Dramatis! Gukesh Curi Kemenangan dari Carlsen di Ujung Posisi Kalah
Kekalahan yang menyakitkan bagi Carlsen. Foto: Maria Emelianova/Chess.com.

Dramatis! Gukesh Curi Kemenangan dari Carlsen di Ujung Posisi Kalah

Avatar AnthonyLevin
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Magnus Carlsen nyaris mengamankan tiga poin penuh di Norway Chess 2025 setelah unggul dalam duel keduanya melawan Juara Dunia Gukesh Dommaraju. Namun, di posisi yang sudah hampir memastikan kemenangan, Carlsen justru melakukan blunder krusial yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Gukesh. Pemain muda berusia 19 tahun itu pun membalikkan keadaan dan meraih kemenangan klasik pertamanya atas Carlsen.

Di pertandingan lain, GM Fabiano Caruana berhasil menaklukkan GM Hikaru Nakamura melalui hasil imbang dengan buah Hitam di armageddon, dan GM Arjun Erigaisi menghukum kesalahan pembukaan dari GM Wei Yi untuk menang dengan buah Putih dalam partai armageddon mereka.

GM Koneru Humpy membuat kesalahan fatal dengan kehilangan benteng dalam satu langkah saat melawan GM Vaishali Rameshbabu. Blunder ini membuka peluang bagi GM Anna Muzychuk untuk menyusul di puncak klasemen Norway Chess Women 2025 setelah meraih kemenangan di armageddon atas IM Sara Khadem. Di hari yang penuh dengan laga armageddon, GM Ju Wenjun mencetak kemenangan kelimanya secara beruntun dalam situasi krisis waktu melawan rekan senegaranya, GM Lei Tingjie. Dengan hasil ini, Ju kini hanya terpaut satu poin dari para pemimpin klasemen.

Babak ketujuh akan dimulai Senin, 2 Juni mulai pukul 22:00 WIB.


Hasil Norway Chess Babak 6

Gukesh memenangkan satu-satunya partai klasik di hari itu, sementara lima pertandingan lainnya berakhir di armageddon.


    Terbuka: Gukesh Kejutkan Carlsen

    Jika kemenangan Carlsen di babak pertama disebut sebagai kandidat “Partai Terbaik Tahun Ini” oleh komentator Howell, maka kemenangan Gukesh kali ini ia sebut sebagai “Comeback Terbaik Tahun Ini.” Hasil ini membuat Caruana kini berada di posisi teratas bersama Carlsen, dan Gukesh hanya terpaut satu poin.

    Klasemen Norway Chess Setelah Babak 6


    Carlsen yang sebelumnya tampak melaju tanpa hambatan, kini harus menghadapi persaingan yang kembali memanas.

    Perebutan gelar kembali terbuka lebar. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Gukesh 3-0 Carlsen

    Gukesh, yang mengaku masih gemetar setelah pertandingan, awalnya berkata, “Aku sendiri nggak tahu apa yang terjadi.” Carlsen, yang tampil nyaris sempurna sepanjang permainan tanpa satu pun kesalahan, akhirnya kehilangan kendali saat waktu mulai menipis.

    Awal dari petualangan yang tak terduga. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Sehari sebelumnya, Carlsen memainkan pembukaan yang ia sebut sebagai “Berlin Regret,” yaitu mencoba mengubah Ruy Lopez biasa menjadi variasi Berlin. Tapi saat melawan Gukesh, ia justru melakukan sebaliknya: memulai dengan Berlin lalu memainkan 7...a6. Di langkah ke-19, ia sudah merasa percaya diri, meski posisinya masih cukup seimbang.

    Carlsen terus menekan Gukesh dengan permainan yang nyaris sempurna.

    Namun, Gukesh bertahan dan terus menemukan langkah-langkah akurat untuk memperpanjang permainan. Ia mengatakan, “Tidak banyak yang bisa kulakukan, posisinya jelas kalah… untungnya Carlsen masuk ke dalam krisis waktu.” Langkah 44...f6?! dari Carlsen jadi titik balik—secara objektif, posisi unggul Hitam mulai goyah dari sini.


    Meski masih kalah, Gukesh tetap bisa menemukan satu-satunya langkah yang menyelamatkannya di setiap posisi. Ia bahkan bilang, “Dalam 99 dari 100 kali, aku pasti kalah,” tapi kali ini “aku lagi beruntung saja.” Saat posisi sudah tak lagi menang, Carlsen membuat blunder dengan memberikan kuda, dan Gukesh—dengan permainan yang tetap presisi—berhasil membalikkan keadaan dan merebut kemenangan. Momen blunder itu terasa sangat dramatis:

    Gukesh tentu senang dengan kemenangan ini. Ia mengatakan, “Ya, memang bukan cara yang aku harapkan, tapi nggak masalah, tetap aku terima.” Inilah Game of the Day kami, yang telah dibahas oleh GM Rafael Leitao di bawah ini. 

    Pemain nomor satu dunia, dalam cuplikan emosional setelah pertandingan, terlihat menggebrak meja sebelum menyerah. Saat ditanya soal reaksi itu, Gukesh bilang itu hal yang wajar dalam konteks pertandingan, bahkan menambahkan, “Aku juga sering menggebrak meja sepanjang karierku!"

    Nakamura 1-1.5 Caruana

    Sebelum pertandingan klasik dimulai, Caruana mengatakan bahwa ia ingin mencari “sedikit balas dendam” atas Nakamura, “atau setidaknya tidak mengulang hasil babak pertama.” Ia pun menyiapkan kejutan lebih awal, yaitu dengan mengganti langkah ketiganya dari 3...e6 (yang ia mainkan melawan Wei Yi di babak kedua) menjadi 3...d6.

    Caruana memainkan kejutan pertama dalam duel kedua antar pemain Amerika ini. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Namun, Nakamura tidak terlalu antusias menghadapi persiapan pembukaan Caruana. Di ruang pengakuan (confessional booth), ia mengakui bahwa langkah utama Putih di posisi tersebut adalah 10.d5, tetapi ia memilih memainkan 10.dxe5 demi permainan yang menurutnya “lebih membosankan.”

    Ia menjelaskan, “Pertanyaannya apakah Fabiano ingin bermain kreatif dan menciptakan permainan, atau justru akan berakhir remis membosankan.” Yang terjadi adalah opsi kedua: remis tanpa banyak kejutan.

    Di armageddon, Nakamura yang memegang buah Putih wajib menang. Meski sempat punya peluang, situasinya sulit karena hanya mendapat increment satu detik per langkah. Kesalahan terakhirnya datang pada langkah 50.Bc6?, padahal satu-satunya cara menang adalah dengan mengaktifkan rajanya sebagai penyerang. Caruana berhasil menahan remis dalam endgame meski kalah satu pion, dengan memahami bahwa pion-a milik Nakamura akan berakhir di petak dengan warna yang salah.

    "Sebenarnya aku mungkin kalah,” ujar Caruana setelah pertandingan, “tapi entah bagaimana aku lolos, dan rasanya cukup menyenangkan.” Ini adalah kemenangan armageddon pertamanya di Norway Chess tahun ini. Ia juga mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya ia bekerja sama dengan GM Aryan Tari, yang membantunya bereksperimen di pembukaan dan menciptakan posisi-posisi unik dan menarik. Bahkan Carlsen menyebut kerja sama mereka dalam salah satu komentarnya di ruang pengakuan:

    Video rekap dari Nakamura bisa Anda tonton di bawah ini:

    Arjun 1.5-1 Wei

    Arjun mencatat kemenangan paling meyakinkan dalam mini-match di kategori terbuka turnamen ini. Setelah hasil remis solid di game pertama, ia langsung memanfaatkan blunder pembukaan lawannya dan menang dengan mudah di armageddon.

    Duel Arjun vs. Wei Yi. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Game pertama berakhir remis dalam posisi yang sangat solid pada varian Semi-Tarrasch dari pembukaan Gambit Menteri Ditolak. Posisi simetris membuat keduanya saling menukar buah dan tak banyak yang terjadi. Arjun berkata, “Aku berpikir sempat punya sedikit keunggulan, tapi ternyata nggak ada apa-apa."

    Masih dengan Semi-Tarrasch di armageddon, Arjun memilih langkah berbeda dengan 6.Ma4+. Mereka mengikuti jalur yang sama dengan partai antara GM Praggnanandhaa Rameshbabu vs. Wesley So di Wijk aan Zee dua tahun lalu hingga langkah ke-17. Tapi Wei tampaknya salah mengingat, karena langkah barunya 17...Re7?? justru jadi blunder fatal—ia langsung kehilangan kuda.

    Komentator Howell menyimpulkan: “Pelajaran dari partai ini: kamu nggak bisa melawan Arjun Erigaisi dalam adu teori pembukaan."


    Wanita: Muzychuk Susul Humpy, Ju Menang Armageddon Kelima Secara Beruntun  

    Muzychuk kembali menyamai poin Humpy setelah drama armageddon hari ini, tapi Ju dan Vaishali masih sangat berpeluang mengejar dengan empat babak tersisa.

    Klasemen Norway Chess Women Setelah Babak 6

    Ju 1.5-1 Lei

    Ju Wenjun membalas kekalahan satu-satunya di armageddon turnamen ini. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Sang Juara Dunia Wanita sekaligus juara bertahan Norway Chess Women tampaknya sangat nyaman bermain di armageddon — sejauh ini, keenam pertandingan yang ia mainkan selalu berakhir di armageddon. Satu-satunya kekalahan yang ia alami adalah di babak pertama melawan sesama pemain Tiongkok, Lei Tingjie. Tapi di rematch babak enam, Ju berhasil membalas dendam, setelah game klasik berakhir dalam remis 22 langkah lewat pengulangan langkah.

    Partai armageddon mereka berlangsung liar. Ju, yang memegang Putih dan harus menang, sempat membangun keunggulan besar dan tampak mengontrol jalannya permainan—hingga langkah 34.Kxd5? ternyata justru menyimpan blunder taktis besar.

    Setelah 34...exd5 35.Bxd8, Hitam tak perlu memakan kembali di d8, melainkan memainkan 35...Bxf3!, yang membalikkan keadaan. Setelah itu, duel berubah jadi adu cepat, dan Lei mulai mengejar waktu Ju di menit-menit terakhir, hingga akhirnya Ju hanya punya satu detik setiap kali melangkah.

    Ju memang unggul di posisi akhir, tapi kalau saja Lei tidak menyerah, belum tentu Ju bisa menyelesaikan permainan! Di langkah terakhir, Ju bahkan terlihat menekan jam dengan tangan kiri setelah melangkah dengan tangan kanan — sesuatu yang dikomentari oleh GM David Howell, meski itu bukanlah pelanggaran etika terbesar hari itu.

    Usai pertandingan, Ju mengatakan bahwa ia menargetkan setidaknya satu kemenangan di partai klasik dalam empat babak tersisa, meskipun harus mengambil risiko.

    Vaishali 1.5-1 Humpy

    Vaishali merebut benteng tepat saat pertandingan tampak akan dimenangkan oleh Humpy. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Akhir partai armageddon ini sangat menegangkan, tapi drama di pertandingan Vaishali-Humpy bahkan lebih mengejutkan. Humpy, yang bermain sebagai Hitam, unggul kualitas dan hanya perlu bermain hati-hati untuk mengamankan hasil remis—yang berarti kemenangan dalam armageddon. Namun, langkah 42...Bb1?? menjadi blunder fatal, ia kehilangan benteng hanya dalam satu langkah.

    Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Humpy, tapi mungkin hasilnya cukup adil jika melihat bahwa Vaishali justru lebih unggul di partai klasik. Sejak langkah ke-14, bahkan hingga posisi akhir, Vaishali memiliki banyak peluang dan posisi akhir pun bisa jadi merupakan fortress atau bahkan menang untuk Putih.

    Vaishali mendapat dukungan langsung dari sang ibu di Stavanger. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Khadem 1-1.5 Muzychuk

    Blunder Humpy membuka jalan bagi Muzychuk untuk menyamakan kedudukan di puncak klasemen, setelah meraih kemenangan meyakinkan dengan buah Hitam dalam armageddon melawan Khadem — yang menjadi duel paling tenang hari itu.

    Anna Muzychuk menang di armageddon dan berhasil menyusul pemimpin klasemen, sementara Sara Khadem juga cukup puas dengan penampilannya. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

    Meski kalah di armageddon, Khadem tetap merasa senang karena ia berhasil memberi tekanan di partai klasik dan merasa bermain jauh lebih baik dibanding saat meraih satu-satunya kemenangan sejauh ini:

    Beberapa hari sebelumnya permainanku jauh dari level biasanya, jadi aku cukup sedih dengan hasil-hasilku. Bahkan saat menang lawan Lei, permainanku tidak bagus. Tapi hari ini aku merasa lumayan!

    Dengan empat babak tersisa, persaingan di turnamen wanita sangat ketat. Humpy dan Muzychuk memimpin dengan selisih satu poin dari Ju dan 1,5 poin dari Vaishali. Kemungkinan besar, hasil akhir akan sangat ditentukan oleh siapa yang bisa menang di partai klasik. Muzychuk pun menyimpulkan saat ditanya soal pentingnya kemenangan armageddon: "Menang di armageddon memang penting, tapi tentu saja kemenangan di partai klasik jauh lebih berarti!"

    Colin McGourty berkontribusi pada berita ini.


    Pairing Babak 7

    Semua mata akan tertuju pada Carlsen di hari Senin saat ia menghadapi Nakamura. Akankah kita melihat “sang raja yang terluka” atau justru Carlsen yang bangkit dengan semangat baru? Sementara itu, Gukesh akan menghadapi Arjun—lawan yang punya rekor sempurna melawannya: enam kali menang dan belum pernah kalah. Caruana juga dijadwalkan melawan Wei Yi, pemain yang secara statistik cukup sering ia kalahkan.

    Di kategori wanita, laga besar juga menanti: dua pemuncak klasemen akan saling berhadapan, Humpy vs. Muzychuk.


      

    Cara Menonton
    Anda bisa menyaksikan Norway Chess 2025 secara langsung di saluran YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Pertandingan juga disiarkan di channel Kick milik Nakamura. Anda juga bisa mengikuti jalannya pertandingan melalui halaman acara kami: Terbuka | Wanita.

    Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Lutfi Ali.

    Norway Chess 2025 menampilkan turnamen Terbuka dan Wanita dengan masing-masing enam pemain, memperebutkan total hadiah yang setara sebesar 1.690.000 NOK (~$167.000). Turnamen ini berlangsung dari 26 Mei hingga 6 Juni di Stavanger, dengan format di mana setiap pemain saling berhadapan dua kali dalam catur klasik (120 menit untuk 40 langkah pertama, dengan increment 10 detik per langkah mulai dari langkah ke-41). Pemenang dalam permainan klasik mendapat tiga poin, sedangkan yang kalah mendapat nol. Jika hasilnya remis, kedua pemain mendapat satu poin dan bertarung lagi di armageddon untuk memperebutkan setengah poin tambahan (10 menit untuk Putih, 7 menit untuk Hitam, dengan Hitam menang jika hasilnya remis).


    Liputan sebelumnya:

    Selengkapnya dari NM AnthonyLevin
    Firouzja Menumbangkan Nepomniachtchi, Lolos ke Semifinal SCC Melawan Nakamura

    Firouzja Menumbangkan Nepomniachtchi, Lolos ke Semifinal SCC Melawan Nakamura

    Kejutan Besar di FIDE World Cup: Juara Dunia Gukesh Tersingkir Lebih Awal!

    Kejutan Besar di FIDE World Cup: Juara Dunia Gukesh Tersingkir Lebih Awal!