebaum dan Wei Yi memulai debut mereka di Turnamen Kandidat dengan hasil yang cukup solid. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Sebagai underdog dan pecatur nomor dua Jerman, Bluebaum bahkan sempat menjadi sensasi kecil di internet. Banyak yang bercanda mendukungnya untuk menyapu bersih turnamen dengan skor sempurna 14/14, yang diramaikan dengan #GreatBluebaumSweep.

Namun, candaan itu langsung berakhir di babak pertama. Kepada FM Mike Klein, Bluebaum berkata, "Sepertinya saya sudah menggagalkan #GreatBluebaumSweep, jadi sekarang sapuan terbaik yang bisa saya lakukan mungkin 14 kali remis, bukan 14 kemenangan. Tapi kita lihat saja nanti!"

Bluebaum memperkenalkan langkah baru pada langkah ke-10 dan sempat unggul lebih dari satu jam saat permainan memasuki langkah ke-16. Meski begitu, peluang untuk menekan lawan perlahan menguap. Langkah 21...Md7! dari Wei menawarkan pengorbanan benteng untuk memaksakan remis, dan Bluebaum tak memiliki opsi yang lebih baik selain menerimanya.

Itu menjadi satu-satunya partai remis di turnamen Terbuka.

Sindarov 1-0 Esipenko

Sebelum partai ini dimulai, Sindarov, yang pada usia 20 tahun menjadi pemain termuda di turnamen ini, mengunggah di akun X-nya.

Lambang keberuntungan itu ternyata pas sekali, karena setelah langkah 27.Gd1 ia berada dalam situasi yang sulit: waktu yang tersisa hanya enam menit, sementara Esipenko masih punya 30 menit. Sindarov kemudian mengaku, "Saat itu saya berpikir, oke, mungkin ini kesempatan terakhir saya. Kalau saya tidak mendapatkan peluang, dia akan mengungguli saya tanpa memberi kesempatan sama sekali."

"Saya pikir di babak ini saya akan kalah," ujar Sindarov setelah pertandingan. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Namun keadaan berbalik ketika Esipenko memainkan langkah yang ia yakini menang, yakni memakan f3, tetapi justru terjebak dalam taktik licik lawannya. Juara Piala Dunia asal Uzbekistan itu mengatakan, "Hari ini sebenarnya saya tidak bermain terlalu baik, tetapi setelah dia memberi saya peluang, saya merasa bermain sangat bagus. Entah bagaimana saya seperti benar-benar terbangun di tengah partai, karena sebelumnya seperti sedang tertidur dan bermain buruk."

Entah bagaimana saya seperti benar-benar terbangun di tengah partai, karena sebelumnya seperti sedang tertidur dan bermain buruk.

—Javokhir Sindarov

Permainan Sindarov di fase akhir terlihat sangat meyakinkan, meskipun duel waktu sempat menambah ketegangan, karena kedua pemain sama-sama masuk ke detik-detik terakhir—tambahan 30 detik per langkah baru diberikan mulai langkah ke-41.

Belum sampai dua tahun lalu Sindarov masih berada di luar 50 besar dunia, tetapi kini ia sudah menembus 10 besar daftar rating live.

Sindarov terus melaju pesat. Gambar: 2700chess.
Esipenko menyia-nyiakan posisi unggul yang sangat menjanjikan. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Sementara itu, kemenangan paling mulus pada hari itu diraih oleh Praggnanandhaa.

Praggnanandhaa 1-0 Giri

Pilihan pembukaan Praggnanandhaa yang berani membuahkan hasil. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Tidak banyak pemain yang bisa mengejutkan Giri di fase pembukaan, tetapi Praggnanandhaa berhasil melakukannya lewat Grand Prix Attack, sebuah pembukaan yang populer di kalangan pemain klub karena rencananya cukup sederhana: mendorong pion-f dan melancarkan serangan ke raja. Pendekatan agresif seperti ini biasanya tidak mudah berhasil melawan ahli teori sekelas pecatur nomor satu Belanda itu, tetapi kali ini Giri justru tidak memilih variasi yang pernah ia rekomendasikan sendiri dalam kursus Sisilia di Chessable.

Praggnanandhaa memang tidak langsung unggul dari pembukaan, tetapi Giri akhirnya harus rokade ke sayap yang berlawanan dengan lawannya. Sejak saat itu, posisinya terasa kurang nyaman, meski cukup lama masih tampak bisa bertahan seimbang. Namun, situasi mulai runtuh menjelang kontrol waktu. Praggnanandhaa bermain sangat rapi sepanjang partai dan memanfaatkan keunggulannya dengan sangat baik saat peluang itu muncul.

Awal yang berat bagi Giri, sementara Praggnanandhaa bermain tanpa kesalahan.

Sementara itu, partai yang paling dinanti hari itu juga tidak mengecewakan.

Caruana 1-0 Nakamura

Duel sesama wakil Amerika Serikat ini menjadi laga yang berat bagi Caruana dalam beberapa tahun terakhir, setelah ia menelan lima kekalahan dalam 12 partai klasik terakhir melawan Nakamura. Kali ini Caruana mencoba sesuatu yang berbeda dengan membuka lewat 1.Kf3. Nakamura mengaku ia tidak benar-benar dibuat lengah, tetapi sempat tertinggal waktu di awal permainan. Namun saat Caruana mulai menghabiskan banyak waktu, sempat muncul kesan bahwa “kutukan” Nakamura mungkin akan kembali terjadi.

Nakamura mengaku dirinya mungkin terpengaruh oleh fakta bahwa ini adalah partai pertama turnamen. Dalam ulasannya, ia mengatakan, "Karena ini babak pertama, saya benar-benar ingin mengarahkan permainan ke sesuatu yang terasa jauh lebih tenang. Kalau dipikir-pikir lagi, itu merupakan kesalahan. Seharusnya saya berusaha menjaga partai setajam mungkin."

Seharusnya saya berusaha menjaga partai setajam mungkin.

—Hikaru Nakamura 

Yang terjadi justru sebaliknya. Nakamura masuk ke endgame yang sulit, dan seperti dalam partai Praggnanandhaa, pion-h yang terus melaju menjadi sumber masalah besar baginya.

Meski begitu, hasil partai ini belum sepenuhnya pasti, karena Caruana juga sempat melakukan kesalahan saat kemenangan sudah di depan mata. Karena itu, setelah partai usai, ia menggambarkan perasaannya sebagai campuran lelah, sedikit malu, tetapi tetap senang. Langkah 80...Rc7! kemungkinan besar masih bisa menyelamatkan Nakamura, tetapi ia malah memilih 80...Re7?, yang kemudian ia sebut sebagai kesalahan yang sangat fatal. Begitu 81.Rc6! dimainkan, Nakamura langsung sadar apa yang terjadi, tetapi kondisinya sudah terlambat untuk diperbaiki.

Caruana sebenarnya juga melihat langkah bertahan itu, tetapi ia mengatakan bahwa ia tidak sempat terlalu memikirkannya karena Nakamura langsung memainkan langkahnya.

Pertarungan panjang dan menegangkan ini terpilih sebagai Game of the Day kami, dengan analisis lengkap dari GM Dejan Bojkov.

Di titik mana semuanya mulai berantakan? Foto: Michal Walusza/FIDE.

Pada babak kedua, Nakamura kembali memainkan buah Hitam, kali ini melawan Esipenko. Sementara itu, Sindarov menjadi satu-satunya pemenang di babak pertama yang kembali mendapat buah Putih, saat menghadapi Bluebaum.

Pairing Turnamen Kandidat FIDE Babak 2

Kandidat Wanita FIDE: Empat Remis yang Tetap Sengit

Babak pertama Kandidat Wanita FIDE sekilas memang terlihat tenang, tetapi empat partai remis yang tercipta sebenarnya tetap penuh pertarungan.

Hasil Kandidat Wanita Babak 1

Peluang menang paling besar di kategori wanita hadir dari Goryachkina, juara Kandidat Wanita 2019. Jika saat itu ia memainkan 24.Bxe5!, ia kemungkinan besar akan langsung memenangkan partai melawan rekan senegaranya, Lagno.

Goryachkina sempat mendapat peluang besar saat menghadapi Lagno. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Peluang besar berikutnya, setidaknya jika melihat posisi di papan, dimiliki oleh unggulan utama Zhu. Langkah 15.f4!! adalah pengorbanan yang brilian, dengan ide bahwa jika gajah itu dimakan, maka gajah di g4 akan terperangkap.

Situasi itu memang sempat muncul di partai, tetapi Zhu tidak memilih momen yang tepat untuk mengambil buah tersebut. Tan bahkan sempat mendekati posisi unggul sebelum partai akhirnya berakhir remis.

Zhu Jiner vs. Tan Zhongyi berakhir remis, tetapi jelas bukan karena kedua pemain asal China itu memilih bermain aman. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Salah satu perbedaan menarik di Kandidat Wanita adalah adanya tambahan 30 detik per langkah sebelum langkah ke-40, sehingga seharusnya tekanan waktu tidak terlalu berat. Namun yang terjadi justru Vaishali menjadi pemain yang paling tertekan waktu sepanjang hari. Dalam posisi yang sangat rumit melawan Assaubayeva, waktunya sempat tinggal delapan detik sebelum ia menemukan langkah penting 28.Kc4!.

Assaubayeva, yang saat itu lebih berharap pada masalah waktu lawannya dibanding posisi yang memang “sangat sulit dinilai,” kemudian memilih membawa partai menarik tersebut menuju hasil remis.

Vaishali berhasil lolos dari posisi yang sangat rumit saat berada dalam tekanan waktu. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Satu partai remis lainnya memang tidak terlalu memanas, tetapi Anna Muzychuk, yang masuk sebagai pengganti GM Koneru Humpy, tetap merasa puas setelah dikejutkan oleh langkah 12.Gh3!? dari Divya dalam pembukaan Scotch. “Saya puas dengan hasil ini karena saya memang tidak punya peluang untuk mendapatkan lebih, dan hasilnya bahkan bisa saja lebih buruk,” ujar Muzychuk.

Anna Muzychuk dipaksa bekerja keras oleh Divya Deshmukh. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Hasil ini membuat kedelapan pemain sama-sama mengoleksi setengah poin menjelang babak kedua, yang akan menghadirkan duel sesama pemain India antara Divya vs. Vaishali.

Kandidat Wanita FIDE: Pairing Babak 2 

Siapa yang akan menjadi pemain pertama yang meraih kemenangan di turnamen ini?

Cara Menonton
Anda bisa menyaksikan Turnamen Kandidat FIDE 2026 di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Semua partainya juga bisa diikuti melalui Halaman Acara kami.

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Lutfi Ali.

Turnamen Kandidat FIDE adalah turnamen FIDE paling penting tahun ini. Di kategori Terbuka dan Wanita, delapan pemain saling berhadapan dua kali demi memperebutkan hak untuk menantang Juara Dunia FIDE, Gukesh Dommaraju dan Ju Wenjun dalam pertandingan perebutan gelar.


Liputan sebelumnya:

Avatar Colin_McGourty
Colin McGourty

Colin McGourty led news at Chess24 from its launch until it merged with Chess.com a decade later. An amateur player, he got into chess writing when he set up the website Chess in Translation after previously studying Slavic languages and literature in St. Andrews, Odesa, Oxford, and Krakow.

Selengkapnya dari Colin_McGourty
Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Vaishali Rebut Gelar Kandidat Wanita; Sindarov Pecahkan Rekor Bersejarah

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen

Sindarov di Ambang Juara setelah Giri Gagal Menang; Zhu Kalahkan Vaishali dan Samai Puncak Klasemen