Abdusattorov Rebut Puncak Jelang Babak Final Tata Steel Masters
GM Nodirbek Abdusattorov memimpin setengah poin menjelang babak Final Tata Steel Chess Masters 2026 setelah mengalahkan GM Matthias Bluebaum, sementara GM Javokhir Sindarov bermain remis cepat melawan GM Praggnanandhaa Rameshbabu. Sindarov tetap menjadi pesaing terdekat Abdusattorov.
Namun, tiga pemain yang terpaut satu poin masih bisa memaksa terjadinya playoff jika sang pemimpin klasemen kalah. Mereka adalah GM Vincent Keymer yang mengalahkan GM Thai Dai Van Nguyen, GM Hans Niemann yang berhasil lolos dari posisi sulit saat menghadapi GM Gukesh Dommaraju, serta GM Jorden van Foreest yang bermain remis melawan GM Arjun Erigaisi. Sementara itu, GM Yagiz Kaan Erdogmus yang baru berusia 14 tahun bangkit setelah dua kekalahan dengan mengalahkan GM Vladimir Fedoseev.
GM Aydin Suleymanli bangkit dengan mengalahkan GM Marc'Andria Maurizzi dan kini menyamai GM Andy Woodward di puncak klasemen Tata Steel Chess Challengers 2026. Satu-satunya pemain lain yang masih berpeluang merebut gelar sekaligus tiket ke Masters 2027 adalah GM Vasyl Ivanchuk, yang tertinggal setengah poin setelah ditahan remis oleh IM Faustino Oro.
Babak ke-13 akan dimulai dua jam lebih awal pada Minggu, 1 Februari mulai pukul 18.00 WIB.
- Masters: Abdusattorov Pertegas Ambisi
- Challengers: Suleymanli, Woodward, dan Ivanchuk Berebut Tiket ke Masters
Masters: Abdusattorov Pertegas Ambisi
Ada tiga kemenangan di kategori Masters, meskipun sebenarnya bisa saja menjadi empat. Untuk hari kedua berturut-turut, Gukesh gagal memaksimalkan peluang dan membiarkan lawannya lolos dari tekanan—hasil yang tentu menguntungkan peluang Niemann di turnamen ini.
Tata Steel Masters: Hasil Babak 12

Abdusattorov membawa keunggulan setengah poin atas Sindarov menuju babak final. Ia bisa langsung mengunci gelar dengan kemenangan, atau setidaknya memastikan playoff jika bermain remis. Namun, jika ia kalah, maka Van Foreest, Niemann, dan Keymer juga berpeluang menyusul ke playoff.
Tata Steel Masters: Klasemen Setelah Babak 12

Sindarov sempat menyamai Abdusattorov di puncak klasemen setelah menang di babak 11. Tetapi di babak 12 ia dihadapkan pada pilihan sulit: mengambil remis cepat lewat pengulangan langkah melawan Praggnanandhaa, atau terus bermain dengan posisi yang sedikit lebih baik. Setelah berpikir selama 18 menit, ia akhirnya memilih remis dan mengalihkan fokus ke partai penentuan.
Keputusan itu bisa saja terlihat sangat tepat, tergantung hasil partai rivalnya. Namun pada akhirnya, Abdusattorov justru berhasil meraih kemenangan penting yang berpotensi menentukan perebutan gelar.
Abdusattorov 1-0 Bluebaum
Abdusattorov menjelaskan pendekatannya jelang babak ke-12:
Target saya hari ini adalah bertarung habis-habisan. Setelah tiga kali remis, saya cukup kecewa dengan partai kemarin yang terasa membosankan. Saya tidak mendapat cukup peluang, jadi kali ini saya benar-benar ingin mendapatkan posisi yang tajam.
Misinya pun tercapai. Ia mengejutkan Bluebaum di pembukaan dan langsung meraih keunggulan besar. Meski begitu, saat memasuki momen krusial, bintang Jerman itu sebenarnya sempat menyeimbangkan posisi. “Saya tidak bisa menilai posisinya dengan pasti, tapi secara taktik terlihat sangat berbahaya untuknya,” kata Abdusattorov. Dugaan itu terbukti ketika langkah 31...Mc7? menjadi kesalahan fatal yang tak bisa diselamatkan.
Kekalahan itu membuat Bluebaum tersingkir dari perebutan gelar dan kembali turun di bawah rating 2700. Sebaliknya, bagi Abdusattorov ini menjadi peluang untuk menghapus kenangan pahit. Pada 2023 ia juga memimpin Masters dengan keunggulan setengah poin menjelang babak final.

Namun saat itu ia kalah dari Van Foreest, sementara GM Anish Giri memastikan gelar setelah mengalahkan GM Richard Rapport. Tahun 2024 Abdusattorov finish di posisi pertama bersama, tetapi gagal di playoff. Lalu pada 2025, peluangnya kembali pupus setelah kalah dari Arjun di babak kedua terakhir.
Di babak final tahun ini, Arjun kembali menjadi lawannya. Abdusattorov pun berkata, “Sepertinya sudah jadi tradisi—setiap kali saya bertemu dia di turnamen apa pun, partainya selalu menang-kalah!” Soal persiapan, ia menambahkan bahwa pengalaman besar tidak akan berarti jika tidak belajar dari kesalahan.
Van Foreest hampir saja menyamai Sindarov di posisi kedua. Ia sempat unggul besar, meski posisinya cukup rumit untuk dikonversi menjadi kemenangan, dalam duel rokade berlawanan melawan Arjun. Namun, partai itu perlahan mereda dan berakhir remis.
Hasil tersebut membuat pecatur Belanda itu tetap tertinggal satu poin dari Abdusattorov, bersama dua pemain lain. Salah satunya adalah Keymer, yang bangkit setelah sempat kalah empat kali dengan meraih tiga kemenangan beruntun—sekaligus mencatat total enam kemenangan di turnamen ini.
Keymer 1-0 Van Nguyen
Van Nguyen sebenarnya tampil cukup baik di debut Masters dan kurang beruntung karena tidak mengumpulkan lebih banyak poin. Namun pada babak 12, ia benar-benar dikalahkan oleh Keymer, yang kini mulai menunjukkan performa sesuai reputasinya sebagai unggulan teratas dan pemain nomor empat dunia.
Dalam pembukaan Petroff, Keymer menukar menteri sejak langkah ke-10, lalu menemukan taktik tajam yang menghasilkan ketidakseimbangan materi. Keunggulan tersebut ia manfaatkan dengan rapi hingga berbuah kemenangan.
Satu pemain lain yang masih berpeluang finish di posisi pertama adalah Niemann. Ia sempat terlihat berada di ambang kekalahan setelah mengorbankan kuda melawan sang Juara Dunia demi kompensasi yang belum jelas.

Niemann mendapatkan dua pion dan beberapa kali hampir menyeimbangkan posisi, tetapi kemudian kehilangan satu pion dan masuk ke posisi kalah. Situasi berubah ketika giliran Gukesh yang mengorbankan kuda. Secara teori langkah itu seharusnya berakhir remis, dan memang itulah hasil akhirnya.
Partai yang tidak biasa, dan hasil remis terasa sebagai akhir yang pas setelah terjadi saling pengorbanan.
Meski tidak berdampak pada perebutan posisi pertama, sisa partai Masters tetap menarik untuk disaksikan. GM Aravindh Chithambaram dan GM Anish Giri sama-sama sempat memiliki peluang menang sebelum akhirnya bermain remis setelah 52 langkah. Di partai lainnya, remaja 14 tahun Erdogmus berhasil bangkit dari dua kekalahan dengan mencatat kemenangan yang impresif.
Erdogmus 1-0 Fedoseev
Erdogmus mengaku sangat kecewa setelah kalah beruntun dari Gukesh dan Giri. Ia tidak tahu mengapa melewatkan langkah gajah penting saat melawan Giri, dan juga merasa telah menyia-nyiakan “kemenangan yang sangat mudah” saat menghadapi sang Juara Dunia. Ketika WIM Fiona Steil-Antoni mengatakan bahwa langkah itu memang mudah terlewat, Erdogmus menjawab tegas, “Di level ini seharusnya itu mudah!”
Sempat turun ke skor 50 persen, Erdogmus justru menjadikannya sebagai motivasi. Ia menganggap dua babak tersisa seperti turnamen baru dan bertekad memberikan yang terbaik.
Tekad itu langsung membuahkan hasil. Fedoseev tak mampu menahan rangkaian taktik tajam yang dilancarkan Erdogmus hingga akhirnya kalah. Partai ini terpilih sebagai Game of the Day kami, dan telah dianalisis oleh GM Rafael Leitao di bawah ini.
Akhir partainya juga cukup unik. Fedoseev mengabaikan ancaman skakmat pion dan memainkan langkah 38...Mb1 skakmat—meski tentu saja, skakmat pertama sudah lebih dulu mengakhiri permainan!
After 2 losses, 14-year-old Erdogmus bounces back to beat Fedoseev, finishing with a pawn checkmate! https://t.co/X7kxOC6Akt pic.twitter.com/g58CEAlEod
— chess24 (@chess24com) January 31, 2026
Babak final kini semakin menegangkan karena lima pemain yang masih memburu gelar tidak saling berhadapan, sehingga banyak kemungkinan bisa terjadi. Sorotan utama tentu pada duel Arjun vs. Abdusattorov. Jika menang, Abdusattorov langsung menjadi juara Wijk aan Zee untuk pertama kalinya. Jika remis, hanya Sindarov yang bisa menyamainya dengan kemenangan atas Van Nguyen dan memaksa playoff.
Namun jika Abdusattorov kalah, Sindarov berpeluang langsung merebut gelar. Bahkan, playoff bisa saja diikuti hingga lima pemain. Van Foreest (vs. Praggnanandhaa), Keymer (vs. Gukesh), dan Niemann (vs. Giri) semuanya harus menang agar tetap punya peluang juara.
Tata Steel Masters: Pairing Babak 13

Challengers: Suleymanli, Woodward, dan Ivanchuk Berebut Tiket ke Masters
Empat kemenangan di Challengers menghadirkan berbagai cerita: kemenangan kedua yang melegakan bagi IM Eline Roebers, kegagalan IM Carissa Yip, meraih norma GM, serta kemenangan penting bagi Suleymanli.
Tata Steel Challengers: Hasil Babak 12

Kini Suleymanli kembali menyamai Woodward jelang babak final, sekaligus menutup peluang Maurizzi. Sementara itu, Ivanchuk masih menjaga harapan juara.
Tata Steel Challengers: Klasemen Setelah Babak 12

Sebagai pemimpin tunggal, Woodward membuat remis tanpa banyak kesulitan dengan buah hitam melawan GM Velimir Ivic. Namun, hasil itu membuka jalan bagi Suleymanli untuk kembali menyusul setelah ia melancarkan serangan kuat terhadap sesama kandidat juara, Maurizzi. Duel tersebut berlangsung liar dan menegangkan menjelang kontrol waktu.
Ivanchuk tetap menjadi pesaing lain dalam perebutan gelar. Ia kini terpaut setengah poin setelah mencatat remis keempatnya melawan Oro yang baru berusia 12 tahun.
Di partai lain, Roebers akhirnya meraih kemenangan keduanya setelah sebelumnya menelan 10 kekalahan. Ia bahkan secara mengejutkan berhasil membangun jaring skakmat dalam endgame benteng saat menghadapi IM Lu Miaoyi.
Yip sempat memiliki peluang menang yang menjanjikan melawan GM Daniil Yuffa, tetapi permainannya goyah seiring berjalannya partai hingga harapan meraih norma GM ketiga pun sirna. Meski begitu, ia tetap menambah 15,1 poin rating menjadi 2481,1—target rating 2500 dan norma terakhir tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.
Tata Steel Challengers: Pairing Babak 13

Seperti di Masters, pairing babak final Challengers juga tidak mempertemukan para pesaing gelar secara langsung. Woodward dan Suleymanli akan bermain dengan putih melawan GM Erwin l'Ami dan Ivic, sementara Ivanchuk memegang hitam melawan Yuffa. Besar kemungkinan ketiganya akan tampil habis-habisan, sehingga babak penentuan diprediksi berlangsung sangat menegangkan.
Edisi ke-88 Tata Steel Chess berlangsung dari 17 Januari hingga 1 Februari 2026 di Wijk aan Zee, Belanda. Baik kategori Masters maupun Challengers menggunakan sistem round-robin yang diikuti oleh 14 pemain. Kontrol waktu yang digunakan adalah 120 menit untuk 40 langkah pertama, diikuti dengan 30 menit hingga akhir permainan, dengan increment 30 detik dimulai dari langkah ke-41. Tawaran remis tidak diperbolehkan sebelum langkah ke-40.
Liputan sebelumnya:
- Babak 11: Sindarov Kejar Abdusattorov di Puncak Klasemen, Niemann Naik ke Posisi Kedua
- Babak 10: Bluebaum Tembus Rating 2700, Gukesh dan Keymer Bangkit dengan Kemenangan
- Babak 9: Erdogmus, Remaja 14 Tahun, Melejit ke Posisi Kedua Tata Steel Masters; Bluebaum Tekuk Gukesh
- Babak 8: Anish Giri Hentikan Laju Abdusattorov, Gukesh Bangkit di Wijk aan Zee
- Babak 7: Abdusattorov Perlebar Keunggulan di Puncak, Giri Kalahkan Juara Dunia Gukesh
- Babak 6: Blunder Fatal Juara Dunia Gukesh Antar Abdusattorov ke Puncak Klasemen Tata Steel Chess 2026!
- Babak 5: Juara Dunia Gukesh Raih Kemenangan Perdana pada Babak Kelima Tata Steel Chess 2026!
- Babak 4: Korbankan Menteri, Niemann Melaju ke Puncak Tata Steel Chess Bersama Abdusattorov!
- Babak 3: Van Foreest Menumbangkan Anish Giri, Bluebaum Singkirkan Keymer untuk Berbagi Puncak Klasemen
- Babak 2: Abdusattorov Tumbangkan Praggnanandhaa, Lu Miaoyi Pimpin Sendirian di Challengers
- Babak 1: Lolos dari Kekalahan di Babak Pertama, Sindarov Gagalkan Start Sempurna Juara Dunia Gukesh!
- Tata Steel Chess 2026: Seluruh Informasi
