Sindarov Kalahkan Caruana dan Kuasai Puncak Klasemen Kandidat, Giri Taklukkan Esipenko
GM Javokhir Sindarov kini menjadi pemimpin tunggal Turnamen Kandidat FIDE 2026 pada hari Rabu, setelah mencapai skor fantastis plus-tiga berkat kemenangan atas sesama pemimpin klasemen, GM Fabiano Caruana. GM Anish Giri kembali ke skor 50 persen setelah mengalahkan GM Andrey Esipenko dalam permainan Najdorf yang liar. GM Wei Yi vs. GM Hikaru Nakamura dan GM Matthias Bluebaum vs. GM Praggnanandhaa Rameshbabu berakhir remis.
Di Kandidat Wanita FIDE 2026, GM Anna Muzychuk yang masuk sebagai peserta pengganti sukses mengalahkan GM Kateryna Lagno dan menyamai GM Bibisara Assaubayeva di puncak klasemen, setelah Bibisara bermain remis melawan GM Tan Zhongyi. Di pertandingan lainnya, GM Zhu Jiner mengalahkan GM Divya Deshmukh, sementara GM Vaishali Rameshbabu berhasil lolos dengan hasil remis melawan vs. GM Aleksandra Goryachkina.
Hari Kamis menjadi hari istirahat pertama. Babak kelima akan digelar pada Jumat, 3 April mulai pukul 19:45 WIB.
Kandidat FIDE: Sindarov Memimpin Sendirian
Ketika sebagian besar penduduk Siprus sedang merayakan Hari Nasional Siprus, Sindarov justru menorehkan kemenangan ketiganya di turnamen ini, sedangkan Giri akhirnya meraih kemenangan perdananya.
Hasil Kandidat Babak 4

Meski baru pertama kali bermain di Turnamen Kandidat, Sindarov kini unggul satu poin penuh atas para pesaingnya saat memasuki hari istirahat pertama.
Klasemen Kandidat Setelah Babak 4

Javokhir Sindarov 1-0 Fabiano Caruana
Sindarov baru berusia 20 tahun, tetapi ia sudah mencatat awal terbaik dalam sejarah Turnamen Kandidat dengan format ini, yaitu 3,5 dari 4 poin. Juara Piala Dunia 2025 itu menang dalam duel penting melawan Caruana, yang sebelumnya sama-sama memimpin klasemen. Hasil ini membuat Sindarov unggul satu poin penuh dari rival terdekatnya. Berkat tiga kemenangan dan satu hasil remis, pecatur muda Uzbekistan itu juga naik ke peringkat enam dunia dalam live rating.
“Saya agak bermasalah di pembukaan,” kata Caruana saat menjelaskan kekalahannya. Karena itu, tidak heran jika Sindarov lebih banyak berbicara dalam konferensi pers. Ia mengakui bahwa persiapan punya peran besar dalam kemenangannya.
Saya agak bermasalah di pembukaan.
—Fabiano Caruana
"Tentu saya tidak pernah membayangkan akan memasuki hari istirahat dengan skor plus-tiga. Tapi hari ini saya memainkan partai yang sangat bagus, dan persiapan saya juga luar biasa. Terima kasih untuk sekondan saya,” kata Sindarov kepada FM Mike Klein dari Chess.com. Ia juga mengatakan bahwa dirinya bangga bisa mendapatkan hasil seperti ini melawan Caruana yang sangat berpengalaman. Selain itu, ia merasa beruntung karena sempat melihat lagi varian Gambit Menteri Diterima ini sebelum pertandingan.
Meski begitu, sempat ada kebingungan soal langkah hitam yang menjadi kesalahan penentu. Caruana mengira kesalahannya ada di langkah 16...Bg8, dan Sindarov pun setuju. Namun, analisis mesin menunjukkan bahwa masalah sebenarnya ada di langkah ke-17 Caruana.
Dalam partai itu, GM asal Amerika Serikat tersebut harus mengorbankan pion-a untuk menghindari masalah di sekitar rajanya. Namun dalam jangka panjang, posisi raja yang terbuka tetap menjadi kelemahan besar. Situasi Caruana juga makin sulit karena ia sudah tertinggal banyak waktu sejak awal—ia memiliki kurang dari 10 menit saat memikirkan langkah ke-20.
GM Rafael Leitao membahas Game of the Day di bawah ini.
Andrey Esipenko 0-1 Anish Giri
Di partai lain yang menghasilkan kemenangan, tema utama yang banyak dibahas dalam konferensi pers dan wawancara setelah pertandingan adalah persiapan pembukaan. Semua bermula ketika Giri kembali memainkan Sisilia untuk kedua kalinya di turnamen ini. Setiap kali ia memilih pembukaan itu, muncul pertanyaan apakah ia masih memakai repertoar Najdorf dari kursus Chessable miliknya.
Dalam partai ini, jawabannya adalah iya. Namun, langkah 7.Gd3 dari Esipenko memang belum dibahas dalam kursus tersebut yang dirilis pada 2020 (Giri berjanji akan memasukkannya ke kursus berikutnya). Meski begitu, pemain Belanda itu tetap sangat siap dan memainkan langkah-langkah pembukaannya dengan cepat, termasuk menempatkan rajanya ke petak d7 pada langkah ke-11!
“Hitam punya banyak sekali cara untuk mengatasi varian ini,” kata Giri. “Saya berharap tidak ada lawan yang mengira saya cukup nekat untuk benar-benar memainkan ini. Tapi Andrey terus bermain cepat, dan itu justru bukan rencana saya.”
Saya berharap tidak ada lawan yang mengira saya cukup nekat untuk benar-benar memainkan ini.
—Anish Giri
“Saya lupa beberapa hal saat partai berlangsung,” ujar Esipenko. Ia juga mengaku tidak yakin kapan seharusnya memainkan b2-b4. Meski begitu, langkah 16.b4 miliknya sebenarnya terlihat cukup bagus. Tampaknya Giri justru lebih dulu keluar dari persiapan lewat 17...Kxd3?!, tetapi setelah itu Esipenko membuat kesalahan yang lebih besar dengan 18.Mxd3?, padahal 18.Bxd3 tampak cukup menjanjikan bagi Putih.
Pemain Rusia itu tampaknya meremehkan langkah 18...Ga4! yang terlihat agak aneh. Setelah langkah itu, Hitam tidak lagi punya masalah dan justru mulai menguasai jalannya permainan.
“18...Ga4 adalah langkah yang luar biasa,” kata Giri. “Dia sudah tidak punya apa-apa. Saya sempat berpikir lama, lalu saya sadar dia sebenarnya sudah kalah, atau setidaknya saya tidak melihat cara baginya untuk remis.” Tanpa menjelaskan lebih jauh, Giri menambahkan, “Ini adalah jenis kesalahan yang sering dilakukan tipe pemain tertentu, termasuk saya sendiri.”
Wei Yi ½-½ Hikaru Nakamura
Partai terpanjang di babak ini menghadirkan pembukaan yang menarik, lalu berlanjut ke endgame yang bahkan lebih seru. Di awal permainan, Wei tampaknya berhasil mengarahkan Nakamura ke varian Najdorf dengan 6.Gc4, sesuatu yang sepertinya belum benar-benar ia siapkan. Nakamura lalu memilih 6...g6 dan mengubah posisi menjadi Dragadorf, meski tahu langkah itu cukup berisiko.
“Saya jelas mengambil banyak risiko,” ujarnya. “Saya pernah mendapat posisi yang mirip melawan Kramnik bertahun-tahun lalu di Norwegia, dan waktu itu saya benar-benar kalah. Itu partai blitz sebelum turnamen. Jadi saya tahu risikonya. Tapi ketika saya melihat partai Fabi, posisi dan waktu berpikir keduanya sangat tidak seimbang, jadi saya merasa partai itu kemungkinan besar akan berakhir menang atau kalah. Saya pun berpikir, kenapa tidak mencoba sesuatu yang kreatif? Kalau kalah, ya kalah, tapi kadang kita memang harus berusaha menang.”
Kalau kalah, ya kalah, tapi kadang kita memang harus berusaha menang.
—Hikaru Nakamura
Wei tampaknya tidak terlalu siap menghadapi arah permainan yang berubah ini. Ia tidak memilih varian paling tajam, yaitu setup mirip Yugoslav Attack dengan Md2 dan rokade panjang, melainkan memainkan 10.a4 yang lebih posisional. Langkah itu membuat Nakamura cepat menyeimbangkan posisi, dan permainan tetap seimbang sampai mendekati kontrol waktu.
Saat memasuki endgame dua benteng, dengan masing-masing pemain punya tiga pion di sayap raja, banyak orang mengira partai akan segera berakhir remis. Namun, tepat di langkah terakhir sebelum kontrol waktu, Wei membuat kesalahan saat hanya memiliki 40 detik di jamnya.
Pion-h memang kemungkinan besar tetap akan kena, tetapi 40.Rh2? menjadi cara yang cukup disayangkan untuk kehilangannya. Biasanya, perbedaan tiga vs. tiga atau dua vs. tiga pion tidak terlalu berarti. Namun dalam posisi ini, karena masih ada empat benteng di papan, Hitam justru sempat memiliki peluang menang selama beberapa langkah.
Nakamura sempat melewatkan peluang menang pertama, lalu juga peluang berikutnya. Soal kesempatan pertama, ia berkata: “Ide yang saya pikirkan ternyata tidak benar-benar berhasil. Saya memang sempat mempertimbangkan langkah 43...h4, yang seharusnya menang. Saya kecewa, tapi ini memang bukan posisi yang mudah untuk dimenangkan.”
Dalam video rekapnya, Nakamura mengatakan bahwa ia seharusnya bisa melihat peluang kedua. “Kalau saya memainkan 45...Rg5, saya rasa peluang menangnya sekitar 80 sampai 85 persen.” Di akhir video, ia juga berkata, “Keberuntungan belum berpihak kepada saya, dan memang kadang hidup berjalan seperti itu.”
Keberuntungan belum berpihak kepada saya, dan memang kadang hidup berjalan seperti itu.
—Hikaru Nakamura
Di bawah ini ada video rekap dari Nakamura, yang sangat layak ditonton bagi siapa pun yang ingin memahami endgame benteng ini dengan lebih baik.
Matthias Bluebaum ½-½ Praggnanandhaa Rameshbabu
Di tengah banyaknya partai seru di papan lain, pertandingan ini justru berlangsung sangat tenang. Bluebaum lagi-lagi mendapatkan posisi pion menteri terisolasi (IQP), untuk ketiga kalinya dalam tiga partai saat memegang buah Putih, tetapi posisi itu tetap tidak memberinya keunggulan. Langkah 5...a6 yang dimainkan Praggnanandhaa kemungkinan terinspirasi oleh GM Vishy Anand, dan pemain muda India itu mampu menanganinya dengan baik.
Kandidat FIDE: Pairing Babak 5

Kandidat Wanita FIDE: Muzychuk Menyamai Assaubayeva
Sama seperti di turnamen Terbuka, ada dua partai yang menghasilkan pemenang, yakni kemenangan untuk Muzychuk dan Zhu.
Hasil Kandidat Wanita Babak 4

Klasemen Kandidat Wanita Setelah Babak 4

Anna Muzychuk 1-0 Kateryna Lagno
Keberuntungan akhirnya tidak lagi berpihak pada Lagno dalam partainya melawan Muzychuk hari ini. Ironisnya, tidak seperti kekacauan yang terjadi di babak-babak sebelumnya, GM asal Rusia itu sebenarnya cukup aman saat memegang buah Hitam, tetapi justru membuat dirinya sendiri kalah lewat langkah ke-28.
Bisa dibilang Muzychuk mendapat hasil manis berkat semangat juangnya. Pertama, ia memilih pengorbanan perwira yang sedikit spekulatif di langkah ke-20. “Saya hanya merasa itu langkah yang menarik, meski tentu ada juga pilihan untuk tidak melakukan pengorbanan,” katanya. Setelah itu, ia juga memilih untuk tidak mengulang langkah dan bermain remis.
Divya Desmukh 0-1 Zhu Jiner
Partai ini menunjukkan bagaimana pemain Hitam berhasil membuat lawannya bingung sejak pembukaan. Zhu memainkan varian 2...Gb4 dalam pembukaan Inggris dengan 1...e5, yang bisa dibilang mirip Rossolimo terbalik, lalu dengan langkah cerdik 6...Kf6 ia menghindari varian utama.
Divya sempat terus memainkan langkah-langkah terbaik untuk beberapa saat, tetapi pada titik tertentu ia memilih susunan yang kurang tepat di sayap raja, dan sejak itu posisinya menjadi sangat sulit dimainkan. Setelah melewatkan dua peluang untuk menciptakan komplikasi lewat pengorbanan kualitas, GM asal India itu pun segera masuk ke posisi yang nyaris tanpa harapan.
Vaishali Rameshbabu ½-½ Aleksandra Goryachkina
Vaishali pasti lega bisa lolos dengan hasil remis hari ini, karena ia sempat berada dalam posisi yang cukup berbahaya. Dorongan pion-a sampai ke a6 terlihat terlalu cepat, dan setelah 17...d4! Goryachkina tampak berada di jalur menuju keunggulan besar. Namun, satu langkah kemudian ia membuat keputusan yang kurang tepat, dan Vaishali berhasil menyelesaikan masalahnya lewat permainan taktis.
Bibisara Assaubayeva ½-½ Tan Zhongyi
Assaubayeva tampaknya punya peluang bagus untuk meraih poin penuh dan memimpin klasemen sendirian. Posisi dari pembukaan Tarrasch terlihat cukup menjanjikan, dan sepertinya ada cara yang lebih baik untuk melanjutkan permainan sekitar langkah ke-18. Namun, yang terjadi justru ia memberi kesempatan kepada Tan untuk kembali masuk ke dalam permainan. GM asal China itu kemudian menunjukkan kalkulasi yang mengesankan.
Kandidat Wanita FIDE: Pairing Babak 5

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Mohamad Ervan.
Turnamen Kandidat FIDE adalah turnamen FIDE paling penting tahun ini. Di kategori Terbuka dan Wanita, delapan pemain saling berhadapan dua kali demi memperebutkan hak untuk menantang Juara Dunia FIDE, Gukesh Dommaraju dan Ju Wenjun dalam pertandingan perebutan gelar.
Liputan sebelumnya:
- Babak 3: Caruana Menang dalam 19 Langkah, Sindarov Taklukkan Praggnanandhaa dengan Pengorbanan Perwira
- Babak 2: Hari Penuh Remis: Vaishali dan Lagno Lolos dari Kekalahan Berkat Pengorbanan Dramatis
- Babak 1: Caruana, Pragg, dan Sindarov Buka Turnamen Kandidat 2026 dengan Kemenangan Besar
- Nakamura Rejects ‘Completely Wrong’ 40% Odds; Caruana Calls Tier Lists ‘Global Obsession’
- One Story To Watch For Every FIDE Candidate
- Who Will Win The Candidates? 7 GMs Offer Their Take
- Sindarov On The Candidates: 'I Know It Will Be Very Hard To Win, But I Want To Try'
- Koneru Humpy Confirms Candidates Withdrawal, Anna Muzychuk Takes Spot
- Meet The 2026 Women's Candidates: Who Should You Root For?
- Meet The 2026 Candidates: Who Should You Root For?
- How To Watch And What You Need To Know About The 2026 FIDE Candidates Tournament
- Caruana-Nakamura In Round 1: FIDE Candidates Pairings Announced
