Hari Penuh Remis: Vaishali dan Lagno Lolos dari Kekalahan Berkat Pengorbanan Dramatis
Seluruh delapan pertandingan berakhir remis pada babak kedua Turnamen Kandidat FIDE 2026 dan Turnamen Kandidat Wanita FIDE 2026. Di kategori Terbuka, klasemen tetap tidak berubah dengan GM Fabiano Caruana, Praggnanandhaa Rameshbabu, dan Javokhir Sindarov masih memimpin, diikuti oleh GM Wei Yi dan Matthias Bluebaum, lalu disusul tiga pemain yang kalah di babak pertama, yaitu GM Hikaru Nakamura, Anish Giri, dan Andrey Esipenko.
Di kategori Wanita, GM Zhu Jiner sempat unggul dua pion penuh melawan GM Kateryna Lagno, tetapi gagal melihat pengorbanan benteng penyelamat saat waktu menipis. Setelah itu, terjadi krisis waktu yang bahkan lebih dramatis ketika GM Vaishali Rameshbabu lolos dengan mengorbankan menteri demi satu pion pada langkah ke-40, setelah GM Divya Deshmukh melewatkan langkah kunci untuk menghukum blunder lawannya.
Babak ketiga akan digelar pada Selasa, 31 Maret mulai pukul 19.45 WIB.
- Kandidat FIDE: Babak Kedua yang Tenang Setelah Awal yang Brutal
- Kandidat Wanita FIDE: Pengorbanan Menteri dan Benteng Jadi Penyelamat
Kandidat FIDE: Babak Kedua yang Tenang Setelah Awal yang Brutal
Setelah sehari sebelumnya diwarnai banyak kemenangan, babak kedua berlangsung lebih tenang. Tidak ada duel yang berakhir menang-kalah, meski Praggnanandhaa, Sindarov, Giri, dan Esipenko sempat memperoleh sedikit keunggulan dalam permainan mereka.
Hasil Kandidat Babak 2

Klasemen pun tetap sama.
Klasemen Kandidat Setelah Babak 2

Esipenko ½-½ Nakamura
Partai antara dua pemain yang sama-sama kalah di babak pertama menjadi laga terakhir yang selesai. Dalam endgame benteng, Nakamura berhasil menahan remis meski tertinggal satu pion. Pecatur Amerika itu, yang memainkan partai terpanjang pada dua babak pertama, mengatakan kepada FM Mike Klein bahwa hasil tersebut “tentu saja bagus jika melihat jalannya pembukaan."
Partai ini juga dimulai paling lambat, dengan kedua pemain baru menyelesaikan tujuh langkah saat siaran sudah berjalan sekitar satu jam.

Esipenko sempat keluar dari pembukaan dengan posisi yang lebih menjanjikan setelah Nakamura memilih mengambil pion isolasi di c6. Namun, aktivitas buah-buahnya memberi kompensasi yang cukup. Meski begitu, Nakamura mengaku kepada Klein, “Saya merasa posisi saya jauh lebih buruk selama sekitar 30 langkah,” dan pada satu atau dua momen ia bahkan merasa sudah kalah—meski penilaian komputer berkata lain.
"Saya merasa Andrey mungkin mencoba bermain terlalu presisi, dia tidak benar-benar menekan untuk menyelesaikan pertandingan. Dia hanya terus melangkah, lalu kami berdua mulai kehabisan waktu,” ujar Nakamura. GM Rafael Leitao menganalisis Game of the Day di bawah ini.
Nakamura juga membahas sulitnya bermain dengan kontrol waktu seperti ini tanpa increment, dan mengatakan bahwa hal itu turut berpengaruh pada partai babak pertamanya melawan Caruana. Ia menjelaskan, “Saya pikir Fabi menyederhanakan posisi saat mungkin seharusnya tidak, karena dia merasakan tekanan waktu yang semakin dekat. Dan saya sendiri tidak memaksakan remis saat seharusnya bisa, karena waktunya juga sudah menipis.”
Seperti biasa, Nakamura juga mengulas partainya di channel pribadinya.
Wei ½-½ Praggnanandhaa
Bermain dengan buah hitam dalam Pertahanan Prancis, Praggnanandhaa sempat mendapatkan keunggulan dalam partai ini. Momen itu datang setelah Wei, yang tidak sanggup menahan tekanan pada pion d4 dan gagal menemukan solusi konkret seperti yang disarankan komputer, justru menukar perwira minor terbaiknya, yaitu kuda di e5.
Pada satu momen, Praggnanandhaa sebenarnya punya peluang jelas untuk unggul lewat 16...c4, dengan ide lanjutan yang juga cukup mudah dipahami: mendorong pion-b dan memperluas kendali di sayap menteri. Namun setelah kesempatan itu terlewat, Wei merespons dengan langkah akurat 18.f5! yang merusak pusat hitam, dan setelah itu partai pun mengarah ke penyederhanaan.
Sindarov ½-½ Bluebaum
Meski diawali dengan tenang lewat Pembukaan Petroff, putih tetap berhasil mendapatkan keunggulan—bahkan sempat memiliki peluang besar dalam satu langkah. Memang belum sampai menang, tetapi kesempatan terbaik Sindarov adalah pengorbanan pion 16.d5!, yang bisa mengacaukan koordinasi buah hitam, merusak struktur pion, dan kemungkinan besar segera merebut kembali pion tersebut.
Meski tidak menemukan ide tersebut, Sindarov tetap menekan dengan keunggulan kecil. Namun, tekanan tersebut tidak pernah berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar berbahaya. Bluebaum pun masih berada di jalur untuk mewujudkan “sapuan bersih 14x remis” yang sempat ia katakan (dengan bercanda) kepada Klein sehari sebelumnya.
Giri ½-½ Caruana
Ini adalah partai pertama yang selesai, dan mungkin hal paling menarik darinya adalah langkah awal Caruana, 3...Kd7. Giri tetap bermain dengan tempo cepat—bahkan pada satu titik lebih cepat dari Caruana—yang menunjukkan bahwa langkah itu kemungkinan bukan kejutan besar baginya. GM Vidit Gujrathi juga ikut berkomentar di X: "Saya pernah mencoba variasi langka 3...Kd7 di catalan pada 2024 untuk membawa permainan ke arah yang lebih fresh. Fabi tampaknya ingin bermain ambisius dengan buah Hitam!"
Fabi tampaknya ingin bermain ambisius dengan buah Hitam!
—Vidit Gujrathi
Caruana mengatakan kepada Klein bahwa saat ia memainkan 14...c5, ia sebenarnya sedang mencari jalan keluar. “Saya merasa posisi saya sedikit lebih buruk... c5 adalah upaya untuk menyederhanakan posisi... mencoba menukar semua buah dan mengarahkan partai menuju remis.” Putih sebenarnya punya peluang untuk mendapatkan keunggulan lewat 16.d5 atau 16.Kc2, tetapi partai justru cepat mereda setelah itu.
Klein juga sempat bertanya apakah Caruana menonton video ulasan Nakamura sehari sebelumnya setelah mengalahkannya. Caruana menjawab tidak, meski ia sempat mendapat "sedikit ringkasan” dari salah satu sekondannya. Ia hanya penasaran apakah Nakamura sempat melihat langkah penyelamat 80...Rc7 lalu memilih tidak memainkannya, atau memang tidak menyadarinya sama sekali. Ternyata, yang terjadi adalah yang kedua.
Ketika diberi tahu bahwa Nakamura menilai teknik endgame Caruana tidak terlalu bagus, Caruana menjawab santai, “Teknik dia juga tidak bagus!”
Mike: "[Nakamura] said your ending technique wasn't that great..."
— chess24 (@chess24com) March 30, 2026
Fabiano: "Neither was his!"#FIDECandidates pic.twitter.com/xR8xlCRzFc
Karena klasemen tetap tidak berubah, perhatian kini beralih ke babak ketiga. Laga yang paling dinanti adalah duel dua pemimpin klasemen, Praggnanandhaa melawan Sindarov, sementara Caruana, yang juga memimpin, akan kembali bermain dengan buah putih.
Pairing Turnamen Kandidat Babak 3

Kandidat Wanita FIDE: Pengorbanan Menteri dan Benteng Jadi Penyelamat
Untuk hari kedua berturut-turut, semua partai di Kandidat Wanita FIDE kembali berakhir remis. Meski begitu, hasil yang tampak tenang itu sekali lagi menyimpan banyak drama di atas papan.
Hasil Kandidat Wanita Babak 2

Sejauh ini, semua pemain masih benar-benar sejajar!
Klasemen Kandidat Wanita Setelah Babak 2

Hanya dua partai di kategori wanita yang berjalan relatif tenang pada babak kedua. GM Tan Zhongyi berhasil melewati tantangan bermain dengan buah hitam untuk kedua kalinya secara beruntun, dengan memainkan Pertahanan Petroff yang sangat solid untuk menahan imbang GM Anna Muzychuk.
GM Bibisara Assaubayeva dan Aleksandra Goryachkina juga mencatat remis yang solid, dengan Goryachkina memperbaiki varian yang sebelumnya membuat GM Shamsiddin Vokhidov kalah telak dari GM Arjun Erigaisi pada babak ketiga Piala Dunia FIDE 2025.
Dua partai lainnya jauh lebih dramatis.
Setelah gagal memaksimalkan keunggulan besar melawan Tan pada babak pertama, unggulan teratas Zhu kembali menyia-nyiakan posisi menang pada babak kedua melawan Lagno. Ia sempat unggul dua pion dan ia hanya perlu mengonsolidasikan posisi. Namun, saat waktunya tinggal tujuh detik, ia membuat blunder dengan 27...Bc8?. Kesalahan itu belum sempat dihukum, tetapi langkah 28...Mb4? yang dimainkan saat hanya tersisa tiga detik memberi Lagno kesempatan yang sama sekali lagi. Kali ini, Lagno tidak menyia-nyiakannya.
Itu menjadi peluang menang kedua yang lepas dari tangan Zhu, sekaligus penyelamatan dramatis kedua bagi Lagno dari posisi nyaris kalah dalam dua babak pertama.
Satu-satunya hal yang bisa sedikit menghibur Zhu adalah fakta bahwa belum ada satu pun kemenangan di kategori wanita. Namun, seperti yang dikatakan Divya, itu bukan hiburan yang berarti.
Does it console Divya that she's still tied for the lead despite missing a win today? "Well no, I would still like to win!"
— chess24 (@chess24com) March 30, 2026
She'd seen Vaishali's queen sac in advance, but says she simply missed the winning alternative 37.Qg4! #FIDECandidates pic.twitter.com/7UFB9iW12C
Divya sendiri memainkan manuver yang sangat unik dengan kudanya di b1, menggerakkannya sampai sembilan kali: menuju c5, lalu berputar sampai ke f4, sebelum kembali lagi ke c5. Jalannya memang tidak biasa, tetapi ide itu berhasil. Ia pun menggambarkan permainannya: "Saya merasa telah memainkan partai yang bagus dan saya juga berusaha memberi banyak tekanan kepadanya, dan pada satu titik saya cukup yakin itu berhasil."
Langkah 34...Ke4?, yang dimainkan Vaishali saat waktunya tinggal kurang dari satu menit, merupakan sebuah kesalahan.

Kuda itu sebelumnya menjaga pion b7, dan Divya dengan tepat memakan pion tersebut menggunakan bentengnya. Namun, Divya juga sedang berada dalam tekanan waktu, dan dalam kelanjutannya ia melewatkan langkah menteri yang sangat penting dan memberi Vaishali kesempatan menutup fase krisis waktu dengan cara yang indah.

Langkah 40...Mxh3!! menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman skakmat di h8, dan langkah itu berhasil sempurna. Divya terpaksa memakan menteri tersebut dengan pionnya, yang kemudian membuka jalan bagi garpu kuda di f3.
Menariknya, kedua pemain ternyata sama-sama sudah melihat ide pengorbanan menteri itu sebelumnya. Divya menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah menyadari kemungkinan itu sebelum 37...Kxc5 dimainkan. Namun, ia benar-benar melewatkan langkah kunci 37.Mg4!, yang menurutnya akan memberinya kemenangan dengan mudah. Itulah momen krusialnya.
Vaishali sendiri tampak terkejut sekaligus lega ketika langkah 37.Mg3? muncul di papan.
Divya Deshmukh overlooks an amazing queen sac and plays 37.Qg3? instead of 37.Qg4!, missing a chance to take the lead in the Women's #FIDECandidates! https://t.co/8Z0EokfeeY pic.twitter.com/xo5vXCi8pQ
— chess24 (@chess24com) March 30, 2026
“Semoga keberuntungan kembali berpihak kepada saya,” ujar Divya tentang hasil hari itu.
Semoga keberuntungan kembali berpihak kepada saya!
—Divya Deshmukh
Divya kini menghadapi tantangan berat dengan buah hitam melawan Goryachkina pada babak ketiga, sementara Vaishali akan berhadapan dengan Anna Muzychuk.
Pairing Kandidat Wanita Babak 3

Akankah kita melihat kemenangan pertama di Kandidat Wanita FIDE 2026?
Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.
Turnamen Kandidat FIDE adalah turnamen FIDE paling penting tahun ini. Di kategori Terbuka dan Wanita, delapan pemain saling berhadapan dua kali demi memperebutkan hak untuk menantang Juara Dunia FIDE, Gukesh Dommaraju dan Ju Wenjun dalam pertandingan perebutan gelar.
Liputan Sebelumnya:
- Babak 1: Caruana, Pragg, dan Sindarov Buka Turnamen Kandidat 2026 dengan Kemenangan Besar
- Nakamura Rejects ‘Completely Wrong’ 40% Odds; Caruana Calls Tier Lists ‘Global Obsession’
- One Story To Watch For Every FIDE Candidate
- Who Will Win The Candidates? 7 GMs Offer Their Take
- Sindarov On The Candidates: 'I Know It Will Be Very Hard To Win, But I Want To Try'
- Koneru Humpy Confirms Candidates Withdrawal, Anna Muzychuk Takes Spot
- Meet The 2026 Women's Candidates: Who Should You Root For?
- Meet The 2026 Candidates: Who Should You Root For?
- How To Watch And What You Need To Know About The 2026 FIDE Candidates Tournament
- Caruana-Nakamura In Round 1: FIDE Candidates Pairings Announced
