Divya Cetak Sejarah: Juara Piala Dunia Wanita Termuda & Raih Gelar Grandmaster Sekaligus!
GM Divya Deshmukh mengalahkan GM Koneru Humpy dengan skor 1.5-0.5 di babak tiebreak untuk memenangkan Piala Dunia Wanita FIDE 2025. Selain meraih hadiah utama senilai $50.000—sementara Humpy yang finish di posisi kedua membawa pulang $35.000—Divya juga resmi menyandang gelar grandmaster. Di usianya yang baru 19 tahun, ia menjadi wanita ke-44 sekaligus pecatur India ke-88 yang meraih gelar tertinggi dalam catur.
Hasil Final Piala Dunia Wanita
Tiga pemain teratas lolos ke Turnamen Kandidat Wanita FIDE 2026, yang akan menentukan penantang berikutnya untuk gelar juara dunia catur wanita. Ketiga pemain tersebut adalah Divya, Humpy, dan GM Tan Zhongyi.


Divya 1.5-0.5 Humpy
Setelah dua hasil imbang di partai klasik, pertandingan perebutan gelar dilanjutkan ke tiebreak rapid (dua game 15+10). Laga berakhir di game kedua, saat Divya meraih kemenangan dengan buah Hitam.
Game pertama berakhir imbang meski dimulai dari pertahanan Petroff yang solid. Setelah deretan langkah teori yang panjang, Divya memiliki pion isolasi namun posisinya aktif. Ia mengorbankan pion tersebut dengan 20.d5!, dan meskipun komputer menemukan beberapa cara bagi Hitam untuk tetap unggul satu pion, hal itu tidak mudah dilakukan dalam format rapid.
Masih kalah satu pion, Divya justru berhasil menangkap menteri lawan dengan 34.Bd1, meski posisi setelahnya hanya imbang. Tidak jelas siapa yang bermain untuk menang dari titik itu, namun akhirnya kedua pemain sepakat remis setelah hampir 50 langkah.
Di game selanjutnya, giliran Humpy yang mengorbankan pion saat memegang buah Putih dalam pembukaan Catalan. Putih sebenarnya memiliki kompensasi yang cukup untuk mempertahankan permainan dengan manuver ringan, seperti yang mereka lakukan selama beberapa langkah, namun Humpy secara keliru mencoba sebuah dobrakan. Langkah 40.e4? diikuti 41.d5? yang tak perlu, membuat Putih masuk ke endgame yang kalah.

Seperti yang dirangkum oleh GM Viswanathan Anand dalam siaran langsung, “Posisi Humpy benar-benar runtuh, dan itu murni kesalahannya sendiri. Tidak perlu ada langkah e4 dan d5. Ini salah satu momen ketika rasa gugup mengambil alih."
Ini salah satu momen ketika rasa gugup mengambil alih.
—Viswanathan Anand
Namun, cerita belum berakhir sampai di situ. Dalam endgame benteng, evaluasi posisi terus berubah dari remis menjadi menang beberapa kali, dan bahkan hingga langkah ke-69, Putih masih memiliki peluang untuk menyelamatkan permainan. Tapi Divya akhirnya menang dalam pertarungan mental, dan GM Rafael Leitao menganalisis Game of the Day di bawah ini.
Momen-momen terakhir permainan terekam jelas, ketika Divya terlihat tak kuasa menahan tangis haru setelah berjabat tangan.
Setelah pertandingan berakhir, Divya langsung berlari memeluk ibunya sebelum mengikuti sesi wawancara.
Dunia catur—dan bahkan masyarakat luas—turut memperhatikan pencapaian bersejarah ini. Perdana Menteri India, Narendra Modi pun menyampaikan ucapan selamat melalui Twitter:
A historic final featuring two outstanding Indian chess players!
— Narendra Modi (@narendramodi) July 28, 2025
Proud of the young Divya Deshmukh on becoming FIDE Women's World Chess Champion 2025. Congratulations to her for this remarkable feat, which will inspire several youngsters.
Koneru Humpy has also displayed… pic.twitter.com/l7fWeA3qLw
Seperti yang ditulis IM Rakesh Kulkarni dari Chess.com, generasi muda India sedang mendominasi dunia catur. GM Gukesh Dommaraju menjadi Juara Dunia di usia 18 tahun, dan Divya menjuarai Piala Dunia Catur Wanita sebelum usianya genap 20 tahun—keduanya adalah yang termuda dalam sejarah untuk meraih pencapaian tersebut.
Indian 🇮🇳 Teenagers are dominating the Chess World! ❤️
— Rakesh Kulkarni (@itherocky) July 28, 2025
18-year-old Gukesh wins the World Championship and 19-year-old Divya Deshmukh wins the World Cup! 🙌🏻 pic.twitter.com/vSJ2Gvnk7L
Divya menjadi wanita keempat asal India yang meraih gelar grandmaster. Ia menaklukkan empat GM dalam turnamen ini: GM Zhu Jiner, Harika Dronavalli, Tan, dan Humpy. Ia juga menjadi pemain India pertama yang menjuarai Piala Dunia Catur Wanita, bahkan yang pertama yang berhasil lolos ke Final.
Ia mengatakan, “Aku masih butuh waktu untuk mencerna semuanya. Rasanya seperti takdir, aku mendapat gelar grandmaster dengan cara ini—karena sebelumnya aku bahkan belum punya satu norm pun. Sebelum turnamen aku hanya berpikir bisa dapat satu norm, dan sekarang... aku langsung jadi grandmaster."
Rasanya seperti takdir, aku mendapat gelar grandmaster dengan cara ini.
—Divya Deshmukh
Mengenai pengembangan dirinya sebagai pemain, ia mengaku, “Aku masih harus banyak belajar soal endgame. Aku yakin di beberapa momen tadi aku sempat membuat kesalahan.” Ia juga menegaskan bahwa gelar grandmaster bukanlah titik akhir. “Masih banyak yang ingin aku capai. Semoga ini hanyalah permulaan."
Piala Dunia Wanita FIDE berlangsung di Grand Bellagio Hotel & Casino di Batumi, Georgia. Turnamen ini diikuti oleh 107 pemain dan menggunakan format knockout eliminasi-tunggal. Kontrol waktu yang digunakan adalah klasik 90 menit untuk 40 langkah pertama, ditambah 30 menit untuk sisa permainan, serta increment 30 detik per langkah mulai dari langkah pertama. Setiap babak terdiri dari dua game dengan kontrol waktu klasik, dan jika hasil imbang, pertandingan akan dilanjutkan ke babak tiebreak dengan kontrol waktu yang lebih cepat.
Liputan sebelumnya:
- Final Game 2: Tan Finishes 3rd With Black Win
- Final Game 1: Humpy Survives Vs. Divya, Lei Accepts Draw In Better Position
- Semifinal Tiebreaks: Humpy Wins On Demand, Advances To All-Indian Final
- Semifinal Game 2: Divya Eliminates 3rd Seed Tan, Lei Survives Vs. Humpy
- Semifinal Game 1: Divya, Humpy Hold Draws In Semifinals Game 1
- Perempat Final Tiebreak: Divya Beats Harika To Reach World Cup Final 4
- Perempat Final Game 2: Lei Wins Again To Reach World No. 2; Tan, Humpy Also Through
- Perempat Final Game 1: Dream Day For India As All 4 Players Clinch Quarterfinal Spots
- Babak 4 Game 2: Zhu Strikes Back As Lei, Tan, Song, Dzagnidze Reach Quarterfinals
- Babak 4 Game 1: Divya Stuns Zhu As Other Chinese Stars Win
- Babak 3 Tiebreak: 19-year-old Song Yuxin Knocks Out 5th Seed Anna Muzychuk
- Babak 3 Game 2: Gunina, Lagno Strike Back To Force Tiebreaks
- Babak 3 Game 1: Vantika Stuns Lagno As Women's World Cup Round 3 Begins
- Babak 2 Tiebreak: Kamalidenova Gives Defending Champion Goryachkina Early Exit
- Babak 2 Game 2: 14-Year-Old Kaliakhmet Eliminates GM Batsiashvili
- Babak 2 Game 1: Kazakh 19-Year-Old Kamalidenova Upsets Goryachkina, 2023 Winner
- Babak 1 Tiebreak: Dark Horse Priyanka Eliminates Hungary's No. 1
- Babak 1 Game 2: 11 Laga Lanjut ke Tiebreak, Langkah Evi dan Shafira Terhenti di Piala Dunia Wanita 2025
- Babak 1 Game 1: Awal yang Tidak Mudah Bagi Beberapa Unggulan di Piala Dunia Wanita FIDE 2025
