Carlsen Pertahankan Gelar SCC Kelima, Lazavik Kalahkan Nakamura

Carlsen Pertahankan Gelar SCC Kelima, Lazavik Kalahkan Nakamura

Avatar AnthonyLevin
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Magnus Carlsen sukses mempertahankan gelar kelimanya di Speed Chess Championship 2025 setelah mengalahkan GM Alireza Firouzja dengan skor 15-12 di babak Final. Ini menjadi gelar ketiganya secara beruntun, dan Carlsen membawa pulang hadiah sebesar $38,888.89 atas pencapaiannya, sementara Firouzja memperoleh $11,111.11 berdasarkan persentase kemenangan.

GM Denis Lazavik menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan GM Hikaru Nakamura 13.5-12.5 dalam perebutan tempat ketiga. Ia berhak atas hadiah $11,394.23, sedangkan Nakamura mendapatkan $3,605.77 sesuai persentase kemenangan. Tiga pemain teratas—Carlsen, Firouzja, dan Lazavik—berhak lolos ke Esports World Cup 2026 yang akan digelar musim panas ini.

Carlsen memegang Daniel Naroditsky Cup serta trofi SCC 2025 miliknya. Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

Carlsen 15-12 Firouzja: Carlsen Pertahankan Gelar Kelima

Chess.com sempat memprediksi Carlsen sebagai favorit dengan peluang menang 72%, namun pertandingan ini jauh lebih ketat dibanding final tahun lalu antara kedua pemain yang sama. Saat itu di Paris, Carlsen menang telak 23.5-7.5 atas Firouzja

Sejak 2016, hanya dua nama yang berhasil menjuarai SCC—Carlsen dan Nakamura. Firouzja pun harus bersabar hingga tahun depan untuk mencoba mematahkan dominasi tersebut. Siaran yang menampilkan dua pertandingan ini berlangsung hampir 10 jam.


5+1: Carlsen 5.5-3.5 Firouzja

Carlsen menyoroti bahwa, seperti tahun lalu, Firouzja sempat unggul satu poin di awal pertandingan—namun tidak bertahan lama. Begitu Carlsen berbalik memimpin dua poin, ia tak pernah melepaskan keunggulan itu.

Paul Forman, atau Nico dari Emily in Paris, melakukan langkah seremonial pertama. Foto: Nigarhan Gurpinar/Chess.com.

Kedua pemain saling membalas kemenangan di dua game awal, dengan Carlsen membuka poin lebih dulu. Firouzja sebenarnya memainkan endgame Catalan dengan sangat rapi selama 43 langkah, tetapi satu kesalahan di langkah ke-44 langsung mengubah hasil pertandingan.

Pada game selanjutnya, GM asal Prancis itu meraih kemenangan lewat waktu—meski ia sudah unggul satu pion dan berada di posisi menang. Setelah satu hasil remis, pola yang sama kembali terulang: Carlsen menang lebih dulu, lalu Firouzja segera membalas. Kali ini, pecatur nomor satu Prancis tersebut bermain sangat rapi dan efektif saat mengonversi keunggulannya menjadi kemenangan.

Firouzja kemudian merebut satu kemenangan lagi untuk memimpin—satu-satunya keunggulan yang ia miliki sepanjang pertandingan. Namun, pecatur nomor satu dunia itu segera bangkit dengan tiga kemenangan beruntun dan mengambil jarak dua poin. Salah satu game diwarnai krisis waktu yang kacau, di mana Firouzja menemukan peluang dinamis luar biasa dari posisi yang buruk. Bahkan Carlsen tampak tak percaya ketika lawannya akhirnya kalah waktu.

Grandmaster Norwegia itu menambah dua kemenangan lagi, dengan game terakhir berjalan sangat sepihak. Kesalahan 20...Ke4? menjadi titik balik yang memungkinkan Carlsen menguasai pusat papan dan memberikan tekanan di lajur-c.

Saat jeda, Carlsen mengatakan kepada John Sargent, “Sangat sulit mengendalikan pertandingan melawannya, karena dia selalu meningkatkan kompleksitas permainan. Sejujurnya, saya sangat menikmati pertandingan ini—sejauh ini luar biasa.”

Para penonton terpukau sepanjang babak Final berlangsung. Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

3+1: Carlsen 4.5-4.5 Firouzja

Menariknya, dalam semua final SCC sebelumnya, pemain yang memenangkan segmen 5+1 selalu keluar sebagai juara—dan tradisi itu kembali terulang tahun ini. Meski Firouzja mampu menyamai skor Carlsen di segmen 3+1, ia tetap tertinggal dua poin secara keseluruhan.

Setelah dua game awal berakhir remis, Firouzja menjadi pemain pertama yang mencuri kemenangan di segmen ini. IM Levy Rozman menyoroti keunikan game tersebut, yang menampilkan tiga pengorbanan kualitas: dua dari Carlsen saat berada di bawah tekanan, dan satu dari Firouzja untuk mengonversi keunggulan.

Carlsen tak hanya piawai dalam mengonversi posisi unggul, tetapi juga beberapa kali lolos dari posisi sulit. Salah satu contohnya terlihat di game selanjutnya, ketika sang juara berhasil menahan posisi meski kalah satu gajah.

Ia lalu membalas dengan kemenangan posisional yang brilian—awalnya mendominasi permainan di sayap raja sebelum memindahkan tekanannya ke sayap lainnya. GM David Howell bahkan memuji partai itu dengan mengatakan bahwa permainan tersebut “layak masuk ke dalam My System karya Nimzovich.”

Permainan itu seolah diambil langsung dari My System karya Nimzovich.

—David Howell

Setelah itu, dua hasil remis kembali terjadi, termasuk satu game di mana Carlsen lagi-lagi lolos dari posisi kalah. Situasi makin sulit bagi Firouzja ketika Carlsen justru memenangkan game berikutnya setelah menyederhanakan permainan ke endgame raja dan pion yang tampak seimbang.

Partai tersebut terpilih sebagai Game of the Day kami, sekaligus mengingatkan pada kemenangan Carlsen atas GM Nodirbek Abdusattorov di Final FIDE World Blitz Chess Championship 2025, ketika ia juga berhasil menang dari endgame kuda yang sebenarnya imbang. Seperti pada Desember lalu, Carlsen juga sempat “menghibur” penonton—ketika yakin akan menang, ia memberi isyarat kepada publik dan membongkar pertahanan hitam seagresif ia mengunyah permen karetnya.

GM Rafael Leitao telah membahas partai ini secara lengkap.


Namun, segmen ditutup dengan kesalahan langka dari Carlsen. Ia blunder dan kehilangan pion, membuatnya kalah di game terakhir—sesuatu yang ia sebut sebagai “hadiah besar” bagi lawannya. “Mengatakan bahwa saya sepenuhnya mengendalikan pertandingan jelas berlebihan, tapi rasanya saya memang memberi dia beberapa kemenangan gratis,” ujarnya kemudian. Meski begitu, Carlsen tetap membawa keunggulan dua poin menuju segmen penentuan.

1+1: Carlsen 5-4 Firouzja

Firouzja tak mampu mengulang keajaiban seperti saat ia menghadapi Nakamura di pertandingan sebelumnya. Segmen ini langsung diawali dengan apa yang disebut Rozman sebagai “game pembuka yang menjadi bencana” bagi Firouzja. Setelah satu hasil remis, hampir semua game tersisa justru dimenangkan oleh Hitam.

Sempat muncul secercah harapan ketika Carlsen melakukan blunder besar di game berikutnya. Endgame yang terjadi adalah benteng dan dua pion melawan benteng dan satu pion—dan Carlsen justru berada di sisi yang memiliki pion ekstra.

Di game selanjutnya, Firouzja berhasil membuat posisi menjadi rumit meski sebelumnya kurang menguntungkan. Andaikan ia menang, selisih poin akan tinggal satu dengan sekitar 16 menit tersisa di jam pertandingan. Namun, tepat saat peluang itu terlihat nyata, ia malah memberikan gajahnya dan sejak itu hasil pertandingan tak diragukan lagi.

Setelah momen tersebut, Carlsen memenangkan dua dari empat game berikutnya, kalah sekali, dan menutup dengan remis untuk memastikan keunggulan tiga poin. Sepanjang fase akhir, posisinya nyaris tak pernah benar-benar terancam.

Firouzja mengungkapkan bahwa target utamanya hanyalah lolos ke Esports World Cup, sehingga apa pun hasil Final dianggap sebagai bonus. Ia juga mengakui bahwa duel maraton melawan Nakamura sebelumnya menguras tenaganya. “Saya masih bisa memberikan perlawanan, tetapi setelah segmen 5+1 energi saya benar-benar habis,” ujarnya.

Meski gagal meraih gelar, Firouzja tetap memberi kesan positif tentang turnamen ini: “Pengalaman bermain di sini bersama para penggemar sangat luar biasa.”

Firouzja belum berhasil mencapai tujuan utamanya, namun masih banyak kesempatan terbuka di tahun-tahun mendatang. Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

Carlsen sendiri menyebut pertandingan ini sebagai “pertandingan Speed Chess Championship paling menyenangkan yang pernah saya jalani,” komentar yang berulang kali ia sampaikan dalam berbagai wawancara saat jeda. Ia bahkan sempat berpikir di tengah pertandingan bahwa duel ini begitu seru hingga ia bisa menerimanya bahkan jika harus kalah.

... pertandingan Speed Chess Championship paling menyenangkan yang pernah saya jalani.

—Magnus Carlsen

Mengenai jalannya pertandingan, Carlsen merasa ia pada akhirnya hanya mampu bertahan lebih lama. Menurutnya, Firouzja tidak selalu berada dalam kondisi terbaik di beberapa momen krusial—sesuatu yang menutup peluang-peluang yang sempat ia berikan kepada lawannya.

Sehari sebelumnya, Carlsen juga sempat merasa dukungan penonton lebih banyak mengarah ke lawannya, lalu ia pun membagikan sebuah saran.

Tahun ini, Speed Chess Championship memperkenalkan Daniel Naroditsky Cup. Naroditsky dikenal sangat mencintai ajang ini, dan namanya kini akan terus hidup di setiap edisi mendatang. Nama semua juara, baik sebelumnya maupun di masa depan, akan diukir pada trofi tersebut.

Dengan kemenangan ini, Carlsen tak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga memastikan namanya terukir di Daniel Naroditsky Cup: Luc Bouchon/Chess.com.

Nakamura 12.5-13.5 Lazavik: Kejutan dari Pemain 19 Tahun

Chess.com memprediksi Nakamura sebagai favorit kuat dengan peluang menang 81% dan perkiraan skor 14-10. Namun pertandingan berlangsung jauh lebih sengit dari dugaan, dengan Lazavik akhirnya menang tipis satu poin. Hasil ini juga menandai baru kedua kalinya dalam sejarah SCC sang juara enam kali gagal menembus dua besar.

5+1: Nakamura 4.5-3.5 Lazavik

Dari delapan game yang dimainkan di segmen ini, hanya satu yang berakhir remis, sementara Nakamura sempat mengakhiri fase tersebut dengan keunggulan satu poin.

Semua game di paruh pertama berakhir dengan kemenangan: Nakamura menang tiga kali dan kalah sekali. Secara teknis, game pertama menjadi yang paling berkualitas di segmen awal. Dari posisi empat pion melawan empat pion di sisi papan yang sama, Nakamura menunjukkan teknik konversi yang impresif untuk meraih kemenangan.

Lazavik langsung membalas di game kedua dengan skakmat di papan. Namun, Nakamura kembali memimpin di game ketiga lewat kombinasi skakmat yang diawali langkah 50.Bg8+!. GM Aman Hambleton sampai berkomentar, “Itu seperti taktik Puzzle Rush, sederhana dan sudah jadi makanan sehari-hari bagi Hikaru!”

Itu seperti taktik Puzzle Rush, sederhana dan sudah jadi makanan sehari-hari bagi Hikaru!

—Aman Hambleton

Nakamura kemudian mengungguli lawannya dalam krisis waktu di game keempat, membuatnya memasuki jeda dengan keunggulan dua poin.

Saat itu, Lazavik sempat berkata kepada Sargent, “Saya akan mencoba memperbaiki sesuatu. Saya belum tahu apa yang harus diperbaiki, tapi saya akan mencoba!” Upayanya terlihat di paruh kedua segmen, ketika pecatur Belarus tersebut bangkit dan mengalahkan Nakamura dengan buah Hitam dalam pembukaan Italia.

Saya akan mencoba memperbaiki sesuatu. Saya belum tahu apa yang harus diperbaiki, tapi saya akan mencoba!

—Denis Lazavik

Lazavik menandatangani untuk para penggemar. Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

Dalam posisi kalah pion dan waktu tersisa sekitar empat detik, Nakamura sempat kalah waktu dan mengklaim ada masalah teknis saat hendak melangkah. Setelah investigasi panjang—yang menurutnya sama seperti kendala malam sebelumnya—pertandingan dilanjutkan dari posisi yang sama, dan Lazavik tetap keluar sebagai pemenang meski posisinya sebenarnya cukup seimbang.

Pada game berikutnya, Lazavik melakukan pengorbanan pion yang tepat, tetapi kurang agresif dalam melanjutkannya, sehingga Nakamura berhasil memanfaatkan ekstra pionnya. Meski begitu, Lazavik menutup segmen dengan lebih kuat: ia menahan remis krusial di game kedua terakhir sebelum memenangkan game penutup, memperkecil jarak menjadi hanya satu poin.

Para penggemar datang dengan persiapan lengkap! Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

3+1: Nakamura 3-6 Lazavik

Lazavik pada dasarnya mengamankan kemenangan match di segmen ini. Ia mengakui bahwa sempat kesal ketika tertinggal di awal, tetapi kemenangan yang diraihnya langsung mengangkat kepercayaan diri. “Setelah menang, mood saya meningkat dan merasa permainan saya semakin baik, bahkan sangat baik, jadi apa pun bisa terjadi,” ujarnya.

Setelah menang, mood saya meningkat dan merasa permainan saya semakin baik, bahkan sangat baik, jadi apa pun bisa terjadi.

—Denis Lazavik

Lazavik mengejutkan semua orang, mungkin termasuk dirinya sendiri. Foto: Luc Bouchon/Chess.com.

Ia memenangkan dua game pertama dan memimpin untuk pertama kalinya. Keduanya diraih lewat teknik yang solid—yang pertama melalui endgame menteri dan kuda, sementara yang kedua terjadi di endgame dengan perwira berat. Game kedua berjalan mulus dan cenderung sepihak, sekaligus menunjukkan ambisi berlebih dari Nakamura; langkah 20...Ba6? justru menyerahkan kendali penuh lajur-b kepada Lazavik, yang kemudian menuntaskan keunggulannya dengan mudah.

Setelah tiga kekalahan beruntun, Nakamura akhirnya memperkecil ketertinggalan berkat blunder sederhana lawannya. Para komentator bahkan menyebut taktik dua langkah yang muncul setelahnya sebagai “hadiah terbesar” sejauh turnamen berlangsung.

Usai satu hasil remis, Lazavik kembali unggul lewat pengorbanan kualitas yang sebenarnya hanya mengarah ke posisi seimbang, tetapi cukup untuk membuat Nakamura kalah waktu.

Tiga hasil remis sengit kemudian terjadi sebelum Lazavik menutup segmen dengan kemenangan lain menggunakan buah Hitam—sebuah partai yang menampilkan serangan terbaiknya sepanjang pertandingan.

Dengan hasil tersebut, Lazavik membawa keunggulan dua poin menuju segmen terakhir, yang dikenal sebagai segmen terkuat bagi Nakamura.

1+1: Nakamura 5-4 Lazavik

Nakamura berhasil memenangkan segmen ini, tetapi ia kekurangan satu poin untuk menyamakan skor sebelum waktu habis. Dari sembilan game yang dimainkan, hanya tiga yang menghasilkan pemenang.

Justru Lazavik yang lebih dulu mencuri poin di game ketiga, memperlebar jarak menjadi tiga poin.

Namun dalam lima game berikutnya, Nakamura berhasil merangkai dua kemenangan dan memangkas selisih menjadi hanya satu poin. Salah satunya menampilkan “pengorbanan” gajah yang indah—meski jika perwira itu diambil, putih langsung merebut kembali materi di petak e6.

Nakamura hampir saja menyamakan kedudukan dan bahkan berada di posisi menang pada game terakhir, di mana ia harus menang. Namun di saat-saat krusial, ia membiarkan skak abadi, yang sekaligus memastikan kemenangan Lazavik.

Dalam wawancara usai pertandingan, Lazavik mengaku hasil ini di luar ekspektasinya. Ia sempat merasa laga ini mungkin akan sedikit lebih mudah dibanding saat menghadapi Magnus, tetapi tetap mengakui kekuatan lawannya. Karena itu, ia sangat gembira bisa keluar sebagai pemenang.

Setelah pertandingan, Lazavik bergabung dengan Danny Rensch dan Anna Rudolf untuk sesi wawancara. Foto: Nigarhan Gurpinar/Chess.com.

Demikian rangkaian liputan Speed Chess Championship 2025. Selamat kepada para pemain, serta terima kasih kepada tim penyelenggara dan para penggemar yang telah menyukseskan turnamen ini!

Cara Menonton SCC
Anda bisa menyaksikan Speed Chess Championship di Chess.com/id/TV. Anda juga bisa menikmati siaran langsungnya di channel Twitch dan YouTube Chess.com Indonesia. Semua pertandingan dari turnamen ini juga dapat dilihat melalui halaman acara kami.

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

Speed Chess Championship, yang dimulai pada 12 Oktober dan akan berakhir dengan Final Langsung pada 8 Februari 2026 di London, merupakan turnamen catur cepat paling bergengsi di Chess.com. Ajang ini menghadirkan para nama besar dunia catur yang bersaing untuk menentukan siapa pemain catur cepat terbaik di dunia. Pertandingan dimainkan dengan kontrol waktu 5+1, 3+1, dan 1+1. Total hadiah yang diperebutkan mencapai $250.000.


Liputan Sebelumnya:

Selengkapnya dari NM AnthonyLevin
Sindarov Juara Kandidat dengan Satu Babak Tersisa; Persaingan di Kandidat Wanita Masih Terbuka

Sindarov Juara Kandidat dengan Satu Babak Tersisa; Persaingan di Kandidat Wanita Masih Terbuka

Sindarov Tahan Imbang Caruana, Vaishali Perlebar Keunggulan di Kandidat Wanita

Sindarov Tahan Imbang Caruana, Vaishali Perlebar Keunggulan di Kandidat Wanita