Caruana Melaju ke Final, Siap Tantang Carlsen untuk Gelar Dunia Catur Freestyle FIDE
GM Magnus Carlsen akan menghadapi rival besarnya, GM Fabiano Caruana, dalam pertandingan hari Minggu untuk memperebutkan gelar Juara Dunia Catur Freestyle FIDE 2026. Carlsen memenangkan dua game terakhir melawan GM Nodirbek Abdusattorov untuk memastikan kemenangan 3-1, sementara Caruana berhasil meredam upaya comeback GM Vincent Keymer dengan memenangkan game terakhir dan mengamankan kemenangan 2.5-1.5.
Di lower bracket, GM Hans Niemann akan menghadapi GM Arjun Erigaisi dalam perebutan peringkat kelima setelah Niemann mengalahkan GM Levon Aronian 2.5-1.5, sementara Arjun menundukkan GM Javokhir Sindarov 3-1. Sementara itu, laga ekshibisi Wanita masih imbang 1-1 setelah GM Bibisara Assaubayeva dan GM Alexandra Kosteniuk saling bertukar kemenangan.
Hari terakhir yang menampilkan babak Final akan berlangsung pada Minggu, 15 Februari mulai pukul 21.00 WIB.
Dua pertandingan Semifinal yang berlangsung sengit akhirnya memastikan para pemain generasi lebih senior merebut tempat di Final.
Upper Bracket

Abdusattorov dan Keymer akan saling berhadapan untuk memperebutkan peringkat ketiga, sementara pertandingan perebutan posisi kelima dan ketujuh juga turut meramaikan hari terakhir.
Lower Bracket

Carlsen 3-1 Abdusattorov
Carlsen memilih Abdusattorov sebagai lawan di Semifinal dan sudah menduga duel ini tidak akan mudah. Ia berkata, “Ini jelas pertandingan yang sangat berat melawan pemain yang terasa semakin kuat setiap kali saya menghadapinya.”
Ini jelas pertandingan yang sangat berat melawan pemain yang terasa semakin kuat setiap kali saya menghadapinya.
—Magnus Carlsen tentang Nodirbek Abdusattorov
Menurut Carlsen, dua game pertama berakhir remis dengan kualitas permainan yang tinggi. Namun, waktu di jamnya yang terus menipis sempat menjadi tanda bahaya—dan tekanan waktu kembali berperan besar di game ketiga yang krusial.
Pertandingan sebenarnya dimulai cukup tenang. Carlsen bahkan sempat masuk ke confessional booth untuk menceritakan varian menarik dari Aronian yang mendominasi analisis sebelum laga, tetapi ia memilih tidak memainkannya di papan.
"Aronian was complaining Fabi & I dominated discussion before the [last] game & we played g4, h4, which he thought was nonsense & lo & behold it was! Now he suggests 1.d4 e5 2.Qa5 which is interesting enough & we spent a lot of time analysing which was fun but not very useful!" pic.twitter.com/tWrQja6JSP
— chess24 (@chess24com) February 14, 2026
“Sepertinya ceritanya lebih menarik daripada gamenya, karena permainan mungkin akan cukup simetris,” ujar Carlsen. Meski begitu, duel tersebut perlahan memanas hingga berujung pada akhir yang sangat dramatis.
Carlsen merasa sempat memainkan game dengan sangat baik sebelum akhirnya kehilangan kendali. Ia juga memuji Abdusattorov sebagai pemain dengan kalkulasi tajam dan sangat tangguh.
Saat waktunya tinggal 30 detik, Carlsen mengaku hanya berusaha bertahan. Dalam posisi itu, belum jelas pion bebas siapa yang justru akan menjadi ancaman paling berbahaya.
Namun menurut Carlsen, ambisi lawannya untuk menang justru menjadi bumerang. Dalam posisi yang sebenarnya bisa berakhir remis lewat 33...Be1+, Abdusattorov justru memilih 33...Be2? untuk bermain lebih agresif—langkah yang ternyata menjadi kesalahan fatal. “Saya berhasil menenangkan diri, menghitung dengan baik, dan menemukan langkah kemenangan,” kata Carlsen.
Abdusattorov's winning try backfires and Carlsen wins a thriller to take a 1-point lead into the final game! #FreestyleChess pic.twitter.com/UmDIm1yUcf
— chess24 (@chess24com) February 14, 2026
Situasi itu membuat Abdusattorov harus menang di game terakhir. Ia mencoba menekan sejak middlegame, tetapi justru membuat posisinya terlihat terancam. Ketegangan sempat meningkat ketika Carlsen, yang berusaha memastikan kemenangan dengan rapi, tiba-tiba hanya memiliki 20 detik, sementara lawannya masih punya sembilan menit.
Saya benar-benar kesal karena setelah menghabiskan banyak waktu, saya baru menyadari bahwa posisinya sebenarnya cukup mudah. Tapi kalau sampai ada kejutan, apa yang bisa saya lakukan? Waktu saya mungkin cuma tersisa sekitar 15 detik! Untungnya tidak ada kejutan lagi, dan dia justru melakukan kesalahan di langkah berikutnya. Jadi saya merasa tetap mengontrol permainan, hanya saja kehabisan waktu sebanyak itu terasa agak konyol!
Hanya saja kehabisan waktu sebanyak itu terasa agak konyol!
—Magnus Carlsen
Sebaliknya, Abdusattorov terlalu fokus menekan waktu lawannya dan akhirnya harus kalah lewat penyelesaian yang indah.
“Sejujurnya, di luar manajemen waktu, rasanya saya bermain cukup baik hari ini,” ujar Carlsen, yang kini akan menghadapi salah satu rival terbesarnya di Final yang sangat dinantikan.
Caruana 2.5-1.5 Keymer
“Benar-benar seperti rollercoaster,” kata Caruana saat menggambarkan pertandingannya melawan Keymer. Game pertama tampak akan berakhir cepat setelah pecatur nomor satu AS itu memainkan 11...Ga4!.

Benteng putih tidak bisa bergerak tanpa meninggalkan petak d2, sementara 12.b3? akan dibalas 12...Gxc3!. Akibatnya, Keymer terpaksa mengorbankan kualitas. Selama sekitar 60 langkah berikutnya, perlawanannya terlihat sia-sia, meski sebenarnya ia sempat memiliki satu peluang singkat untuk memaksakan remis lewat skak abadi.
Caruana akhirnya mengamankan kemenangan, lalu nyaris lolos dari bahaya di game berikutnya ketika Keymer melewatkan peluang menang pada langkah ke-10.
Caruana seems to show relief after Keymer misses 10...d5! Howell: "He dodged a bullet there!" pic.twitter.com/iPO5O6LmjX
— chess24 (@chess24com) February 14, 2026
Hari itu sempat terasa berpihak pada Caruana, tetapi di game selanjutnya justru ia yang gagal menemukan cara untuk memaksakan remis. Keymer perlahan menekan hingga skor kembali imbang.
“Untungnya saya tidak terlalu kesal,” ujar Caruana. Tentang game terakhir ia menambahkan, “Vincent mungkin masih terbawa ketegangan dari game sebelumnya sehingga tidak bisa beradaptasi.”
Meski komputer masih menunjukkan posisi yang relatif seimbang, pelatih Keymer, GM Peter Leko, sudah melihat tanda-tanda bahaya dan menyebut anak didiknya “sedang berjuang mati-matian.”
Leko: "In my mind, Vincent is fighting for his life! If I would have the chance I would run to the playing hall, stop the clock, say 'Draw!' and play the playoff, but we don't have this luxury. My heart cannot really take it..."#FreestyleChess pic.twitter.com/WOYxThkDPx
— chess24 (@chess24com) February 14, 2026
Pertarungan itu akhirnya berujung kekalahan bagi Keymer setelah Caruana melancarkan serangan tajam dan menutup pertandingan hanya dalam 22 langkah. Partai ini merupakan Game of the Day kami dan telah dianalisis oleh GM Rafael Leitao.
Kemenangan tersebut memastikan Caruana melaju ke Final untuk menghadapi Carlsen, dengan hadiah utama $100.000 serta gelar resmi Juara Dunia FIDE sebagai taruhannya. Keduanya tentu bukan orang baru di panggung ini—duel Kejuaraan Dunia 2018 di London bahkan menghasilkan 12 remis pada catur klasik sebelum ditentukan lewat empat game 25+10. Format empat game yang sama akan kembali digunakan pada hari Minggu, saat Carlsen membidik gelar juara dunia ke-21 dalam kariernya.
Carlsen memperkirakan akan menghadapi “pertandingan yang sangat berat,” namun menambahkan, “Saya senang bisa mencapai Final, dan melawan Fabiano selalu menyenangkan!"
...melawan Fabiano selalu menyenangkan!
—Magnus Carlsen
Caruana pun menyadari besarnya tantangan tersebut: “Dia jelas lawan terberat yang bisa dihadapi dan tampaknya sedang dalam performa bagus. Tapi saya akan memberikan yang terbaik dan semoga bisa memenangkan pertandingan!”
Sementara itu, Abdusattorov dan Keymer akan bertarung memperebutkan posisi ketiga sekaligus hadiah $40.000, sedangkan para pemain lainnya berjuang setidaknya untuk finish di peringkat kelima dengan hadiah $25.000.
Niemann 2.5-1.5 Aronian
Aronian menutup fase round-robin di posisi terakhir dan memulai match ini dengan buruk setelah kalah dalam 29 langkah akibat tekanan waktu. Namun, ia langsung bangkit di game berikutnya dan membalas dengan kemenangan cepat hanya dalam 23 langkah.
Sayangnya, kemenangan itu hanya sesaat. Di game ketiga, Niemann memanfaatkan keunggulan waktu untuk merangkai serangan mat dalam endgame yang sebenarnya tampak berpeluang remis.
Game terakhir mengingatkan pada duel mereka di babak penutup sehari sebelumnya, ketika Aronian berhasil menahan remis dari posisi unggul saat Niemann wajib menang. Kali ini situasinya terbalik—Niemann memilih hasil remis dan memastikan dirinya akan menghadapi Arjun dalam perebutan posisi kelima, sementara Aronian akan bertemu Sindarov untuk memperebutkan peringkat ketujuh.
Arjun 3-1 Sindarov
Sindarov sempat melewatkan peluang menang singkat pada langkah ke-71 di game pertama. Laga kedua bahkan berlangsung hingga 92 langkah ketika ia mencoba melakukan skakmat dengan dua kuda—sesuatu yang hanya bisa terjadi jika lawan blunder. Arjun tentu tidak memberikannya, sementara Carlsen dan sang ayah, Henrik, termasuk di antara penonton yang menyaksikan tekad kuat Sindarov untuk menang.
Magnus Carlsen and his dad share laughter as Arjun plays on with 2 knights vs. Sindarov! #FreestyleChess pic.twitter.com/HlwjG3GLsW
— chess24 (@chess24com) February 14, 2026
Penentuan match justru terjadi di game ketiga yang luar biasa. Sindarov memilih mengambil benteng lebih awal, langkah berani yang sebelumnya sempat disinggung Carlsen di confessional booth.
Kedua pemain bermain sangat dalam dan menemukan banyak langkah kreatif, tetapi segalanya ditentukan dalam tekanan waktu. Meski berhasil keluar dari pembukaan dengan posisi yang cukup nyaman, Sindarov justru melakukan blunder terakhir saat waktu menipis.
Di game penentuan yang wajib dimenangkan, Sindarov mencoba menciptakan komplikasi dengan buah hitam. Namun rencana itu malah menjadi bumerang, dan Arjun menutup pertandingan dengan kemenangan cepat dalam 23 langkah.
Di luar laga utama, Assaubayeva lebih dulu menang dengan buah putih sebelum Kosteniuk membalas di game berikutnya. Assaubayeva sebenarnya berpeluang mempertahankan keunggulan lewat hasil remis, tetapi langkah 59...g4? membuat posisinya runtuh.
Dua game terakhir akan dimainkan pada hari Minggu, meski sorotan utama tetap tertuju pada Final besar antara Carlsen vs. Caruana.
Kejuaraan Dunia Catur Freestyle FIDE 2026 berlangsung pada 13–15 Februari di Weissenhaus Private Nature Luxury Resort, Jerman. Total hadiah turnamen ini mencapai $300.000, dengan $100.000 untuk juara pertama. Turnamen diawali dengan babak round-robin delapan pemain menggunakan kontrol waktu 10+5, di mana hanya empat pemain teratas yang melaju untuk memperebutkan gelar melalui babak knockout, sementara pemain lainnya bertanding untuk peringkat kelima hingga kedelapan. Semua pertandingan knockout dimainkan dalam empat game dengan kontrol waktu 25+10, dan jika skor imbang, pemenang ditentukan lewat satu game armageddon. Seluruh pertandingan menggunakan varian catur freestyle.
Liputan Sebelumnya:
- Hari ke-1: Carlsen Juara Grup, Kini Melaju ke Semifinal Bersama Caruana, Keymer, dan Abdusattorov
- Can Carlsen Claim Another Title? FIDE Freestyle Chess World Championship Preview
- Abdusattorov Qualifies For FIDE Freestyle Chess World Championship
- Freestyle Chess Partners With FIDE To Stage Official World Championship In February
- Kalahkan Carlsen di Final, Aronian Juara Freestyle Chess Grand Slam Afrika Selatan
