Nakamura Tumbangkan Juara Dunia Gukesh, Carlsen Kembali Blunder!
Nakamura mencatat kemenangan indah melawan Gukesh. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

Nakamura Tumbangkan Juara Dunia Gukesh, Carlsen Kembali Blunder!

Avatar AnthonyLevin
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Fabiano Caruana tetap memimpin Norway Chess 2025 setelah babak kedelapan, meskipun kalah dalam permainan klasik melawan GM Arjun Erigaisi. Kekalahan ini terasa menyakitkan, karena sebelumnya Caruana mendominasi hampir sepanjang permainan. Sementara itu, GM Magnus Carlsen berada di posisi kedua, tertinggal setengah poin, meski kalah dalam pertandingan armageddon melawan GM Wei Yi akibat blunder satu langkah. GM Hikaru Nakamura, yang kini berbagi tempat ketiga, memenangkan Game of the Day melawan Juara Dunia Gukesh Dommaraju, dengan mengonversi keunggulan dari pembukaan hingga akhir.

GM asal India Koneru Humpy, kembali memimpin sendirian di Norway Chess Women 2025 dengan dua babak tersisa setelah mengalahkan IM Sara Khadem. Humpy unggul satu poin dari Juara Dunia Wanita GM Ju Wenjun, yang rekor enam kemenangan beruntunnya dipatahkan oleh GM Vaishali Rameshbabu, dan GM Anna Muzychuk, yang menang melawan GM Lei Tingjie di armageddon.

Babak kesembilan akan dimulai pada Kamis, 5 Juni mulai pukul 22:00 WIB.


Hasil Norway Chess Babak 8

Tiga kemenangan klasik hari ini diraih oleh Arjun, Nakamura, dan Humpy. Sementara itu, tiga partai armageddon dimenangkan oleh Wei Yi, Muzychuk, dan Vaishali.


              Terbuka: Nakamura Melesat, Caruana & Carlsen Blunder

              Caruana masih memimpin klasemen, meskipun ia hampir saja memperbesar keunggulannya dengan tambahan tiga poin. Kini, semua pemain kecuali Wei Yi masih berada dalam jarak tiga poin dari posisi teratas.

              Klasemen Norway Chess Setelah Babak 8


              Dua kemenangan klasik hari ini punya tema yang sama, yaitu serangan dengan gajah beda-warna.

              Nakamura 3-0 Gukesh

              Nakamura awalnya mengira partai pertamanya akan berakhir dengan remis cepat dan membosankan, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ketegangan mulai terasa di langkah ke-18, saat Gukesh tidak langsung memainkan 18...Gg6—langkah yang pernah dimainkan Caruana di Turnamen Kandidat FIDE 2024, seperti yang Nakamura sampaikan di ruang pengakuan (confessional booth).

              Setelah berpikir hampir 30 menit, Gukesh memilih 18...Bab8. Lalu setelah 19.Me4 Gg6 (paksaan) 20.Kxg6, sang Juara Dunia justru memakan dengan pion yang salah. Dari situ, Nakamura sudah punya rencana serangan yang sederhana, seperti yang ia jelaskan:

              Yang terjadi selanjutnya adalah demonstrasi indah tentang kekuatan serangan gajah beda-warna, terutama saat perwira berat (menteri dan benteng) masih ada di papan. Nakamura menguasai petak-petak terang yang tak bisa dijaga oleh gajah lawannya. Permainan yang sangat rapi ini menjadi Game of the Day kami, dan telah dianalisis lebih dalam oleh GM Rafael Leitao:

              Di siaran langsung, Nakamura baru menyadari sesuatu saat Caruana terpeleset: “Kalau saja aku tidak bikin kesalahan di salah satu partai armageddon, sekarang aku pasti udah sejajar di puncak klasemen!” Anda bisa mendengar komentar lengkap Nakamura dalam video rekap di bawah ini:

              Caruana 0-3 Arjun

              Komentator GM David Howell mengatakan: "Fabiano memainkan permainan yang sempurna, harus diakui, benar-benar mendominasi lawannya, tapi tetap saja kemenangan itu tidak mudah. Arjun memberikan perlawanan hebat, terus bertahan dan pantang menyerah."

              Arjun memberikan perlawanan hebat, terus bertahan dan pantang menyerah.

              —David Howell

              Awal dari pertandingan paling tak terduga. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Meskipun Arjun mengakui ada sedikit keberuntungan, ia juga menyebutkan bahwa kemenangannya kali ini seperti karma atas kekalahannya sehari sebelumnya—saat ia sendiri gagal mempertahankan posisi menang melawan Gukesh.

              Bermain dengan buah Hitam dalam varian Ragozin dari pembukaan Gambit Menteri Ditolak, Caruana mendapatkan peluang lebih baik di endgame, yang menampilkan gajah beda-warna dengan menteri dan benteng—ketidakseimbangan materi yang serupa terjadi pada pertandingan Nakamura vs. Gukesh. Caruana terus menekan dalam posisi menyerang, namun mulai goyah di sekitar langkah ke-40. Saat memasuki langkah ke-42, waktu berpikirnya tersisa satu menit, sementara Arjun masih punya tujuh menit dan ia bertarung mati-matian.

              Arjun membuktikan bahwa bukan hanya Gukesh, pemain India yang jago bertahan. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Arjun patut diacungi jempol karena mampu membalikkan keadaan dan menciptakan peluang menang dari posisi yang tampaknya tak ada harapan. Langkah 52.g4! mungkin menjadi awal dari serangan balik, tapi pengorbanan pion 53.h5!?—yang ia sebut sebagai "pertaruhan"—untuk membuka lajur-h justru menjadi ide brilian yang memberinya kemenangan.

              Setelah sebuah skak yang tidak akurat dari Caruana, langkah 56.Bg3 menjadi akhir dari segalanya. Langkah ini mengingatkan pada langkah legendaris GM Ding Liren saat memenangkan Kejuaraan Dunia 2023, meski dalam kasus Arjun ini, langkah tersebut lebih mudah ditemukan.

              Wei 1.5-1 Carlsen

              Mimpi buruk Carlsen terus berlanjut, sejak kekalahannya dari Gukesh di babak keenam. Setelah hasil remis solid di game pertama, ia kembali melakukan blunder besar kedua dalam turnamen ini—kali ini langsung kehilangan satu perwira dalam satu langkah.

              Carlsen tertawa sendiri setelah blunder tersebut, di tengah pertandingan. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Game pertama berakhir remis dalam 31 langkah, dan menjadi yang paling cepat selesai hari itu. Satu-satunya hal menarik adalah langkah 4...Gd6 dari Carlsen, yang ia akui, “aku sendiri tidak benar-benar paham idenya."

              Setelah itu, permainan berjalan monoton. Tukar-menukar buah terjadi, lalu langsung menuju babak armageddon.

              Carlsen, yang pernah mengatakan kepada Take Take Take, "sudah lama aku tidak menikmati bermain catur klasik," juga mengungkapkan kepada GM Simon Williams bahwa armageddon terasa lebih menyenangkan.

              Namun kali ini justru Wei Yi yang tampak lebih menikmati, karena berhasil mengalahkan Carlsen untuk kedua kalinya di armageddon dalam turnamen ini. Carlsen bertahan dengan cukup baik dalam Bishop's Opening, namun dalam posisi seimbang, ia kembali membuat blunder satu langkah yang mengorbankan satu kuda.

              Komentator IM Tania Sachdev menyebutnya sebagai “blunder satu langkah yang sangat tidak biasa… sudah lama aku tidak melihat dia bikin kesalahan seperti ini.” Kecuali dua hari lalu, sangat jarang melihat blunder semacam ini di turnamen besar.

              Carlsen mengatakan kepada Norwegian TV 2: "Ini menyedihkan, sungguh, apalagi yang bisa aku katakan? Aku justru masuk ke satu-satunya jebakan yang dimiliki lawan. Mustahil bermain lebih buruk dari ini!" 

              Menanggapi pertandingan tersebut, Nakamura berkomentar, "Sepertinya Magnus mulai merasakan jadi manusia biasa seperti kita."

              Tentu saja menang dua kali melawan Carlsen adalah pencapaian besar, tapi Wei Yi tetap rendah hati. Ia menyebut Carlsen tetaplah pemain solid, dan kekalahan itu lebih karena kesalahan Carlsen sendiri. Dalam salah satu wawancara, ia bahkan sempat berkata bahwa ia tidak enak hati menang dengan cara itu!

              GM nomor satu China ini kini berada di peringkat 10 dalam live rating, dan kembali menegaskan bahwa ia berniat lolos ke Turnamen Kandidat 2026 untuk memperebutkan gelar Juara Dunia. Sementara itu, di turnamen ini, ia masih berharap bisa meraih kemenangan klasik pertamanya dalam dua babak terakhir.


              Wanita: Humpy Ambil Alih Puncak, Vaishali Kalahkan Juara Dunia

              Humpy kembali merebut posisi puncak klasemen di Norway Chess Women dengan dua babak tersisa, usai meraih kemenangan klasik bernilai tiga poin atas Khadem. Meski begitu, Ju dan Muzychuk masih membuntuti hanya terpaut satu poin.

              Klasemen Norway Chess Women Setelah Babak 8

              Khadem 0-3 Humpy

              Sara Khadem sempat mendapat peluang untuk menyelamatkan diri di endgame, tapi Humpy akhirnya berhasil mengamankan kemenangan. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Humpy kini naik ke peringkat tiga dunia dalam daftar live rating Wanita, usai mengukir kemenangan klasik 58 langkah dengan buah Hitam melawan Khadem, yang saat ini berada di posisi juru kunci klasemen. Kemenangan ini sangat layak diraih, meski Humpy mengakui bahwa ia “sedikit kacau saat krisis waktu,” karena melewatkan beberapa jalur kemenangan dan sempat memberi peluang lawan untuk lolos.

              Kemenangan Humpy membuatnya unggul satu poin di atas dua pesaing, setelah pertandingan lain di babak delapan berakhir lewat armageddon.

              Wajar jika Humpy terlihat begitu bahagia. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Muzychuk 1.5-1 Lei

              Muzychuk mengaku terkejut dengan keputusan Lei yang memainkan Open Defense dalam Ruy Lopez, karena sebelumnya Lei belum pernah memakai pembukaan tersebut. "Aku memilih variasi yang aman, tapi aku tidak punya peluang apa pun," ujar Muzychuk.

              Anna Muzychuk akhirnya menang di armageddon. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Partai klasik berakhir remis dalam 31 langkah, tetapi armageddon berlangsung jauh lebih menarik. Muzychuk mengganti pendekatannya di langkah kedelapan, meski awalnya tidak terlihat punya peluang untuk menang—sampai akhirnya Lei melakukan pengorbanan kualitas yang terlalu berisiko.

              Permainan pun berbalik arah, Muzychuk dengan percaya diri melaju hingga meraih kemenangan dan sempat memimpin klasemen.

              Tak lama, Ju menyusul Muzychuk dengan mengumpulkan 12,5 poin lewat hasil remis dalam permainan klasik melawan Vaishali. Namun, bintang asal China itu gagal menang di armageddon.

              Vaishali 1.5-1 Ju

              Satu-satunya kemenangan klasik Ju dalam Norway Chess 2025 terjadi di babak ketujuh—selain itu, semua pertandingannya selalu berlanjut ke armageddon. Di babak kedelapan, tren itu berlanjut saat ia memainkan pertahanan Berlin dan mengamankan hasil remis solid dalam 37 langkah melalui pengulangan posisi.

              Vaishali berhasil bangkit dari kekalahan sebelumnya dan menundukkan sang Juara Dunia Wanita. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Sebelumnya, Ju kalah di armageddon pada babak pertama, lalu mencatat enam kemenangan mini-match berturut-turut. Ia juga belum pernah kalah dalam format apa pun melawan Vaishali, pemain muda India berusia 23 tahun. Namun, kedua rekor tersebut akhirnya terputus setelah langkah ke-13 yang dipilih Ju justru membuatnya berada dalam posisi sulit. Satu kesalahan besar dan langkah 33.f5! langsung memberikan keunggulan mutlak bagi Vaishali.

              Vaishali pun menyelesaikan permainan dengan cara yang mengesankan.

              Ini menjadi kemenangan yang tak terlupakan bagi Vaishali, namun Ju masih punya peluang besar untuk meraih gelar. Ia saat ini menyamai poin Muzychuk, dan hanya tertinggal satu poin dari Humpy—dan menariknya, dua lawan terakhirnya adalah Muzychuk dan Humpy!

              Hari yang berat bagi Ju, tapi peluang mempertahankan gelar masih terbuka lebar. Foto: Michal Walusza/Norway Chess.

              Colin McGourty berkontribusi pada berita ini.


              Pairing Babak 9

              Pertarungan utama akan mempertemukan Carlsen vs. Caruana di kategori Terbuka—peringkat dua melawan peringkat satu klasemen. Humpy akan bermain sebagai Hitam melawan Lei, sementara dua pemain yang hanya terpaut satu poin darinya—Ju dan Muzychuk—akan saling berhadapan.

               

              Cara Menonton
              Anda bisa menyaksikan Norway Chess 2025 secara langsung di saluran YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Pertandingan juga disiarkan di channel Kick milik Nakamura. Anda juga bisa mengikuti jalannya pertandingan melalui halaman acara kami: Terbuka | Wanita.

              Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.

              Norway Chess 2025 menampilkan turnamen Terbuka dan Wanita dengan masing-masing enam pemain, memperebutkan total hadiah yang setara sebesar 1.690.000 NOK (~$167.000). Turnamen ini berlangsung dari 26 Mei hingga 6 Juni di Stavanger, dengan format di mana setiap pemain saling berhadapan dua kali dalam catur klasik (120 menit untuk 40 langkah pertama, dengan increment 10 detik per langkah mulai dari langkah ke-41). Pemenang dalam permainan klasik mendapat tiga poin, sedangkan yang kalah mendapat nol. Jika hasilnya remis, kedua pemain mendapat satu poin dan bertarung lagi di armageddon untuk memperebutkan setengah poin tambahan (10 menit untuk Putih, 7 menit untuk Hitam, dengan Hitam menang jika hasilnya remis).


              Liputan sebelumnya:

              Selengkapnya dari NM AnthonyLevin
              Firouzja Menumbangkan Nepomniachtchi, Lolos ke Semifinal SCC Melawan Nakamura

              Firouzja Menumbangkan Nepomniachtchi, Lolos ke Semifinal SCC Melawan Nakamura

              Kejutan Besar di FIDE World Cup: Juara Dunia Gukesh Tersingkir Lebih Awal!

              Kejutan Besar di FIDE World Cup: Juara Dunia Gukesh Tersingkir Lebih Awal!