Sindarov Tahan Imbang Caruana, Vaishali Perlebar Keunggulan di Kandidat Wanita
Sindarov dan Vaishali memimpin turnamen Kandidat. Foto: Niki Riga/FIDE.

Sindarov Tahan Imbang Caruana, Vaishali Perlebar Keunggulan di Kandidat Wanita

Avatar AnthonyLevin
| 0 | Liputan Acara Catur

GM Javokhir Sindarov semakin dekat ke garis finish, dengan hanya tiga babak tersisa di Turnamen Kandidat FIDE 2026. Semua pertandingan di babak 11 berakhir remis, membuat Sindarov tetap unggul dua poin setelah menahan imbang GM Fabiano Caruana. GM Praggnanandhaa Rameshbabu nyaris menjadi satu-satunya pemain yang meraih kemenangan saat menghadapi GM Matthias Bluebaum, yang mencatat hasil remis ke-10 nya. GM Anish Giri juga gagal memaksimalkan posisi pion isolasi saat melawan GM Andrey Esipenko, sementara GM Hikaru Nakamura mencatat hasil remis paling singkat saat menghadapi GM Wei Yi

GM Vaishali Rameshbabu berhasil menjebak benteng GM Aleksandra Goryachkina di tengah papan untuk meraih kemenangan keempatnya di Turnamen Kandidat Wanita FIDE 2026 dalam enam babak terakhir. Keunggulannya kini bertambah menjadi satu poin penuh, setelah dua pesaing terdekatnya, GM Zhu Jiner dan Anna Muzychuk hanya mampu bermain remis masing-masing melawan GM Kateryna Lagno dan Divya Deshmukh. GM Tan Zhongyi sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan pertamanya saat menghadapi GM Bibisara Assaubayeva, tetapi ia bermain terlalu terburu-buru di momen krusial dan akhirnya remis setelah 102 langkah.

Babak 12 akan digelar pada Minggu, 12 April mulai pukul 19.45 WIB.


Kandidat FIDE: Sindarov yang Tangguh Memasuki Fase Akhir

Tak ada satu pun pemain yang mampu meraih kemenangan di babak 11, dan hasil seperti ini tentu sangat menguntungkan bagi Sindarov.

Hasil Kandidat Babak 11

Bintang asal Uzbekistan itu tetap memimpin dengan selisih dua poin, sementara waktu untuk para pesaingnya kian menipis.

Klasemen Kandidat Setelah Babak 11

Turnamen ini terus berjalan bak mimpi bagi Sindarov, karena sejauh ini belum ada yang benar-benar mampu menggoyahkan keunggulan dua poinnya. Namun, perjuangannya kali ini sama sekali tidak mudah. Kepada FM Mike Klein ia mengatakan bahwa laga melawan Caruana adalah “partai terberat di turnamen ini... Fabi sebenarnya bermain lebih baik dari saya, dan mungkin ini salah satu permainan bertahan terbaik dalam hidup saya."

Caruana sempat mendapatkan peluang, tetapi Sindarov berhasil meredamnya. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Dalam pertemuan langsung keduanya melawan sang pemimpin klasemen, Caruana memainkan langkah nyaris novelty, 11.Ge3, di Pembukaan Catalan, tetapi Sindarov nyaris tak bereaksi. Ia langsung merespons, dan kedua pemain melanjutkan permainan cepat hingga langkah ke-17, saat Caruana justru menjadi pemain pertama yang berpikir selama lima menit.

Kalau Sindarov unggul dalam duel pembukaan, Caruana tetap tampil lebih dominan di middlegame dan endgame. Ia berhasil mendapatkan kembali pion yang sempat dikorbankan sambil mempertahankan inisiatif, tetapi sekali lagi Sindarov menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam bertahan. GM Dejan Bojkov telah menganalisis partai tersebut di bawah ini.

Caruana mengatakan kepada FIDE, “Sebenarnya saya tidak terlalu mempersiapkan diri untuk dua partai terakhir. Saya hanya memainkan varian paling aman, karena saya kira partai ini akan berakhir remis cepat. Tapi ternyata saya sempat memberi tekanan dan merasa punya peluang menang yang serius di satu titik.” Meski ia merasa sudah terlambat untuk mengejar ketertinggalan, Caruana mengatakan ia tetap berharap bisa memberi pengaruh pada jalannya turnamen setelah sempat unggul.

Giri, yang menjadi pesaing terdekat Sindarov, juga belum mampu memangkas jarak. Ia gagal memberikan tekanan berarti dengan buah putih saat melawan Esipenko yang berada di posisi terakhir, meskipun sempat memiliki permainan melawan pion isolasi. Komentator GM Judit Polgar dan GM David Howell bahkan mengkritik langkah 30.Kxe6, saat ia memakan “pion besar” di e6.

Giri masih tertinggal dua poin. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Tentu saja, andai langkah anti-posisional itu berhasil, orang mungkin akan tergoda membandingkannya dengan langkah jenius GM Bobby Fischer saat memainkan 22.Kxd7! melawan GM Tigran Petrosian di Turnamen Kandidat 1971. Namun, partai ini tidak berlangsung lama setelah itu.

Satu-satunya kemenangan yang terlewatkan di babak ini datang dari Praggnanandhaa saat melawan Bluebaum, dan ia bahkan punya lebih dari satu peluang untuk menumbangkan Pertahanan Petroff milik pemain Jerman itu. Pragg dua kali mendapatkan serangan yang seharusnya menentukan, tetapi ketika momen untuk mengakhiri partai tiba, ia melewatkan 18.Mf5! dan kemudian 34.Bxf7. Kedua langkah itu memang tidak mudah ditemukan, tetapi salah satunya saja sudah cukup untuk mengakhiri partai dengan kemenangan.

Partai yang membuat frustrasi bagi Praggnanandhaa, penuh peluang yang terbuang. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Laga Nakamura vs. Wei menjadi partai pertama yang selesai, bahkan meskipun Nakamura sempat berpikir selama setengah jam sebelum menerima hasil imbang. Pembukaan Catalan yang solid berakhir dengan pengulangan posisi tiga kali pada langkah ke-22.

Nakamura vs. Wei berjalan sangat cepat. Foto: Niki Riga/FIDE.

Nakamura mengatakan kepada Klein bahwa dirinya sebenarnya sudah keluar dari perebutan gelar sejak babak kelima. Dalam wawancara yang sama, ia juga memberi isyarat bahwa kariernya di catur klasik mungkin tak akan berlangsung lama lagi: “Untungnya, saya sekarang sudah lebih dekat ke akhir karier daripada ke awal, jadi ini bukan masalah besar.”

Untungnya, saya sekarang sudah lebih dekat ke akhir karier daripada ke awal, jadi ini bukan masalah besar.

—Hikaru Nakamura

Ia menegaskan bahwa meskipun akan mengurangi turnamen catur klasik—dalam skenario terburuk, ia setidaknya masih akan bermain satu Olimpiade lagi—ia tetap akan terus tampil di kontrol waktu yang lebih cepat. Jadi apa pun yang terjadi, kita tampaknya belum akan melihatnya benar-benar pensiun dari dunia catur dalam waktu dekat.

Anda dapat menonton video rekap Nakamura di bawah ini.

Dalam tiga partai tersisa, Sindarov akan dua kali memainkan buah putih. Pertanyaan besarnya adalah seberapa keras Nakamura akan menekan dengan buah hitam, mengingat secara matematis ia sudah tidak mungkin lagi menjuarai turnamen ini.

Pairing Kandidat Babak 12

Kandidat Wanita FIDE: Vaishali Raih Kemenangan Krusial

Vaishali menjadi satu-satunya pemain yang meraih kemenangan di babak 11 Turnamen Kandidat Wanita.

Hasil Kandidat Wanita Babak 11

Hasil itu membuatnya unggul satu poin penuh di saat turnamen hanya menyisakan tiga babak lagi.

Klasemen Kandidat Wanita Setelah Babak 11

Perjalanan Vaishali di Siprus memang tidak secepat lonjakan Sindarov, tetapi kini ia justru berhasil mengambil keunggulan penuh tepat ketika momen paling penting tiba.

Goryachkina 0-1 Vaishali

Goryachkina masuk ke jebakan Vaishali. Foto: Niki Riga/FIDE.

“Untuk waktu yang lama posisinya terlihat lambat,” kata Vaishali tentang partainya melawan pemenang Kandidat Wanita 2019 itu. Namun, sebenarnya jebakan sudah mulai terbentuk jauh sebelumnya, sebelum Goryachkina memainkan apa yang disebut Vaishali sebagai “langkah paling natural di posisi itu” dan seketika masuk ke posisi kalah.

Jebakan itu memang mudah terjadi. Bahkan Judit Polgar sempat menyarankan langkah tersebut, lalu berkata, “Saya ikut menjerumuskannya!”

Benteng hitam terjebak di tengah papan, dan setelah itu praktis tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Kemenangan itu cukup untuk membuat Vaishali menjauh dari para pesaingnya, dan jaraknya bahkan nyaris bisa bertambah lebih besar lagi.

Muzychuk memenangi mini-match melawan Lagno dengan skor 1,5-0,5, tetapi kini tertinggal setengah poin lagi dari Vaishali. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Salah satu pemain yang berada di posisi kedua, Muzychuk, masuk ke endgame kuda vs. gajah saat menghadapi Lagno. Posisi itu mengingatkan pada cara Goryachkina mengalahkan Divya dari posisi yang tampak tidak berbahaya di babak sebelumnya. Bedanya, kali ini Muzychuk bisa menahan remis tanpa banyak kesulitan.

Divya sempat mendapat peluang saat melawan Zhu Jiner. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Sementara itu, pemain lain yang juga berada di posisi kedua, Zhu, untuk waktu yang cukup lama tampak memiliki posisi menjanjikan saat melawan Divya. Namun, ia justru mengalami kesulitan menjelang kontrol waktu dan sebenarnya bisa saja ditekan jika Divya memainkan 42...Bg8!. Sebaliknya, setelah 42...Bd8?!, partai itu cepat mengarah ke hasil remis.

Tema peluang yang terbuang berlanjut di partai terakhir. Mantan Juara Dunia Wanita Tan menjalani turnamen yang sangat mengecewakan, dengan tiga kekalahan dan tanpa satu pun kemenangan, tetapi sebenarnya ia punya peluang besar untuk merusak peluang Assaubayeva.

Peluang pertama terlewat saat ia tidak memainkan 18.Kc6!, dan memilih 18.Gg3?!.

Di satu sisi, Tan tidak bisa terlalu disalahkan karena ia tetap mempertahankan keunggulan pion jauh hingga endgame. Meski semua pion hanya berada di satu sisi papan, ia masih mendapat peluang menang ketika Assaubayeva mengambil pion beracun. Sayangnya, Tan menghabiskan kurang dari dua menit dari sisa 10 menitnya untuk memilih petak yang salah bagi bentengnya. Meski partai terus berlanjut hingga langkah ke-102, ia tidak pernah mendapat peluang seperti itu lagi.

Bibisara Assaubayeva pada akhirnya berhasil lolos setelah 102 langkah. Foto: Michal Walusza/FIDE.

Babak 12 bisa menjadi sangat krusial, karena Vaishali akan memainkan buah putih melawan salah satu dari dua rival terdekatnya. Kekalahan bagi GM India itu bisa membuat klasemen jadi kacau, sementara kemenangan akan menjadi langkah besar menuju gelar juara.

Kandidat Wanita FIDE: Pairing Babak 12 

Colin McGourty turut berkontribusi dalam berita ini.

Cara Menonton
Anda bisa menyaksikan Turnamen Kandidat FIDE 2026 di channel YouTube dan Twitch Chess.com Indonesia. Semua partainya juga bisa diikuti melalui Halaman Acara kami.

Siaran langsung Chess.com Indonesia dipandu oleh WIM Chelsie Monica dan IM Lutfi Ali.

Turnamen Kandidat FIDE adalah turnamen FIDE paling penting tahun ini. Di kategori Terbuka dan Wanita, delapan pemain saling berhadapan dua kali demi memperebutkan hak untuk menantang Juara Dunia FIDE, Gukesh Dommaraju dan Ju Wenjun dalam pertandingan perebutan gelar.


Liputan sebelumnya:

Selengkapnya dari NM AnthonyLevin
Carlsen Menangkan Chess.com Open Usai Comeback Atas Duda di Grand Final Reset

Carlsen Menangkan Chess.com Open Usai Comeback Atas Duda di Grand Final Reset

Duda Siap Rematch Lawan Carlsen di Grand Final Chess.com Open

Duda Siap Rematch Lawan Carlsen di Grand Final Chess.com Open